
Alvan pria yang bisa bergaul dengan siapa saja termasuk ridho sahabatnya, bukan berarti alvan masuk ke dalam golongan seperti danu dan Candra, karena berteman dengan pria pria itu.
Alvan pandai dalam bergaul dan pandai membatasi dirinya, di saat Danu dan Candra pesta s**, maka dia akan mengabaikan dua temannya itu karena percuma alvan memberi tau, sudah berkali kali alvan memberikan nasehat tapi tidak di perdulikan oleh mereka jadi alvan hanya bersikap acuh.
Jika kembali mengingat mantan kekasih maka ada satu hal yang Alvan sangat penasaran, dulu alvan sangat penasaran jika mantan kekasihnya masih suci atau tidak, wanita itu selalu mampu membuat Alvan percaya bahwa dirinya masih suci dan tidak tersentuh lelaki. Tapi sekarang Alvan yakin wanita itu tidak suci seperti istrinya.
📳Danu call📳
Alvan mendengus sebal karena ponselnya kembali berdering atas nama Danu.
📲“Ada apa?” jawab Alvan akhirnya.
📲“Bro, lo kok gak datang?! Gue udah buat acara semeriah mungkin, masak lo gak datang sih”.
📲“Dah dengarkan istri gue lagi sakit? Dan mungkin untuk kedepannya gue gak bakal datang lagi ke acara seperti itu” ucap Alvan tegas.
📲“Yahh, van! Tolong datang, helen dan yang lainnya bakal gak datang juga kalau elo gak datang” protes Danu, memang benar, danu sengaja membawa Alvan hanya untuk pancingan para wanita untuk datang ke pesta yang dia adakan, walau cewek cewek itu mengejar Alvan, pria itu tetap tidak bisa di jangkau dan para cewek yang sedang bersedih akan di goda dan dihibur oleh Candra dan Danu, di sanalah kesempatan Candra dan Danu untuk memanfaatkan para cewek yang sedang mabuk, untuk di nikmati tubuhnya.
📲“Stop jadiin gue pancingan buat cewek cewek yang untuk ikut”.
📲“Van, tolonglah, gue bakal kasih lo uang kalau lo mau datang” Danu sedikit memaksa Alvan untuk datang, walaupun danu kaya raya, masih banyak wanita yang tidak mau mengikutinya, karena wajah danu yang terkesan biasa saja.
📲“Manfaatkan saja uang yang lo mau kasih ke gue pada wanita yang ada di club, kalian cuma mau pesta s** bukan?? Jangan manfaatin gue lagi, gue gak mau tambah dosa karena membiarkan kalian memanfaatkan cewek cewek itu” ujar Alvan. Dulu dia memang ikut karena paksaan Gizhi, tapi sekarang tidak ada yang memaksa dia untuk ikut lagi, Alvan sudah bertanya pada Aiyana dan menawarkan uang hadiah yang bisa Aiyana dapatkan jika ikut pesta ulang tahun temannya, tapi istri kecilnya itu sama sekali tidak tertarik.
🍕Flasback On🍕
__ADS_1
“Ai gak suka ikut acara seperti itu, di iming imingi uang ai tetap gak mau ikut, soalnya suami Ai udah kaya raya, ai tinggal minta apa aja pasti di kabulin” komentar Aiyana begitu di tanya alvan, tentang pesta ulang tahun temannya danu, alvan tidak mengatakan bahwa itu pesta dengan alcohol, hanya mengatakan pesta dengan acara menginap di vila, alvan sebenarnya ingin bulan madu dan menikmati pemandangan di puncak bersama Aiyana.
“Ada hadiah puluhan juta sayang, tetap gak mau ikut?” goda Alvan lagi, dia masih penasaran apakah istrinya tetap tidak berpengaruh dengan uang yang di tawarkan.
Aiyana kembali menggelengkan kepalanya, “Gak mau, ai udah punya segalanya, bahkan pemilik bank nya ai juga punya” Aiyana tertawa kecil dan mencium pipi Alvan.
“pemilik bank?” beo Alvan.
Aiyana kembali mengembangkan senyumannya, “iya pemilik bank nya suami Aiyana, biar aja di bilang cuma bisa minta dari suami, toh itu suami Ai, ngapain Ai susah susah cari uang sendiri” kekeh Aiyana.
