I Love You Professor

I Love You Professor
56. Apartemen


__ADS_3

“kalian siapa?” tanya seorang wanita pada Gizhi yang sedang berusaha membuka apartemen miliknya.


“Pemilik apartemen ini” jawab gizhi santai, sambil terus berusaha untuk membuka apartemen tang sudah ada di depannya, namun kunci apartemen yang dia pegang tidak cocok sama sekali dengan yang dia pakai. “Ini kenapa sih, aku yakin kuncinya ini” gumam gizhi yang masih mencoba mencari kunci lain yang dia punya.


“Itu apartemenku, aku sudah mengganti kuncinya, dan aku belum berniat menjual apartemen ini” ujar wanita itu lagi pada Gizhi.


Brandon, maria dan Gizhi kini menatap wanita itu, “Maaf, apa anda pemilik apartemen ini?” Brandon berusaha menahan dirinya agar tidak berteriak marah pada Gizhi.


“Iya itu apartemen milikku” jawab wanita itu sambil menganggukkan kepalanya.


Brandon kini mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya, “Kapan anda membeli apartemen ini?”


Wanita itu terlihat sedang berpikir, “kurang lebih 1 tahun ini” jawab wanita itu lagi.


“APA! Itu tidak mungkin! aku tidak menjual apartemen ini!” teriak Gizhi frustasi.


Satu kesalahan yang tidak disadari Gizhi, saat membeli apartemen bersama alvan, memang pria itu mengatakan itu adalah milik Gizhi, dan wanita itu terlalu bahagia mendapatkan apartemen yang dia impikan, dia menyuruh alvan mengurus semuanya, hingga alvan yang malas meminta identitas Gizhi jadi mendaftarkan nama pemilik adalah dirinya, jadi sejak pembelian awal apartemen itu, nama gizhi sama sekali tidak tercatat, melainkan nama alvan lah yang tercatat sebagai pemiliknya.


Toh alvan berpikir mereka akan menikah dan semua milik alvan tentu akan menjadi milik gizhi jadi tidak masalah nama siapa yang digunakan sebagai pemilik.


Wanita pemilik apartemen menatap gizhi dengan sinis, “Saya membeli apartemen ini! saya punya bukti surat surat yang menyatakan ini apartemen milik saya” ucap wanita itu dengan tegas.


Gizhi menggelengkan kepalanya, “Gak itu gak mungkin, bagaimana semua barang barang milikku!” teriak Gizhi. Dia memang tidak membawa banyak barang, karena tas tas mewah, sepatu serta baju banyak dia tinggalkan, tidak pernah berpikir kalau Alvan akan menjual barang yang sudah dia berikan pada dirinya.


“Apa pria bernama alvan yang menjual apartemen ini pada anda?? Apa saya boleh melihat surat suratnya?” tanya Brandon, pria itu sejak tadi menahan dirinya untuk tidak marah pada Gizhi yang ternyata terlalu bodoh.


Wanita itu berpikir dengan kunci yang dia pegang berarti apartemen itu sudah menjadi miliknya, padahal semua surat surat masih menggunakan nama Alvan.

__ADS_1


“Baik, mari masuk” wanita itu mulai membuka apartemen miliknya menggunakan kunci yang dia punya lalu menyuruh brandon, gizhi dan maria untuk masuk. “kalian bisa menunggu di sofa itu” tunjuknya lalu berlalu menuju kamar.


Tidak banyak perubahan dari apartemen yang gizhi tempati, karena memang wanita yang membeli apartemen itu langsung membeli semua perabotan yang gizhi kenakan, lagi pula selera mereka sama, dan semua barang barang itu masih bagus, serta harganya lebih murah karena sudah digunakan.


Memang jatuhnya alvan rugi menjual dengan harga lebih rendah kecuali untuk apartemennya, karena semua barang barang dibeli menggunakan uang milik Alvan, tapi balik lagi itu ditujukan untuk gizhi jadi alvan tidak terlalu merugi menjual barang barang milik gizhi.


“Dasar bodoh” umpat Brandon pelan pada Gizhi.


Wanita itu hanya sedang menangis meratapi semua barang barang miliknya yang sudah dijual.


