I Love You Professor

I Love You Professor
Boncap : Arion Kecewa


__ADS_3

Aiyana tersenyum saat melihat kejutan yang alvan berikan, makan malam romantis bukan di sebuah restoran mewah tapi di kamar hotel mereka, Alvan menyiapkan makanannya sendiri dan makan bersama menikmati indahnya pemandangan dari kamar hotel mereka.


“Pokoknya selama kita di sini, kamu hanya boleh melihatku sayang” ucap alvan dengan mata menatap Aiyana dengan lekat.


Aiyana mengulum senyumnya mendengar ucapan sang suami, “Tapi Ai kangen sama rion, masak Cuma video call bentar aja gak boleh?” protes Aiyana.


“Ayolah sayang hanya di sini saja, anggap kita pertama kali menikah dan belum punya anak, ini bulan madu pertama kita, bukankah itu memang benar? Tadi pagi kan sudah video call yang lama dengan Rion?” bujuk Alvan sekali lagi.


“Iya sih, baiklah, hanya untuk sekarang ai akan melupakan kalau sudah punya anak” ucap Aiyana pasrah.


Alvan tersenyum senang, ingin rasanya dia langsung memeluk tubuh Aiyana tapi sayang dia masih memiliki banyak kejutan buat Aiyana.


.


Kedua orang itu asik menikmati malam itu dengan berbicara panjang sambil menikmati malam hari panjang yang tidak pernah bisa mereka nikmati dengan sangat lama. Minuman jus anggur menggantikan wine berakohol yang biasa di nikmati para orang kaya di malam hari, suasana malam yang indah mirim seperti malam pertama mereka berdua.


“Sayang” alvan mendekat ke arah Aiyana dan mengeluarkan sebuah kalung yang sejak tadi dia siapkan untuk Aiyana. “Terima kasih sudah mau menerima segala kekurangan mas, diizinkan untuk bertemu denganmu adalah anugrah paling berharga buat mas, memilimu adalah hadiah paling berharga yang tidak akan bisa menggantikan apapun di dunia ini, ini adalah hadiah kecil tapi mas harap ai menyukai ini, mas sangat mencintai ai” lanjut alvan.


Tanpa pikir panjang Aiyana mengangguk dan langsung memeluk alvan, “terima kasih juga sudah mau bersabar dengan sikap kekanakan ai” ucap Aiyana dalam pelukan alvan.


Kedua orang itu saling berpandangan lalu wajah mereka saling dekat, dan Alvan yang mulai menekan tengkuk Aiyana mulai mencium istrinya. Bibir panas Alvan mulai turun ke leher dan pria itu berhenti, tangannya kini menyusuri leher Aiyana, teringat akan luka yang Aiyana dapatkan, untung sekarang bekas itu sudah tidak terlihat lagi, tapi kalau di perhatikan dengan lekat dan merasakan, alvan bisa mengetahui sepanjang apa luka yang di dapat Aiyana.


“Ai sudah tidak apa mas” ucap Aiyana pelan, dia tau arti tatapan Alvan pada lehernya.


Alvan tersenyum pilu lalu kembali mencium leher Aiyana dan memberikan satu, dua gigitan kecil untuk menandai bahwa wanita cantik itu adalah miliknya. Alvan sudah tidak tahan lagi, dia menggendong Aiyana dan meletakkan wanitanya itu secara perlahan ke tempat tidur.


Aiyana hanya memasrahkan tubuhnya dalam dekapan sang suami, dia ingin mengulang malam pertama mereka kembali berulang kali.


...🍲🍲🍲🍲🍲...


Tidak terasa waktu liburan Aiyana dan alvan akhirnya berlalu, Aiyana menatap kea rah balkon hotel menikmati pemandangan indah yang akan dia tinggalkan sebentar lagi.

__ADS_1


Alvan muncul dari belakangnya dan langsung merangkul Aiyana membuat wanita itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang alvan.


“Nanti kita akan ke sini lagi dengan anak anak kita” ucap alvan.


Aiyana menjauhkan kepalanya sedikit dan menatap suaminya, “hmm, kita akan datang tahun tahun berikutnya bersama anak anak kita, mas harus janji ya” ucap Aiyana.


