Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Perkelahian


__ADS_3

Mayang merasa iba kepada Alfin yang masih bersimpuh didepannya, membuat Mayang merasa tidak enak hati.


"Nak Alfin... duduklah," Mayang menepuk-nepuk tempat kosong disampingnya.


Alfin tetap tidak mau beranjak "Enggak Bu...sebelum Ibu membatalkan perjodohan Sheila, aku mencintai Sheila Bu, aku juga bisa membahagiakan dan menyekolahkan Sheila Bu, apapun itu akan aku lakukan, asal Ibu tidak menjodohkan Sheila dengan orang lain," perkataan Alfin membuat Mayang menitikan airmata "Sebesar itu kamu mencintai anakku." batin Mayang.


Dani dan Andri yang melihat Alfin bersimpuh didepan ibunya Sheila segera menghampiri Alfin "Ada apa Fin? kenapa kamu seperti ini? ayo bro bangun!" Dani membujuk Alfin namun sia-sia.


"Aku akan tetap seperti ini, sampai Ibu Mayang mau membatalkan perjodohan Sheila dengan orang lain!" jawaban Alfin membuat Dani dan Andri saling pandang. Kini mereka tau apa yang terjadi pada Alfin


"Bos jangan seperti ini, masih banyak wanita yang lebih baik lagi selain Sheila bos," Alfin mendongak mendengar perkataan Andri, Alfin menatap Andri dengan tajam.


Alfin berdiri dan mengangkat kerah Andri "Apa kamu bilang tadi! coba ulangi!" Alfin benar-benar marah kepada Andri.


"Fin..Fin..udah Fin, jangan emosi begini," Dani berusaha melepaskan tangan Alfin.


"Ya Allah..jangan berantem Nak," Mayang ikut melerai Alfin.


Namun Andri tidak takut dengan bosnya yang sedang marah "Kalau mencintai seseorang itu sewajarnya aja! gak usah berlebihan! memangnya tidak ada yang lebih cantik dan yang lebih segalanya selain Sheila bos! banyak wanita diluar sana yang lebih pantas untuk kau sandingi bos, sama pengasuh aja kamu seperti ini!" Alfin sangat marah mendengar kata-kata Andri.


BBUUGG Alfin memukul pipi Andri dengan tangannya, Mayang menjerit dan berusaha melerai pertengkaran yang berakhir saling pukul, Dani pun berusaha melerainya, namun karna Alfin yang sedang emosi dia tidak menghiraukan sekelilingnya.


Bukan hanya Alfin yang memukul, Andri pun memukul Alfin hingga bibir Alfin mengeluarkan darah "Jangan jadi budak cinta bos!" teriak Andri.


"Wah parah Mba! mereka berantem, lebih baik kamu panggil Sheila Mba, bisa gawat mereka kalau gak bisa dipisahin begitu Mba! buruan!" teriak Santi yang melihat Alfin dan Andri berantem.


Alex dan Fino langsung menghampiri tempat kejadian, mereka pun berusaha menghentikan perkelahian.


Sheila segera turun dan menghampiri Alfin dan yang lain, Sheila langsung berteriak ketika melihat Alfin Andri saling adu pukul "Mas stopppppp!" teriak Sheila. namun Alfin tidak mendengar teriakan Sheila sehingga Alfin ingin memukul Andri lagi.


Alex dan Fino berusaha memegangi Alfin yang ingin memukul Andri, dan Dani berusaha menahan Andri agar tidak memancing Alfin untuk marah "Kamu itu apaan sih! berhenti untuk memancing Alfin Ndri!" teriak Dani yang sangat kesal melihat perkelahian kedua sahabatnya.


"Mas stopppp!" Sheila menghadang Alfin yang ingin memukul Andri lagi.


"Sheila..." Alfin langsung menurunkan tangannya.


"Apa semua masalaha harus diselesaikan dengan berantem Mas? tidak ada cara lain?"


"Dia menghinamu!" Alfin menunjuk Andri dengan geram.

__ADS_1


Sheila menurunkan tangan Alfin "Biarkan saja! dia mempunyai mulut untuk berbicara!" tegas Sheila.


"Aku gak terima, kamu dihina sama orang lain," Alfin menatap Andri tajam.


Sheila ingin berbicara namun dihalau oleh ibunya "Sudahlah Nak, lebih baik kamu obati Nak Alfin dulu sana, kasihan dia," Mayang merasa kasihan kepada Alfin karna wajahnya kini lebam karna pukulan Andri, begitu juga dengan wajah Andri yang lebam karna pukulan Alfin.


Sheila membawa Alfin kekamarnya, Sheila menyuruh Alfin agar diam dan dirinya mengambil air untuk mengkompres luka Alfin.