🍕Flasback Off🍕
📲“Van, lo banyak berubah sejak menikah, apa lo udah bilang ke istri lo kalau gue tawarkan hadiah uang?? Dia pasti mau ikut van” bujuk danu sekali lagi.
Terdengar suara tawa danu dari sebrang telepon.
📲“Gue gak percaya, mana ada wanita yang menolak mendapatkan puluhan juta hanya dengan menjawab kuis, lo pasti bohong” sindir Danu.
📲“kalau gak percaya ya sudah, pokoknya gue gak bisa ikut, hati hati aja jangan sampai pesta kalian mendatangkan bencana” nasehat Alvan.
📲“Cihh, gue gak suka elo yang sekarang Van, apa lo takut si candra bakal godain istri lo?? Tenang aja Van, si candra udah gue ikat gak bakal dia godain istri lo”
📲“Mau godain atau tidak gue gak peduli, gue udah gak mau berurusan sama candra lagi”.
📲“Ahhh! Sialan lo van!” umpat Danu lalu mematikan ponselnya secara sepihak.
__ADS_1
...🍣🍣🍣🍣🍣...
Waktu seminggu akhirnya berlalu, Aiyana kembali ke rumah keluarganya karena teman teman Aiyana akan datang untuk belajar bersama Alvan, Aiyana memang sudah minta izin pada Alvan, dan alvan mengiyakan permintaan Aiyana, sebenarnya pria itu tidak mau, tapi karena sang istri yang membujuk alvan terpaksa mengiyakan permintaan Aiyana, walau alvan hanya mau sekali saja mengajarkan mereka.
“Assalamualaikum” Keyla, putri, dan teman teman Aiyana yang lain mengucapkan salam secara serempak saat Alvan yang datang membukakan pintu untuk mereka.
“waalaikum salam” Alvan sempat terdiam beberapa saat karena bukan hanya ada Keyla, tapi juga ada Fajri, fauzan, Radit, Ilan, meli, dan beberapa teman Aiyana yang pernah dia lihat saat nonton bioskop kemarin jika di total mungkin ada sekita 9 orang yang ikut. “Ayo masuk” ucap alvan lagi setelah sempat terdiam beberapa saat.
“maaf, kami gak bilang ke Aiyana kalau datang bersama teman yang lain” ujar Keyla.
“yah tidak apa” jawab Alvan singkat.
“Aiyana mana mas Al?” tanya Ilan pada Alvan.
Alvan menghentikan jalannya dan berbalik pada Ilan dan teman teman Aiyana, “bisakah kalian panggil saya pak Al saja, Aku ternyata tidak terlalu suka mendengar orang memanggilku Mas, selain istriku” ujar Alvan tegas, dia memang terlihat plin plan tapi alvan mulai tidak suka dengan panggilan teman teman Ai pada dirinya.
“Ba-baik pak Al” ucap Keyla dan yang lain.
“terima kasih, kalau soal Ai, dia sedang tidur, biarkan saja dia tidur dulu kasian dia terlalu kelelahan” ujar alvan, memang Alvan yang membuat wanita cantik itu kelelahan, akibat libur selama 2 minggu, Alvan akhirnya bisa budidaya jamur lagi, jadi semalaman dia dan Aiyana budidaya jamur, bahkan setelah sholat subuh alvan kembali lagi menggempur istri kecilnya hingga sekarang wanita itu kelelahan dan tertidur menunggu teman temannya datang ke rumah.
“Apa ai baik baik saja?” tanya Fajri khawatir saat melihat Aiyana yang sedang tidur di sofa dan memakai selimut yang menutupi dirinya dari kaki hingga leher.
Alvan menatap sinis fajri, sedikit tidak suka mendengar cara fajri memanggil istrinya, “tidak apa, hanya sedikit kelelahan” jawab Alvan, “kalian duduk saja dulu, saya akan memindahkan Aiyana ke dalam kamarnya” lanjut Alvan. Tanpa menunggu jawaban dari teman teman Aiyana, Alvan langsung menggendong Aiyana dan membawa gadis itu ke dalam kamarnya.
...🧆🧆🧆🧆🧆...
__ADS_1