Alvan mengangguk pelan, “janji, apa mas beli salah satu apartemen atau rumah yang ada disini? Jadi kita sekeluarga bisa datang ke sini kapanpun itu” usul alvan.


“emang uang mas cukup untuk membeli itu?” goda Aiyana.


Alvan mencubit gemas hidung Aiyana, “kamu meremehkan suami kamu? Memang mas tidak sekaya keluarga Tiandra yang punya rumah sakit, perusahaan game dan perusahaan lainnya yang ada di Indonesia, tapi mas bisa dikatakan hampir setara dengan menantunya sagara, dan katanya keluarga mereka punya mansion di jerman, apa kamu mau mas beli mansion di dekat keluarga terkaya itu? Umur istri sagara hampir seumuran denganmu sayang” tanya alvan.


“Gak perlu, ai mau yang biasa biasa saja, rumah atau apartemen sederhana untuk kita menikmati liburan kita sekeluarga dengan anak anak kita” tolak Aiyana.


Alvan memeluk Aiyana dan mencium kening wanita itu, “baiklah apapun untukmu sayangku, ayo kita berangkat lagi”.


Aiyana mengangguk dan mengikuti langkah alvan yang menarik tangannya dan koper mereka berdua keluar dari hotel.


...🍤🍤🍤🍤🍤...


“Heiii tampannya daddy, kenapa cemberut gitu” ledek Alvan. “tidak mau peluk daddy dan mommy?” lanjutnya lagi.


Arion memalingkan mukanya dengan wajah yang masih cemberut, membuat ayah Abraham, bunda Vania dan kedua orang tua Arion tertawa gemas melihat tingkah menggemaskan bocah kecil itu.


“ndak au!” tolak Arion.


“Loh kok gak mau? Mommy jadi sedih kalau Rion marah sama mommy” kata Aiyana dengan sengaja menunjukkan wajah sedihnya pada sang putra.


“mommy dan daddy janji ama lion, au bwawa adek lion, telus mana adek lion, kok ndak ada” omel Arion dengan mulut cadelnya.


Semua orang yang mendengarkan omelan Arion kini tertawa gemas.

__ADS_1


Alvan bahkan sampai mencubit pipi gembulnya, “Ada kok adek rion, ini di perut mommy” bohong alvan, dia masih belum tau program liburannya dengan Aiyana apakah menghasilkan benih atau tidak.


“elut mommy kok ndak eluar adeknya? Adeknya malu ama abang?” tanya Arion yang sudah tidak cemberut lagi. “abang ndak akal kok, abang janji aga adek, adi awa kelual adek nya mom” sambung pria kecil itu lagi.


Aiyana mengelus lembut puncak kepala Arion dengan lembut. “Sabar ya abang, adeknya masih sangat kecil baru segini kecilnya” Aiyana memperlihatkan contoh sekecil apa yang dia bicarakan, “nanti kalau adeknya udah agak besar baru dia boleh keluar kalau gak nanti adeknya bisa sakit kalau udah keluar duluan”. Aiyana sangat senang dan bangga Arion sudah mau memanggil dirinya sendiri dengan sebutan abang.


“Api abang au ain ama adek mom” tampak wajah Arion terlihat sedih.


Alvan mengambil Arion yang ada dalam gendongan Ayah Abraham, “main sama daddy aja dulu, abang main sama adek nanti pas adeknya udah besar, oke jagoan daddy?”


“apan adek ecalnya?”


“hmmmm 1000 malam, rion harus tidur 1000 malam baru bisa ketemu sama adek” bohong alvan lagi.


“amaaa” keluh Arion.


“gak lama, kan ada opa dan oma juga yang main sama rion, rion gak mau main sama opa dan oma?” Bunda Vania akhirnya ikut berbicara.


“Au dong” sahut Arion cepat. Mereka semua mulai berjalan menuju mobil.


“emang udah yakin berhasil bibitnya tumbuh” bisik ayah Abraham, sambil berjalan mengikuti alvan.


“Tenang aja yah, bibit alvan itu top banget, paling kalau gak berhasil tinggal budidaya jamur lagi” balas Alvan dengan berbisik juga.


...🥗🥗🥗🥗🥗...


Bonus Pict


makan malam romantis mommy dan daddy Arion


__ADS_1


Keromantisan Alvan dan Aiyana yang tidak pernah berakhir



__ADS_2