
Sheila mulai mencoba memijat kaki Alfin yang kesleo walaupun sebenernya Sheila merasa deg deg gan, bukan karna deg degan gak bisa mijit tapi Sheila pun tak tahu kenapa.
"Kenapa lah hati ini! kenapa dag dig dug begini! batin Sheila.
"*K*o aku deg degan ya deket Sheila begini," batin Alfin
"Tahan sebentar ya Pak, ini pasti sakit sedikit," kata Sheila diangguki oleh Alfin
"Aduh.. duh..duh sakit Sheil kamu yang bener dong!" teriak Alfin meringis kesakitan saat kakinya sudah mulai diurut Sheila.
"Kan tadi aku dah bilang Pak ini sakit sedikit, gak usah berlebihan deh Pak, masa cowok gini aja teriaknya ampe kaya gitu!" omel Sheila.
"Wah kamu bener-bener keterlaluan Sheil, berani ya kamu sama majikan!" marah Alfin
"Eh siapa yang berani sama Bapak, kan aku cuma ngasih tahu, hehe jangan marah-marah Pak nanti cepet tua loh, tahan aja sedikit bentar lagi juga selesai kok!" kata Sheila menyembunyikan hatinya yang sedang memaki-maki Alfin.
"*U*ntung aja anda bos Pak coba kalau bukan sudah saya ulek pakai ulekan!" maki Sheila dalam hati.
saat Sheila fokus memijit Alfin tak sengaja memandangi Sheila.
"*L*umayan cantik." gumam hati Alfin.
Tak berapa lama pijatannya pun selesai Sheila menyelesaikannya dengan cukup baik.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga." ucap Sheila.
Saat Sheila akan bilang pada Alfin bahwa semuanya sudah selesai Sheila dibuat kaget karna Alfin sedang tertidur.
"*Ci*h katanya sakit tapi bisa tidur juga!" maki Sheila dalam hati.
Sheila pun membenarkan kepala Alfin yang sedikit miring agar tidak jatuh.
"*G*anteng tapi begitu menyebalkan!" gumam Sheila dalam hati.
Sheila meninggalkan Alfin tidur di sofa sendirian memang apa perdulinya kan dia hanya pengasuh anaknya.
Sheila masuk ke dalam kamar baby Inez, ia masih mendapati bayi itu tertidur.
dia mencium kening baby Inez rasanya Sheila sangat menyayanginya entah mengapa mungkin rasa iba kepada baby Inez.
"Ya ampun aku lupa ngomong sama pak Alfin apakah keluargaku bisa berkunjung kesini saat liburan nant?" ucap Sheila menepuk jidatnya.
"Besok pagi sajalah ini sudah malam, eh lupa bapak kan tadi gak pakai selimut, pasti kedinginan," gumam Sheila.
Sheila mengambil selimut dan turun kebawah untuk menyelimuti Alfin.
saat dibawah Sheila masih mendapati Alfin yang sedang tertidur.
Sheila segera menyelimuti Alfin dengan selimut yang dia bawa.
__ADS_1
"*I*ni kurang ajar gak sih saya begini sama bos, Ya Allah aku hanya ingin membantunya" gumam Sheila dalam hati.
saat Sheila kan berbalik dan kembali kedalam kamar Sheila dibuat terkejut dengan seorang perempuan yang tiba-tiba berdiri dihadapannya.
perempuan itu adalah Tia anak dari Bi Tini yang baru pulang dari kuliahnya, ada ketidak sukaan dari wajah Tia melihat Sheila.
sedangkan Sheila bingung dengan wanita yang didepannya karna Sheila tak pernah melihatnya.
"Ini wanita hantu atau apa ya?" gumam Sheila
"Eh enak aja mengataiku hantu!" marah Tia.
"Eh maaf Mba kirain hantu! habisnya mba tiba-tiba muncul kaya hantu saja! saya juga baru nelihatmu!" ucap Sheila dengan nyengir kuda.
"Jangan ganggu pak Alfin, dia milikku!" ucap Tia dengan melototkan matanya.
"hi.. serem" batin Sheila
"Siapa yang gangguin pak Alfin?" tanya Sheila membela diri.
"Awas aja kalau kamu caper caper lagi dengan Pak Alfin, saya akan beri kamu pelajaran!" ucap Tia mengancam
"*C*ih memangnya siapa sih ini orang, istrinya? bukan kan?" gerutu hati Sheila
"Memangnya mba ini siapanya pak Alfin? istrinya? istrinya kan sudah tidak ada?" tutur Sheila.
"Ohh maaf Mba saya tidak tahu." percaya Sheila
"Aekarang tahu kan, jadi jangan ganggu Pak Alfin!" ucap Tia mengancam dijawab anggukan oleh Sheila.
Tia berjalan meninggalkan Sheila dan masuk kedalam kamar ibunya.
Sheila dibuat bingung dengan Tia kenapa masuk kedalam kamar Bi Tini? katanya calon istrinya, masa masuk kamar Bi Tini? pikir Sheila.
"*A*h bodo amat lah " batin Sheila.
Sheila berjalan kearah dapur ia ingin memasak mie instan karna perutnya terasa begitu lapar.
tak berapa lama mie instan pun sudah jadi
"Hem... harumnya, memang lah mie ini memang makanan yang sangat enak!" gumam Sheila dengan menghirup aroma dari mie instan.
tak jauh berbeda dengan Sheila, Alfin yang sedang tertidur dia bangun setelah mencium aroma dari mie instan, Alfin berdiri dan berjalan ke arah aroma mie instan yang membuat perutnya semakin keroncongan.
"Hem... harumnya, ini buat saya?" kata Alfin mengambil alih mangkok yang ada dihadapan Sheila ke hadapannya.
seketika mie instan itu berpindah tempat padahal Sheila belum sempat memakannya.
Muka Sheila manyun seketika karna saat ini perutnya sangat lapar tapi makananya diambil sama bosnya sendiri.
__ADS_1
"*H*is untung anda bos pak coba kalau bukan saya ingin mencakarnya, menyebalkan!" batin Sheila.
"*T*ak tahu apa saya laper sekali, dasar!" batin Sheila lagi.
Yang merebut mie instan Sheila sedang melahap mie itu dengan sangat antusias tak perduli dengan jeritan hati Sheila.
Alfin memakan dan menghabiskan mie instan dengan sangat lahap.
Sheila akhirnya membuat mie instan lagi walau sebenarnya hatinya sedang sangat jengkel sekali dengan bos nya.
namun apa boleh buat bos kan punya kuasa, pikir Sheila.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
#bantu like dan vot kaka 😊😊
kritik dan saran sangat membantu author yang masih pemula. 😊😊😊
semoga kalian selalu bahagia 😊😊
__ADS_1