
Alfin yang melihat Andri merebahkan tubuhnya disofa segera melempar bolpoin yang sedang ia pegang ke arah Andri "Jangan tidur bodoh!" ucap Alfin sambil melempar bolpoin dan tepat mengenai pipi kanan Andri.
"Auhhh sakit bos!" tidur bentar aja gak boleh!" jawab Andri meringsut duduk lagi.
^
dirumah Sheila tengah bermain bersama baby Inez tiba-tiba Bi Tini menghampiri Sheila yang sedang bersama Inez "Nak Sheila." panggil Bi Tini lembut.
Sheila mengangkat kepala melihat seseorang yang tak lain Bi Tini yang memanggilnya dan Sheila tersenyum paksa "Ada apa Bi?" Sheila berusaha menahan gejolak perasaan sedihnya.
"Bibi ingin bicara sama kamu boleh?" tanya Bi Tini lembut.
"Silahkan Bi, bertanya saja," ucap Sheila sedikit biasa.
Bi Tini duduk dihadapan Sheila dan menunduk untuk mengatur nafas yang terasa berat saat ini.
"Kenapa tadi siang nak Sheila pergi begitu saja setelah melihat suami Bibi?" Bi Tini penasaran dengan apa yang terjadi oleh Sheila.
Sheila tidak kaget dengen pertanyaan yang diajukan Bi Tini, karna dia sudah menebaknya bahwa Bi Tini pasti akan bertanya setelah dia pergi begitu saja tadi siang.
"Aku gak papa Bi, mungkin aku hanya kecapaian abis ujian," jawab Sheila sebiasa mungkin.
"Kamu bener tidak ada apa-apa? kalau ada masalah cerita sama Bibi Nak, siapa tau Bibi bisa bantu, Bibi sedih kalau Nak Sheila juga sedih." tutur Bi Tini serak menahan tangisnya.
Sheila melihat Bi Tini mencoba menatap wanita yang selalu menyayanginya disini "YĆ Allah aku harus bagaimana? Bi Tini sungguh baik, tapi kenapa dia juga wanita yang bersama Bapakku dan membuat kami menderita selama ini" batin Sheila.
Sheila memcoba tersenyum dan memegang tangan bu Tini "Aku baik-baik saja Bi, terimakasih sudah mengkhawatirkan aku," ucap Sheila sambil tersenyum.
"Terus jaga hatiku Allah agar aku bisa kuat, mungkin ini sudah jalan dari-Mu" batin Sheila berusaha kuat.
^
Alfin berhasil menyelesaikan pekrjaannya dengan cepat, segera Alfin keluar dari kantor saat membuka pintu Alfin berpapasan dengan Andri dan seorang wanita yang ternyata dia adalah wanita yang tadi pagi dia tabrak.
"Sudah mau pulang bos?" tanya Andri mendekat kearah bosnya.
"Menurutmu?" jawab Alfin dingin.
Andri menyuruh Dita untuk kembali keruangannya karna Andri ingin ikut Alfin kerumahnya. dan Dita pun menurut namun sebelum dia pergi Dita sempat melihat Alfin dan mencoba tersenyum manis kepadanya namun dibalas cuek oleh Alfin.
"Aku ikut ya bos?" pinta Andri
"Jangan bikin rusuh!" gertak Alfin
__ADS_1
"Siap bos!" Andri mengangkat tangan dan meletakkanya diatas alis memperagakan gerakan hormat pada Alfin.
Akhirnya Andri ikut sang bos pulang kerumah bosnya, Andri menaiki mobil Alfin dan mereka telah masuk kedalam mobil, Alfin segera menyalakan mesin mobil dan seketika mobil melaju meninggalkan kantor.
Andri memandang bosnya "Om sama Tante apa kabar bos?" tanya Andri mengusir keheningan yang terjadi didalam mobil.
"Mereka baik, minggu depan ulangtahun si Fino, jangan lupa dateng!" jawab Alfin tak memandang Andri sama sekali dia hanya melihat kedepan.
"Wah dirayain gede-gedean ya bos?" tanya Andri penasaran.
"Ya sekalian merayakan kelulusannya,sekaligus perpisahan karna dia akan melanjutkan kuliahnya dijepang," tutur Alfin.