“Ini dia” wanita pemilik apartemen datang membawa map yang cukup besar, dan beberapa figura foto, “Apa anda pemilik apartemen sebelumnya, ini barang barang yang tidak mau saya beli, mau saya buang tapi sepertinya ini memiliki kenangan, jadi saya menyimpannya” lanjut wanita itu.


Brandon sejak tadi fokus membaca surat surat yang mengatakan bahwa itu adalah apartemen milik wanita itu.


“Sebenarnya saya tidak tau apa yang terjadi, tapi memang benar saya pemilik apartemen ini sekarang” wanita itu berbicara sekali lagi untuk membuat Brandon yakin bahwa dia pemilik apartemennya.


Chika sebagai pemilik apartemen mulai menceritakan bagaimana dia membeli apartemen yang dijual oleh Alvan beserta barang barang yang sudah ada di dalam apartemen itu.


.


Brandon, Gizhi dan Maria berakhir dengan pulang kerumah milik Brandon, pria itu memang sudah tidak punya keluarga lagi, karena satu satunya keluarga brandon adalah adiknya.


“Dasar bodoh, seharusnya kamu memastikan pemilik rumah itu! Bukan senang senang saja menganggap semua yang dia berikan adalah milikmu!” umpat Brandon kesal, pria itu langsung berlalu menuju kamar pribadinya dan meninggalkan Gizhi bersama maria menuju kamar tamu.


...🧇🧇🧇🧇🧇...


Aiyana menatap heran kemeja putih yang dia kenakan, beberapa bulan lalu kemeja itu sedikit kebesaran, sekarang kemeja yang dia gunakan terasa sedikit sesak, bahkan bagian Squisynya terlihat hampir tumpah.

__ADS_1


“yank bis gak ganti kemeja kamu dengan yang lain” tegur Alvan yang juga memperhatikan istrinya.


Aiyana langsung menatap alvan, “ommas ai kok jadi gendut ya? Padahal baju ini sedikit longgar waktu Ai beli”.


“bagus kalau kamu gendutan, udah ganti sekarang” perintah Alvan sekali lagi.


“gak mau, ini baju yang paling besar yang ai miliki” bantah Aiyana.


Melihat Aiyana yang bersih keras masih mau mengancingkan kemeja sempit yang dia gunakan Alvan langsung menggendong wanita itu dan langsung menghimpitnya di atas tempat tidur.


“Ganti atau mas buat kemeja ini gak bisa digunakan sama sekali” ancam alvan sambil terus mengukung tubuh Aiyana di bawah tubuhnya.


“Ommas nyebelin nihh!! Ai Cuma punya baju ini, ganti pakai apa?? Di pengumuman dikatakan ai harus pakai kemeja putih sama rok hitam, ini kemeja putih satu satunya yang ai punya.


Alvan mendekatkan wajahnya pada kancing kemeja Aiyana, menggigit serta menarik kancing itu hingga kini terlepas dari kemeja Aiyana.


“Ommas! Sekarang ai pakai apa!” pekik Aiyana setelah melihat kancing kemejanya ada di mulut sang suami.


Alvan membuang kancing yang ada dimulutnya sambil tertawa bahagia. “Kemeja putih milik mas banyak sayang, kamu tinggal pilih salah satunya.


Menyebalkan bukan? Alvan mulai bersikap protective lagi pada istri kecilnya, selalu mengatur apapun yang Aiyana kenakan.


“kemeja ommas terlalu besar, ai gak bisa gunakan itu” rengek Aiyana.


“ada kemeja lama mas yang masih disimpan sama mama, kamu pakai kemeja itu aja” tekan alvan sekali lagi.


Aiyana mendengus kesal sambil menatap sinis Alvan, “ya udah sana minggir! Ommas berat tau!” teriak Aiyana dengan wajah yang cemberut. Dia kesal sekali Alvan melarangnya menggunakan kemeja yangbaru saja dia beli bersama teman temannya, padahal niatnya kembaran dengan kedua temannya yang kebetulan masuk ke kampus yang sama dengannya.

__ADS_1


...🍔🍔🍔🍔🍔...


__ADS_2