Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Impian


__ADS_3

Setelah Sheila memberikan susu dan bayinya tertidur dengan pulas Sheila kembali kekamarnya untuk beristirahat.


Sheila menghampiri tempat tidur dan membaringkan tubuhnya kekasur.


seketika Sheila menatap langit-langit ia menerawang lika liku kehidupan yang sudah ia jalani sampai detik ini.


Seketika airmata Sheila jatuh dan membasahi pipi, bukan karna ia tak bersyukur dengan ujian hidupnya yang dari dulu ia jalani.


tapi terkadang beban itu terasa berat untuk ia pikul.


Dulu Sheila ingin sekali melanjutkan sekolah seperti teman-temannya setidaknya sampai lulus SMP saja. tapi sekeras ia meminta sekeras itu permintaanya tak dihiraukan.


Kadang Sheila merasa hidup tak adil, tapi mau sekeras apapun meratapi kehidupan semua tetap akan berjalan dan berlalu.


Kini ia hanya ingin bekerja dan melanjutkan sekolah yang tertinggal bahkan Sheila punya mimpi agar merasakan bangku Kuliah.


ya walaupun itu tak kan mungkin bisa menurut pikiran Sheila, tapi ia yakin bahwa Allah selalu memberikan harapan kepada setiap hambanya.


"Terimakasih Allah dengan semua ujian ini, semoga menjadikanku semakin kuat nanti!" doa Sheila dalam hati dengan derai airmata yang masih setia turun dari tempatnya.


karna kelelahan akibat menangis ia tertidur dengan pulasnya.


ia terbangun saat mendengar tangisa bayi, Sheila segera bangun dan membuat susu untuk bayi Alfin.


setelah bayi menyusu dan bermain sebentar bayi itu kembali tertidur dengan lelapnya.


Sheila turun kebawah ia hendak makan malam karna perutnya sudah sangat kelaparan, pantas saja karna dari siang tadi dia belum makan.


tiba didapur Sheila mencari sesuatu yang bisa untuk dimakan tampak Bi Tini keluar dari kamarnya hendak menuju dapur Sheila pun bertanya kepada Bi Tini.


"Bi apakah ada makanan yang bisa aku makan? aku sangat lapar sekali!" tanya Sheila memegang perutnya.


"Kenapa kamu baru makan nak, ntar kalau kamu sakit gimana?" balik tanya Bi Tini.


"Maaf Bi saya tadi ketiduran he," menunjukan senyumnya.


"Ya sudah sekarang kamu makan terus istirahat ya nak, bibi masuk dulu mau istirahat," tutur Bi Tini sembari pergi meninggalkan Sheila didapur.


"Iya Bi semoga mimpi indah Bi!" Sheila melambaikan tangan ke Bi Tini dan dijawab anggukan oleh Bi Tini.


Sheila pun duduk dan makan, makanan Sheila sudah mulai habis ia bangkit dan hendak mencuci piring yang kotor.

__ADS_1


saat sedang asyik mencuci, Alfin turun dari tangga dan menuju dapur, Alfin ingin mengambil airminum karna dirinya sangat haus sekali. Alfin melihat Sheila yang sedang mencuci piring akhirnya dia duduk diruang makan.


"Apakah kamu sudah membaca surat kontrak itu?" tanya Alfin


"Eh bapak, sudah pak!" jawab Sheila dengan sedikit kaget.


"*Hi*s apalah bikin kaget orang saja, tiba-tiba muncul suara, kaya jin tomang saja, menyebalkan!" gerutu hati Sheila.


"Apa kamu setuju dengan isi kontrak tersebut?" tanya Alfin pelan.


"Memangnya kalau aku gak setuju bapak mau merubahnya?" tanya balik Sheila.


"*A*ku yakin tidak, iya kan?" dalam hati Sheila.


"Tentu saja tidak! kan bosnya saya!" dingin Alfin.


"*C*ih kan bener, untung bapak bos kalau bukan sudah saya cuci itu otaknya!" gerutu hati Sheila.


"Kalau saya minta ijin keluar boleh? kalau anak-anak sekolah pada ujian pak," tanya Sheila.


"Tidak!" Alfin berdiri dan berjalan akan pergi ke kamarnya.


"Kalau saya bawa Inez?" Alfin berhenti dan berbalik menghadap Sheila dengan wajah yang nampak ingin marah.


"Aku hanya ijin saat ujian ko pak!" lemah Sheila.


Alfin tertegun mendengar alasan Sheila, ia menarik nafas dan membuangnya secara perlahan mencoba meredam kemarahannya.


Alfin pun akhirnya mengiyakan permintaan Sheila untuk ijin jika ujian telah datang dengan syarat setelah ujian dia harus langsung pulang.


Sheila sangat senang dan mengucapkan terimakasih kepada Alfin.


Setelah semua sudah beres Sheila kembali kekamar Inez anak Alfin.


ia ingin tidur disamping bayi itu, ia sangat bahagia bisa diijinkan keluar saat ujian nanti.


ia berayukur satu persatu playlist Impiannya akan ia jalani semoga dia bisa sampai diplaylist terakhir, begitulah doa Sheila.


"Besok aku akan telfon keluarga dikampung, mengabarkan kalau dalam 3tahun ini aku tak bisa pulang karna sedang dikontrak," gumam Sheila.


"Saat gajian nanti aku akan mengirim sebagiannya untuk mereka, dan sebagiannya lagi untuk aku tabung agar bisa kuliah nanti," gumam Sheila sambil tersenyum dan tangannya membelai pipi Inez yang sangat gembul yang membuat Sheila gemas.

__ADS_1


"Doakan sister ya Dede supaya playlist Impian sister bisa terwujud." ucap Sheila kepada Inez yang sedang tertidur pulas dan Sheila mengecup kening Inez dan mengucapkan selamat tidur.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


#belum ada konflik ya ka??? tenang belum waktunya hehehe

__ADS_1


selamat membaca semoga kalian bahagia selalu 😊😊😊😊


__ADS_2