
"Hemmmm, kenapa anak kita tidak seperti Sheila ya Pak, dia anaknya baik dan mau bekerja keras untuk ibu dan adiknya," ucap bi Tini, pak Sunari hanya diam mendengarkan karna sejatinya Tia bukan anaknya karna pak Sunari menikahi bi Tini seorang janda beranak satu.
"Jangan bandingkan anakmu dengan anak orang lain Bu," tutur Sunari
"Aku tidak membandingkan Pak, hanya saja aku iri dengan ibunya Sheila dia berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang kuat seperti itu," kata Bi Tini mengehela nafasnya.
Tiba-tiba bayangan masa lalu terlintas dibenak Sunari yang masih menjadi rahasia dirinya, karna dirinya belum pernah bercerita pada istrinya bahwa sebenarnya dulu ia sudah menikah dan memiliki anak bahkan dia meninggalkan istrinya saat mengandung.
Sunari merasa sangat bersalah namun tidak bisa berbuat apa-apa karna dirinya takut ditinggalkan istrinya, karna Sunari sangat mencintai istrinya yaitu Tini.
*Flasback on*
Dulu saat menikah dengan Mayang ibu Sheila hanya karna perjodohan yang diatur oleh kedua orang tuanya, dan Sunari memutuskan hubungannya dengan pacarnya yang tak lain adalah Tini.
dan mereka menikah dan memiliki seorang purti yang mereka beri nama Sheila.
pernikahan mereka berjalan 15tahun, mereka dikaruniai seorang anak saat usia pernikahan mereka 5tahun namun cobaan rumah tangga mereka ada pada Sunari yang belum bisa melupakan mantan kekasihnya.
Saat Mayang membersihkan kamar dan menata baju suaminya Mayang melihat ada sebuah foto, dan Mayang mengambilnya betapa kagetnya Mayang saat dia tau yang ada difoto tersebut adalah seorang perempuan tapi Mayang tak mengenalinya "Foto siapa ini?" tanya Mayang pada dirinya sendiri.
Mayang duduk disisi ranjang sambil menangis dan memandangi foto wanita lain yang dia ambil dilemari suaminya, Mayang terus menerka-nerka siapa wanita yang ada difoto tersebut.
Sunari pulang dari tempat kerjanya, ia berjalan menuju kamarnya dan Sunari terkejut saat mendapati istrinya menangis dan Sunari melihat kearah tangan istrinya yang tengah memegang sesuatu dan Sunari kenal apa yang istrinya pegang saat ini, itu adalah foto Tini mantan kekasihnya.
"Mayang." Sunari mendekat ke arah istrinya dan duduk disisinya.
Mayang tidak bergeming namun Mayang sadar bahwa suaminya memanggilnya, karna perasaan yang sedang kecewa membuat Mayang enggan untuk menjawab panggilan suaminya.
"Aku minta maaf Mayang," ucap lirih Sunari dan menundukkan dirinya bersimpuh didepan istrinya.
Mayang terkejut dengan perilaku suaminya, namun Mayang sadar bahwa ini adalah kenyataan yang harus dia terima apapun keadaanya nanti "Apa kamu mencintai wanita yang ada difoto ini mas?" tanya Mayang berusaha tegar.
Sunari diam seribu bahasa dan dia semakin menunduk malu rasanya, karna selama ini dia berbohong pada Mayang tentang hatinya.
Mayang yang tau arti diamnya suaminya semakin membuat perasaannya hancur namun Mayang berusaha kuat untuk dirinya "Kalau kamu diam begini, berarti kamu mencintai wanita ini mas?"
__ADS_1
"Maaf Mayang," hanya itu yang bisa Sunari katakan saat ini dia tidak tau harus menjawab apa karna apa yang Mayang katakan itu benar adanya.
Mayang bangkit berdiri dan meninggalkan suaminya yang masih bersimpuh diatas lantai, dia pergi kekamar anaknya dan menutup pintu kamar anaknya dan Mayang menangis didalam kamar anaknya.
Mayang fikir pernikahan yang awalnya karna perjodohan ini bisa membuat dua hati saling mencintai seiring berjalannya waktu, tapi apa yang Mayang fikirkan itu salah sekarang.
dan Mayang harus terima dengan kenyataannya bahwa dirinya tidak dicintai hanya dihargai sebagai istrinya.