"Oh begitu...kenapa tidak disini saja bos, aku rasa disini juga tidak kalah dengan pendidikan luar negri," ucap Andri dengan santai.
"Biar duit Papahku bisa berguna," jawab Alfin sekenanya.
"Bisa aja kamu bos!" Andri tertawa mendengar jawaban Alfin.
^
Saat asyik menyetir tiba-tiba hp Alfin berbunyi, Alfin segera mengambil hp yang berada disaku celanya dan melihat siapa yang memanggilnya "Nomer baru? siapa?" Alfin ragu-ragu ingin mengangkatnya namun hp Alfin terus berbunyi.
"Angkat aja bos daripada berisik, siapa tau penting!" perintah Andri yang melihat bosnya ragu-ragu untuk mengangkatnya.
"Cih kau ini!" umpat Alfin
"Hallo Pak, saya Hevi temannya Sheila yang waktu itu ngenalin Sheila kepada Bapak," jawab Hevi dari seberang telfon.
Alfin bernafas lega ternyata hanya temanya Sheila " Iya kenapa Hev, ada perlu apa?" tanya Alfin.
"Maaf pak saya cuman mau tau kabar Sheila karna dari tadi siang hpnya gak bisa dihubungi," jawab Hevi dengan panik karna dari tadi siang dirinya mencoba menghubungi Sheila namun tidak bisa.
"Oh ya? sebentar lagi saya sampai rumah nanti saya kabarin lagi kamu ya, kamu tenang saja Sheila pasti baik-baik saja," perintah Alfin menenangkan Hevi yang sedang panik dibalik telfon.
"Oke baik pak, maaf mengganggu terimakasih," ucap Hevi sebelum menutup telfonnya.
Alfin yang mendapat kabar dari Hevi segera mencari kontak dan mencari nama Sheila dihp Alfin, setelah menemukan nama Sheila Alfin berusaha untuk menghubunginya namun nihil benar kata Hevi no Sheila tidak aktif.
^
Dikossan Hevi.
perasaan Hevi dari siang tidak tenang entah apa yang membuatnya gelisah, tiba-tiba Hevi teringat Sheila dan mencoba menghubungi Sheila, namun no Sheila selalu tidak aktif membuat Hevi semakin bingung dibuatnya.
__ADS_1
Hevi mencoba berfikir pisitif "Semoga tidak ada apa-apa sama Sheila, perasaanku jadi tidak enak sama tu anak, mana hp gak aktif lagi!" batin Hevi yang kini tengah berbaring didepan tivi dan sesekali melihat hp nya apakah ada kabar dari Sheila atau tidak.
^
Alfin segera menaikan kecepatan mobilnya dan Andri begitu kaget karna Alfin melakukannya tanpa permisi.
"Bos jangan gila nanti kita mati mau?" ucap Andri melirik kearah bosnya yang sepertinya sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Diam dan duduk manis!" jawab Alfin tak menghiraukan omelan Andri.
"Cih gila kau bos, kalau mau ngajak mati jangan ane bos, ane belum siap soalnya masih banyak dosa ane bos!" kata Andri.
Alfin hanya melirik Andri dan tak peduli umpatan-umpatan Andri karna pikirannya sekarang tertuju pada Sheila, sedang apa dia dirumah mengapa nomernya tidak aktif.
^
Dirumah Alfin Sheila yang memang tidak memegang hp tidak tau jika ternya hp nya lowbet dia masih asyik bermain dengan baby Inez.
Dan Bi Tini telah bergulat didapur untuk memasak, suami Bi Tini alias Bapak Sheila tengah beristirahat karna dia hanya ijin 2hari saja dari kantornya.
setelah tadi Sheila berbicara pada Bi Tini, Sheila menahan diri untuk tidak menceritakan siapa Pak Sunari itu sebenarnya pada Bi Tini.
biarlah itu menjadi sebuah rahasia toh Pak Sunari tidak mengenali Sheila yang adalah putrinya. pikir Sheila.
Suara deru mobil menandakan Alfin telah pulang dari kantor, Sheila melihat jam diatas dinding tempat dia bermain bersama baby Inez "Masih sangat sore? kenapa pak Alfin sudah pulang? tumben?" tanya Sheila dalam hati.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
#jangan lupa like dan vot kaka buat dukung author ya ššš