Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Ternyata anak bi Tini?


__ADS_3

Saat malam telah tiba keluarga Alfin pergi meninggalkan rumah Alfin, setelah mereka makan malam bersama, sebenarnya mereka ingin menginap semalam tidur bersama cucu mereka namun karna pekerjaan papah Purnomo yang tidak bisa ditinggalkan memaksa mereka harus pulang untuk istirahat.


Setelah kepergian keluarga Alfin Sheila menidurkan baby Inez dikamarnya dan Sheila turun lagi kebawah untuk membantu Bi Tini.


Sheila membantu Bi Tini membereskan ruangan yang tadi berantakan karna kedatangan keluarga Alfin.


"Abis ini aku akan meminta ijin sama Pak bos untuk ujian besok lusa," gumam Sheila senang dan tersenyum.


"Kamu kenapa senyum-senyum Nak? lagi jatuh cinta ya?" tanya Bi Tini yang melihat Sheila membantunya sambil senyum-senyum.


"Gak lah Bi, Sheila cuman seneng karna besok lusa Sheila ujian kejar paketB Bi jadi abis ini Sheila mau minta izin sama pak Alfin buat ujian besok lusa hehe doain Sheila ya Bi semoga semua berjalan lancar." tutur Sheila menjelaskan.


"Oh.. kirain Bibi lagi jatuh cinta, Bibi pasti doakan Nak Sheila," ucap bi Tini ikut senang.


"Makasih ya Bi," Sheila memeluk Bi Tini karna merasa senang baginya Bi Tini seperti ibunya disini.


"Sama-sama Nak," ucap bi Tini membalas pelukan Sheila dan menangis.


"*An*dai saja Tia anakku sebaik Sheila aku pasti bahagia Ya Allah" batin bi Tini.


"Kenapa Bibi menangis?" Sheila mengusap airmata bi Tini dengan ibu jarinya.


"Tidak Nak, Bibi cuman terharu coba saja anak Bibi sepengertian sepertimu, pasti Bibi bahagia," Bi Tini menatap Sheila haru.


"Bi,setiap anak pasti mempunyai sisi baik begitu juga dengan anak Bibi, Sheila yakin anak Bibi pasti mempunyai sisi kebaikan pula, bibi berdoa saja sama Allah pasti Allah mendengar doa-doa Bibi yang baik ini," ucap Sheila menenangkan Bi Tini.


"Bibi pasti akan selalu berdoa buat anak-anak Bibi termasuk kamu, Bibi sudah menganggapmu seperti anak Bibi, dan Bibi bangga punya anak sepertimu Nak," ucap Bi Tini membelai pipi Sheila dengan tersenyum.


"Makasih Bibi, Sheila juga sayang Bibi," ucap Sheila memeluk bi Tini kembali dan dibalas oleh Bi Tini.


"Oh ya Bi.. Sheila mau nanya dari dulu tapi lupa hehe," Sheila melepas pelukannya dan duduk diruang makan dan diikuti oleh Bi Tini.

__ADS_1


"Mau nanya apa Nak?" tanya Bi Tini penasaran.


"Apa Pak Alfin sudah punya calon Bi? soalnya tadi pas Mamahnya Pak Alfin suruh Pak Alfin menikah tapi Pak Alfin enggan untuk menikah, padahal dulu pas Sheila baru kerja disini ada seorang cewe cantik bi,putih,tinggi pula dia bilang dia calon istrinya Pak Alfin bi, tapi setelah itu dia masuk kekamar bibi, apa bibi kenal sama calon Pak Alfin, tapi ko pak Alfin gak bilang tadi sama Mamahnya kalau sudah punya calon? Sheila jadi bingung," ucap Sheila membayangkan malam itu datang dan masuk kekamar bi Tini. tapi sampe sekarang dia gak pernah keliatan batang hidungnya lagi.


"*I*tu pasti Tia , dia memang ingin bersama Den Alfin, Astagfirullahaladzim ampuni aku Ya Allah, anakku sudah cinta sama orang yang salah" batin Bi Tini membayangkan anaknya Tia yang sering bilang kepadanya bahwa Tia sangat menyukai Alfin bahkan saat Angel masih ada.


makanya itu Alfin yang merasa risih akan kehadiran Tia yang dari dulu mengejarnya tak tau malu, membuat Alfin tak ingin Tia berada disini, tapi waktu malam itu Tia datang untuk meminta uang semester kuliahnya tak disangka Tia masih punya perasaan kepada Alfin.


"Bibi ko diam? malah melamun," ucap Sheila membuyarkan lamunan Bi Tini yang sedang menerawang kejadian yang membuatnya malu, untung Alfin masih baik kepadanya karna bagi Alfin Tia yang salah bukan ibunya.


"Eh enggak nak, kamu jangan pikirin perkataan wanita itu, dia memang selalu begitu pada setiap wanita yang terlihat dekat dengan Den Alfin, dia bukan calon Den Alfin bahkan sampai kapanpun itu tak kan pernah terjadi hanya saja wanita itu belum sadar," Bi Tini berbicara sambil menunduk menyembunyikan kesedihannya.


"Loh kenapa bibi menangis? ada apa bi?" tanya Sheila tangannya menyentuh tangan bi Tini dan menatap bi Tini dengan tanda tanya.


"Wanita itu anak Bibi Nak, wanita itu bernama Tia, dia dari dulu suka sama Den Alfin bahkan saat Non Angel masih hidup, karna perbuatannya dia tidak boleh ada disini lagi semenjak kejadian yang memalukan dulu, Bibi sedih anak Bibi berbuat seperti itu untuk mendapatkan seseorang yang derajatnya saja berbeda Nak." ucap bibi serak menahan tangis mengingat kejadian dulu.


"Maaf kan Sheila Bi, Sheila tidak tau, Bibi yang sabar ya pasti semua ada hikmahnya, semoga anak Bibi setelah ini bisa menjadi lebih baik lagi," ucap Sheila menenangkan.


"Sheila juga seneng ko Bi." timpal Sheila.


"*O*h.. ternyata dia anaknya Bi Tini". batin Sheila


Tangisan Inez membuat mereka menghentikan percakapan mereka dan Sheila segera berlari menuju kamar Inez dan membuat susu untuk Inez.


setelah Inez meminum susu dan tertidur Sheila juga merebahkan tubuhnya disamping Inez.


*


*


*

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


# jaga bahagia kalian kaka kaka semua 😊😊😊😊😊


__ADS_2