Dilain tempat
Tini saat diputuskan oleh Sunari dia menikah dengan seseorang pilihan ayahnya, karna ayahnya yang sudah sakit-sakitan menuntut dirinya untuk segera menikah dengan orang pilihannya, Tini pun menurut walau sebenarnya hatinya menolak.
Pernikahan Tini dan suaminya Alex dikaruniai seorang perempuan bernama Tia, pernikahan mereka cepat mendapatkan keturunan, Tini hanya kosong 1bulan setelah itu dia hamil Tia.
dan ayah Tini meninggal saat satu minggu Tini melahirkan anaknya.
Pernikahan Tini dan Alex awalnya baik-baik saja, namun saat Alex menemukan foto Sunari mantan kekasihnya yang masih disimpan oleh Tini membuat Alex murka saat itu "Foto siapa ini!" Alex melempar foto kemuka Tini dengan rahang yang mengeras.
Tini keget dengan perlakuan Alex dan Tini hanya bisa menangis saat dirinya ketahuan menyimpan foto mantannya.
"Jawab Tin, itu foto siapa?"Alex mengeraskan suaranya.
Seketika wajah Alex memerah menahan marah kepada istrinya "Kenapa kamu masih menyimpannya?" tanya Alex
Tini hanya diam mendengar pertanyaan dari suaminya, karna Tini takut untuk berkata yang sebenarnya bahwa dia masih sangat mencintainya.
Alex yang mendapati istrinya diam karna pertanyaannya langsung pergi begitu saja, meninggalkan Tini yang sedang menangis sendirian.
dan perilaku Alex seketika berubah menjadi kepala rumah tangga yang dingin memendam amarah kepada istrinya, rasa sakit hati yang mungkin sudah diujung tanduk, menjadikannya berubah sikap karna dari awal Alex sudah berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik namun hati Tini memang bukan untuknya.
Karna sikap Alex yang berubah menjadikan Tini enggan untuk bertahan hidup bersamanya, padahal itu karna dirinya sendiri.
Tini meminta pisah kepada Alex, Alex semakin geram dengan istrinya karna bukannya dia menyadari kesalahannya tapi justru menjadikan ini untuk perpisahan.
Alex mengabulkan permintaan Tini ia meninggalkan Tini demi perasaan Tini kepada mantannya, walau berat bagi Alex karna ia harus berpisah dengan anaknya, tapi mungkin ini adalah jalan terbaik.
__ADS_1
Saat pulang dari pengadilan Alex mengendarai motornya menuju rumah Tini untuk melihat anaknya karna perasaannya saat itu ingin memeluk Tia anaknya "Maafkan ayah dan ibu nak kami harus berpisah, semoga engkau baik-baik saja." gumam lirih Alex saat mengendarai motornya.
saat dalam perjalanan kerumah Tini tiba-tiba kepala Alex terasa berat dan dia tak tahan dengan rasa sakitnya mengakibatkan motor yang dia kendarai tidak terkendali dan BRAAAKKK motor Alex menabrak mobil yang ada di depannya, Alex jatuh dan tak sadarkan diri begitu banyak darah berceceran yang menempel dibagian tubuh Alex karna keadaanya saat itu sungguh mengenaskan.
Dari kepala, hidung dan mulut yang mengelurkan darah belum lagi tangan dan kaki yang terluka membuat Alex tak sadarkan diri, Mayang yang melihat kejadian tersebut langsung menolong dan membawa Alex kerumah sakit dibantu orang sekitar.
Mayang mendampingi Alex didalam ambulance, entah mengapa Mayang ingin sekali menolongnya, padahal dirinya saja dalam kesusahan hati memikirkan suaminya yang mencintai wanita lain. tapi Mayang adalah tipe orang yang suka menolong saat melihat sesuatu yang harus ditolong.
saat didalam ambulance Alex sadar dan melihat sekitarnya dengan susah payah Alex berbicara "ma ka si h". ucap Alex terbata-bata kepada wanita yang menolongnya yaitu Mayang.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
#lanjut episode selanjutnya ya 😊 jangan lupa like dan komennya untuk membangun author lebih baik lagi 😊😊