Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Isengnya Alfin


__ADS_3

Sheila dan Alfin bermain bersama Inez dihalaman samping rumah Alfin, Inez begitu bahagia bisa bermain dengan kedua orangtuanya "Mommy...pingin Icecrem," celoteh Inez.


"Anak Mommy pingin Icecrem apa?" tanya Sheila menyentuh pipi Inez.


"Cokelat! Come on kita pergi beli Icecrem Mom..Dad..." Alfin dan sheila tersenyum, mereka pun menuruti permintaan tuan putri kecilnya.


"Mamah?" ucap Sheila yang melihat ibu mertuanya datang sendirian.


"Omah..." teriak Inez lalu berlari mendekat kearah Novi.


Novi merentangkan tangannya menyambut cucunya "Oh Omah sangat kangen denganmu," Novi memeluk Inez dengan erat.


"Inez juga kangen Omah!" ucap Inez lantang.


Alfin dan Sheila menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang sangat menggemaskan.


Sheila dan Alfin menghampiri Novi lalu menyaliminya "Mamah sendirian?" tanya Sheila yang tidak melihat papah mertua atau pun Fino yang ikut.


"Iya...Mamah sangat kesepian dirumah karena tidak ada orang untuk diajak berbicara, jadi Mamah kesini," tutur Novi.


"Kita akan membeli Icecrem untuk Inez, apa Mamah mau ikut?" tanya Alfin, Novi pun sangat berantusias ingin ikut.


Mereka pun pergi kesupermarket terdekat untuk membeli Icecrem sekaligus berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari "Apa Papah tahu Mamah main kerumah Alfin?" tanya Alfin.


"Tentu sayang, Papah akan menjemput Mamah nanti," Novi tersenyum lalu melanjutkan bermain dengan Inez.


Tiba-tiba handphone Alfin berdering, Alfin mengambil handphonenya, Alfin mengangkat kedua alisnya karena tidak mengenali nomer yang sedang menghubunginya "Siapa?" tanya Sheila yang menangkap wajah kebingungan suaminya.


"Tidak tahu Beb, aku tidak mengenali nomer ini, dan ini juga bukan nomer Indonesia," Alfin ragu untuk mengangkatnya.


"Angkat aja Fin, siapa tahu klienmu dari luar mungkin?" ucap Novi tiba-tiba.


Alfin pun mengangkatnya "Hallo?" sapa Alfin.


"Hallo Alfin! apa kabarmu? masih ingat suaraku?" ucap lelaki dibalik telepon.


Alfin terdiam sejenak namun kemudia senyum mengembang diwajah Alfin "James?" ucap Alfin meyakinkan.


"Ku pikir kau lupa! gimana kabarmu?" tanya James dibalik telepon.


"Aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana?" tanya Alfin.


"Sama sepertimu, lusa aku akan kembali ke Indonesia," ucap James.

__ADS_1


"Waw kabar yang sangat bagus, aku tunggu kau dirumahku James," ucap Alfin dengan semangat.


James pun menjanjikan akan datang kerumah Alfin, karena James ingin melihat keadaan anaknya "Dia pasti sudah tumbuh cantik." gumam James sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putrinya yang tidak pernah dia rawat.


"Kau berbicara dengan siapa Honey?" tanya Ellena alias Angel yang baru keluar kamar mandi, Angel mengganti identitasnya menjadi Ellena agar tidak ada yang mengenalinya, bukan hanya identitasnya wajahnya pun dia rubah, entah alasan apa wanita itu melakukannya hanya Tuhan yang tahu.


"Mantan suamimu!" Ellena terkejut dan menatap James dengan tajam.


James tidak peduli dengan tatapan kekasihnya "Kita akan main kerumahnya saat ke Indonesia nanti, aku ingin melihat anakku," James berdiri lalu meninggalkan kekasihnya yang masih diam mematung.


Ellena berdecak kesal mendengar kata-kata James "Shit! tapi tidak apa-apa, aku pingin melihat kondisinya! aku yakin dia pasti sudah gila karena kehilanganku!" Ellena tersenyum licik.


Ellena pergi kekamarnya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dia bawa ke Indonesia, Ellena juga mempersiapkan barang-barang James.


"Siapa Fin?" tanya Novi yang penasaran.


"James Mah, katanya dia akan ke Indonesia lusa, Alfin mengundangnya untuk main kerumah nanti," jawab Alfin.


"Oh...James," Novi membulatkan mulutnya.


