Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Jatuh


__ADS_3

Hari sudah mulai sore Sheila dan baby Inez sama-sama tertidur didalam kamar baby Inez.


suara deru mobil dari depan menandakan sang pemilik rumah telah pulang, Bi Tini segera membuka pintu untuk sang majikannya.


"Inez sedang apa Bi?" tanya Alfin


"Non Inez dan Sheila sedang tidur Den, kayanya mereka kecapaian habis Non Inez aktif sekali tadi main dengan Sheila Den, Bibi juga seneng lihatnya," jawab Bi Tini merasa senang.


"Oh baik lah bi, terimakasih saya keatas dulu," tutur Alfin meninggalkan Bi Tini dan berjalan kekamar.


Sesampainya Alfin dikamar ia bergegas untuk mandi karna badannya sudah sangat lengket.


setelah mandi Alfin berganti pakaian santai ia menggunakan kaos oblong biru dengan celana pendeknya membuat penampilannya lebih cool.


sederhana namun menawan itulah pakaian Alfin saat ini.


Alfin berjalan masuk kedalam kamar anaknya perlahan ia membuka pintu kamar Inez,Alfin masuk secara perlahan tak mau membuat anaknya bangun, ia menghampiri Anaknya dan mencium pipi dan kening anaknya ia sangat rindu dengan buah hatinya apalagi dengan pujaan hatinya yang telah pergi kesurga terlebih dahulu.


Alfin melihat kesamping Inez terdapat Sheila yang juga sedang tertidur dengan pulasnya.


sejenak Alfin memandang kearah Sheila, entah mengapa Alfin merasa nyaman saat pertama melihatnya.


mungkin itu adalah perasaan biasa pikir Alfin.


"Kalau dia punya pendidikan yang tinggi pasti dia bisa untuk menjadi model," gumam Alfin yang tanpa sadar memuji Sheila.


"*E*h mikir apa sih aku kenapa jadi mikiran dia, gak gak gak, dia hanya seorang pengasuh anakku!" batin Alfin


"*T*api dia cantik juga kalau tidur," puji hati Alfin.


"*K*enapa dia gak bisa lanjutin sekolah ya? eh kenapa aku jadi kepo begini tentang hidupnya, sadar fin sadar!" batin Alfin


Alfin menggeleng-gelengkan kepalanya karna tadi sempat memikirkan Sheila.


Alfin berjalan keluar dari kamar Inez ia takut pikirannya kemana-mana saat melihat Sheila.


padahal Sheila belum lama bekerja disini tapi kenapa perasaan Alfin begini.


dari dulu pengasuh Inez lah yang berusaha slalu menggoda dan mendekatinya, tapi kenapa saat ini Alfin begitu penasaran terhadap Sheila tak ada pendidikannya pula! aneh !


Alfin turun kebawah ia ingin makan malam karna perutnya sudah sangat lapar.


ia menuruni tangga dengan hati-hati tapi tiba-tiba Bruukk Alfin jatuh, kakinya tergelincir karna Alfin tadi melamun dan menuruni dua anak tangga sekaligus Alhasil Alfin jatuh dan kakinya terasa sakit sekali.


"Tolooong, auh kenapa sakit begini," ucap Alfin berusaha untuk berdiri namun kakinya terasa sangat sakit sekali, seketika kaki itu bengkak dan membiru.


Sheila yang sedang tertidur segera bangun karna mendengar suara meminta tolong, Sheila segera berlali keluar dari kamar dan melihat siapa yang meminta tolong, Sheila melihat kebawah Sheila kaget karna Alfin duduk dibawah dan sedang meringis kesakitan.

__ADS_1


Sheila berlali menuruni tangga tak berapa lama Bi Tini pun keluar dan kaget seperti Sheila.


"Ya Allah Pak kenapa Bapak bisa jatuh begini?" tanya Sheila menghampiri Alfin dan hendak memapah Alfin berjalan.


"iIya Den kenapa Aden bisa jatuh?" tanya Bi Tini membantu Sheila memapah Alfin.


"Gak tahu Bi tiba-tiba kepleset jatuh!" boong Alfin, kan gak mungkin Alfin bilang kalau dia tadi jalan sambil melamun kan?


"Apa kita kedokter Den? sepertinya kaki Aden bengkak," kata Bi Tini khawatir.


"Tidak usah bi diurut aja nanti juga sembuh," kata Alfin menenangkan.


"Tapi siapa yang mau urut Den kan Bibi gak bisa urut, panggil dokter aja ya Den? takut ada apa-apa sama Aden," cemas Bi Tini.


"Gak usah Bi, aku baik-baik aja ko," tutur Alfin menenangkan.


"Bi apa ada minyak urutnya? biar Sheila saja yang mengurut pak Alfin bi," ucap Sheila


seketika Alfin dan Bi Tini memandang Sheila


"Kamu bisa nak?" tanya Bi Tini


"Insya Allah Bi, kita coba ya," jawab Sheila


Bi Tini pun mengiyakan dan pergi mengambil minyak urut yang diperlukan.


"Insya Allah bisa pak, bapak tenang saja kan saya dulu sering ngurut adik saya yang masih bayi," tutur Sheila dengan tersenyum mengingat saat merawat adiknya.


"Itu kan kamu mengurut bayi bukan orang kesleo, ntar bukan bener malah tambah tidak karuan lagi!" kata Alfin masih tak percaya.


"*Ci*h si bapak ini bawel sekali lah, untung anda bos Pak," batin Sheila


" Udah nanti coba dulu napa pa gak usah protes kalau gak mau panggil dokter atau mau panggil tukang urut saja, tapi biasanya jam segini jarang ada". ucap Sheila dengan santainya.


"Awas aja kamu kalau gak bener ngurutnya aku potong gajihmu 90% buat gantinya". ucap Alfin


"Eh masa begitu pak banyak sekali motongnya". panik Sheila.


"Biarin aja wee". ledek Alfin


"*Hi*s kenapa sih! kalau bukan bos udah aku sumpal itu mulutnya" batin Sheila.


Bi Tini kembali memebawakan minyak yang diperlukan dan diberikannya kepada Sheila.


Sheila menerima minyak urut itu dengan sedikit manyun karna perkataan bosnya tadi yang membuat nyalinya seketika drop begitu saja.


Alfin pun memperhatikan wajah Sheila yang sedikit manyun, Alfin berusaha menahan ketawanya karna bagi Alfin Sheila sangat lucu saat seperti itu.

__ADS_1


"Dan kalau berhasil kamu akan mendapatkan bonus!" ucap Alfin seketika Sheila memandang Alfin dan tersenyum.


"Benarkah!" ucap Sheila merasa senang dan semangatnya mulai tumbuh lagi.


"Senang sekali kalau mendengar kata bonus, buruan sudah sakit sekali ini!" ucap Alfin.


"Hehee" senyum Sheila.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


#bantu like dan komen kaka semoga kalian bahagia selalu 😊😊😊😊


__ADS_2