"Kamu itu kenapa sih Ndri, malah mancing Alfin buat marah, kaya bukan kamu!" Dani menatap Andri penuh selidiki.


"Lain kali jangan seperti itu lagi Ndri, Alfin kan lagi galau harusnya kamu hibur bukan malah berantem," tutur Alex.


"Muka Alfin pasti sakit, tadi aku kekerasan mukulnya! maafkan aku bos!" batin Andri.


Mayang menyuruh Andri untuk mengkompres lukanya, Dani membantu Andri untuk mengkompres luka Andri "Habis ini kamu bakal ditendang Ndri dari sini!" ucap Dani sambil membantu mengkompres luka Andri.


"Tidak akan!" acuh Andri.


"Cih...percaya diri sekali kau!"


"Karna aku punya jaminannya," Andri tersenyum miring.


Andri membisikan sesuatu ditelinga Dani, Dani terkejut lalu memundurkan kepalanya "Ha! serius!" wajah Dani terlihat terkejut.


"Sial! kenapa kau tidak mengajaku tadi, biar kita keroyok kan seru tuh!" Dani dan Andri tertawa.


"Mba berarti firasat kita bener, kalau Pak Alfin itu suka sama Sheila," bisik Santi.


"Iya San, tapi masalahnya sekarang Sheila mau dijodohin," ucap Hevi yang cukup terkejut dengan kejadian ini.


^


Sheila mengkompres luka diwajah Alfin, Sheila diam membisu tidak tau apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


"Sheil..." Alfin memanggilnya dengan suara lembut.


"Hem..." Sheila membalas dengan berdehem.


Alfin mengenggam tangan Sheila yang sedang mengobati luka-lukanya "Maafkan aku," Alfin menatap Sheila dengan sendu.

__ADS_1


Sheila menatap Alfin "Jangan diulangi lagi," Alfin menganggukkan kepalanya.


Alfin menyentuh pipi Sheila "Aku hanya membela orang yang aku cintai saat dihina, apakah salah?" Sheila menitikkan airmatanya.


Sheila menggelengkan kepalanya "Aku memang pantas dihina Mas," Sheila menunduk.


Alfin menangkup kedua pipi Sheila "Gak Sheil..." Alfin langsung menarik Sheila kedalam pelukannya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menghinamu," tegas Alfin dengan suara lembut, tangan Alfin mengusap kepala Sheila dengan mencium pucuk kepala Sheila.


Sheila melepaskan pelukan Alfin "Apa ibuku membatalkan perjodohanku Mas?" Alfin menggelengkan kepalanya.


Sheila menghembuskan nafasnya dan tersenyum kecut "Mungkin kita memang tidak berjodoh Mas," gumam Sheila namun masih terdengar ditelinga Alfin.


Alfin mengangkat dagu Sheila dan menatapnya dengan penuh harap "Kita masih mempunyai waktu untuk merubah semuanya Beby," tutur Alfin lembut, tangan Alfin mengusap pipi Sheila dan menghapus sisa-sisa airmatanya.


Sheila menggelengkan kepalanya "Aku tidak yakin Mas," jawaban Sheila membuat nyalinya kini menciut.


"Jika kita tidak berjodoh berbahagialah bersama wanita lain Mas," perkataan Sheila membuat hatinya remuk redam saat ini.


Alfin kembali memeluk Sheila "Aku hanya mencintaimu Sheil, berhentilah berbicara yang membuat hatiku remuk,"


"Tapi a...." jari telunjuk Alfin mencegah Sheila untuk berbicara dengan menempelkannya dibibir Sheila.


Kedua tangan Alfin memegang tengkuk leher Sheila dan ibujarinya membelai pipi Sheila "Jika nanti kamu benar-benar bersanding dengan orang lain...aku akan menunggumu dan akan tetap menunggumu," perkataan Alfin membuat Sheila menangis tanpa suara.


Alfin menghapus airmata itu dengan ibujarinya, Alfin mengecup kedua mata Sheila, seketika wajah Sheila bersemu merah karna ulah Alfin.


"Aku suka bila wajahmu merah seperti ini," Alfin mengedipkan satu matanya.


Sheila tersenyum dan memukul lenga Alfin "Ih...jangan aneh-aneh deh," malu Sheila.


Alfin tersenyum dan membelai pipi Sheila tanpa bosan "Berhenti membelai pipiku Mas," Sheila memukul lengan Alfin.


"Aku suka Beby!" Alfin tetap membelai pipi Sheila.


(besok lagi 😚😚)


jangan bosan mampir dikarya author yang receh ini kaka 😚😚 beri author semangat buat tetap semangat menulis 😅 karna terkadang author lelah 😂😂

__ADS_1


__ADS_2