Setelah sampai dirumah sakit mereka pun turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam supermarket, Inez berlari kegirangan saat masuk kedalam supermarket Sheila pun berusaha mengejar Inez.


"Apa Sheila belum hamil Fin?" tanya Novi yang melihat Sheila dan Inez jauh.


Alfin berhenti dan menatap ibunya "Mah..."


Alfin menghela nafasnya pelan "Alfin dan Sheila juga lagi usaha Mah, Mamah doakan kami," tutur Alfin.


Novi tersenyum lalu merangkul pundak anaknya "Mamah akan selalu mendoakan kalian," ucap Novi sambil mengacak-acak rambut Alfin lalu berjalan keraha Sheila dan Inez.


Alfin pun berdecak kesal dengan ulah sang Mamah "Ha. Mamah ini!" Alfin merapikan kembali rambutnya yang berantakan karena ulah Novi.


"Sepertinya aku harus honymone lagi." gumam Alfin tersenyum nakal.


Setelah cukup lama menghabisakan waktu disupermarket, mereka pun selesai dengan membawa banyak sekali belanjaan persedian rumah "Ini sudah Beb?" tanya Alfin yang melihat keranjang belanjanya sudah melebihi batas.


"Insya Allah sudah," jawab Sheila sambil tersenyum.


Melihat istrinya tersenyum rasanya begitu menggemaskan bagi Alfin "Rasanya ingin aku gigit karena gemas." batin Alfin.


Setelah membayar tagihan belanja, Alfin dan Sheila membawa kantong belanjaan kemobil, mereka menaruhnya didalak bagasi belakang mobil, Novi dan Inez pun sudah naik kedalam mobil.


Alfin segera melajukan mobilnya meninggalkan minimarket tersebut "Beby..." panggil Alfin pelan.

__ADS_1


"Iya." jawab Sheila melihat sekilas suaminya.


Alfin hanya melihat kearah Sheila tanpa ingin melanjutkan kata-katanya, Sheila mengangkat alisnya "Kenapa?" tanya Sheila.


"Em...tidak apa-apa," Sheila menatap Alfin heran.


^


"Apa kamu sudah membeli gaun pengantinnya sayang?" tanya Mayang kepada Tia.


"Sudah dong Mah, gaunnya cantik sekali!" wajah Tia melihatkan kebahagiaan.


"Syukurlah...Mamah seneng dengernya," Mayang mengusap kepala Tia lembut.


Tia tersenyum diperlakukan apik oleh ibunya Sheila, Tia yakin selama ini Sheila tidak kurang akan kasih sayang, walaupun dia tumbuh tanpa Ayah, tapi sentuhan ibu yang selalu ada sudah menggantikan segalanya, Tia tiba-tiba teringat Sheila dan ingin menghubunginya.


"Assalamualaikum Kak." salam Sheila diseberang telepon.


"Wa'alaikumsalam. dimana?" tanya Tia.


"Lagi dimobil abis dari supermarket," jawab Sheila.


"Oh...nanti sore temenin Kakak ya kecafe?"


"Em...nanti Sheila bilang Mas Alfin dulu ya Kak, nanti Sheila kabarin lagi," Tia mengerti lalu mematikan teleponnya setelah mengucapkan salam satu sama lain.


"Kenapa?" tanya Alfin.


"Kak Tia minta temenin kecafe nanti sore," jawab Sheila ragu.


Alfin memandang Sheila sekilas lalu kembali melihat jalanan "Nanti Mas anter," jawaban Alfin membuat senyuman diwajah Sheila mengembang.


"Makasih Mas sayang," ucap Sheila dengan senang.


Mereka sampai dirumah, Novi dan Inez terlebih dulu turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, sedangkan Alfin dan Sheila mengeluarkan barang-barangnya dari bagasi.


Saat Sheila sedang serius mengeluarkan barang-barang belanjaan dari bagasi mobil, Alfin dengan isengnya mencium pipi Sheila, membuat Sheila kesal sekaligus malu.


"Mas! kamu itu iseng banget sih!" Sheila mencubit perut Alfin.


Alfin tertawa melihat Sheila kesal "Kan iseng sama istri sendiri," ucapan Alfin membuat Sheila berhenti berjalan dan menatap Alfin dengan tajam.


"Tapi lihat tempat Mas! menyebalkan!" Alfin terkekeh mendengar Sheila marah dan memakinya.

__ADS_1


(besok lagi 😂😂)


jangan lupa bahagia selalu...jika berkenan silahkan tinggalkan like dan vot 😂😂😂


__ADS_2