Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Tidak Mungkin!


__ADS_3

Mayang yang melihat Tini bersimpuh seperti itu merasa iba, Mayang segera menghampiri Tini "Mba...jangan seperti ini, ayo bangun Mba!" Mayang memegang bahu Tini.


Tini hanya menangis dan menggelengkan kepalanya, melihat itu Mayang menatap Alex dengan tatapan sendu "Mas..." ucap Mayang mengharapkan pengertian dari Alex.


Hati Alex bergetar ketika mendengar Mayang memanggilnya "Baiklah...aku tidak akan mengambil Tia darimu, tapi setidaknya aku bisa menemuinya!" tegas Alex.


Tini mendongak melihat Alex "Kamu serius Mas?" Alex mengangguk, membuat Tini merasa senang lalu dia berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada Alex karna sudah mengerti.


"Berterimakasih pada Mayang bukan padaku, aku melakukannya karna Mayang bukan karnamu!" jawaban Alex merubah raut wajah Tini.


Lalu Tini menghadap Mayang "Terimakasih dan Maaf atas sikapku tadi," Tini menunduk malu.


Mayang mengusap bahu Tini "Sudah Mba, jangan bersedih lagi ya," Mayang tersenyum.


Akhirnya meeting kelurga tersebut berakhir dengan baik, dan masalahpun tidak ada lagi, kini Sheila bisa memaafkan Bapak kandungnya dan Sunari pun akan berusaha untuk menjadi orangtua yang adil, Tini pun meminta maaf kepada Sheila dan menerima Sheila menjadi anak tirinya dengan senang hati. Rasanya hari ini adalah hari yang bahagia buat Sheila, tak henti-hentinya Sheila tersenyum.


Orangtua Sheila kembali ketempat acara dan diruangan hanya ada Alfin, Sheila dan teman-temannya "Maaf Pak, apa boleh saya pinjam Sheila sebentar, kita perlu berbicara" Hevi meminta ijin kepada Alfin untuk berbicara kepada Sheila.


Alfin berfikir sejenak "Oke...tapi jangan lama-lama ya," Alfin melirik Sheila.


Hevi mengangguk dan menarik tangan Sheila "Ikut aku Yem!" perintah Hevi.


Hevi mengajak Sheila ketaman gedung yang berada diatas diikuti Santi dan Yeni. Hevi memilih tempat duduk yang cukup untuk 4orang saat telah tiba ditempat tujuan. Hevi duduk disebelah Sheila dan Santi duduk disebelah Yeni, karna kursi ditempat itu cukup untuk duduk 2orang/1kursi.


"Kamu jawab jujur pertanyaanku Yem! kamu ada hubungan sama bosmu?" tanya Hevi yang dari tadi penasaran.


"Hubungan?" Sheila memasang wajah bingung.


"Maksudnya kamu sama bosmu pacaran gak!" Hevi menatap Sheila dengan serius.


Sheila tertawa "Mba.. kamu kok nanya ada-ada aja, mana ada bos pacaran sama pengasuh anaknya, gak mungkin lah!" Hevi menatap Sheila dengan tajam membuat Sheila berhenti tertawa "Seriusan Mba gak ada apa-apa aku sama bosku, masa kamu gak percaya sama aku, mang aku pernah bohong sama kamu," jawaban Sheila membuat Hevi berfikir.

__ADS_1


"Hem...tapi sepertinya bosmu suka sama Sheil!" timpal Santi yang merasa curiga dengan bos Sheila.


Sheila menatap Santi dan terkekeh "Mana ada San! cuman ada di sinetron kali bos suka sama bawahan kaya aku yang gak ada apa-apanya, sekolah aja sampe SD doang!" saut Sheila.


"Mang kamu gak ngerasa ya Sheil? aku aja yang lihat tau kalau bosmu suka sama kamu," giliran Yeni mengutarakan pendapatnya.


Sheila melihat kearah teman-temannya satu-persatu "Gak mungkin! gak ada bos suka sama pengasuh kaya aku ini!" Sheila masih tidak percaya.


"Sekarang coba kamu inget-inget wajar gak perlakuan bos kamu selama ini!" Hevi masih berusaha membuat Sheila percaya.


Sheila berfikir sejenak namun karna Sheila tidak berpengalaman hanya menggelengkan kepalanya "Aku gak tau!" jawaban Sheila membuat teman-temannya tertawa.


"Yem..yem.. kamu ini gimana sih, sekarang dengerin aku!" Sheila membenarkan duduknya dan memperhatikan temannya berbicara.


"Wajar gak bosmu ngundang kamu kesini?" dijawab anggukan oleh Sheila.


"Kan aku pengasuh anaknya Mba, ntar kalau aku gak ikut anaknya sama siapa?" jawab Sheila.


"Wajar juga waktu kalian jalan tanganmu merangkul tangan bosmu?".


"Dia yang nyuruh Mba, bukan aku, serius!" jawaban Sheila membuat Hevi geleng-geleng kepala.


"Terus itu wajar?" lagi-lagi Sheila diam tak mempunyai jawaban.


"Satu lagi, pantas gak kamu manggil dia dengan sebutan Mas!".


"Itu juga yang nyuruh manggil seperti itu Dia Mba," jawab Sheila.


"Terus itu wajar?" tak ada jawaban yang keluar dari mulut Sheila, Hevi pun mengerti dengan diamnya Sheila.


"Itu artinya bosmu suka sama kamu Sheil!" ucap Yeni dan Santi bersamaan.

__ADS_1


Sheila melihat kearah Yeni dan Santi lalu beralih ke Hevi "Coba kamu tanyain, pasti bener dugaan kita!" Hevi melirik Santi dan Yeni, mereka berdua lalu mengangguk dengan kompak.


"Ha...maksudmu aku nanyain bos suka sama aku apa enggak gitu Mba! ah gak mau aku! malu kali!" Jawaban Sheila membuat teman-temannya tertawa.


^


Acara Ulangtahun Fino selesai dan berjalan dengan lancar, para tamu undangan satu persatu telah meninggalkan tempat acara dan tersisa Alfin,Andri,Dani,Sheila dan teman beserta keluarganya dan juga Alex. Orangtua Alfin sudah terlebih dulu pulang dengan Fino.


"Malam ini kalian menginap dirumahku saja!" usul Alfin.


"Wah bener tuh, tenang kamar bos Alfin banyak cukup buat kita," wajah Andri begitu senang mendengar usulan Alfin.


Semua setuju untuk menginap dirumah Alfin, Sheila yang masih kepikiran ucapan teman-temannya mendadak selalu diam dan tidak fokus ketika Alfin berbicara.


Andri mengajak Santi dan Yeni untuk pulang kerumah Alfin, Santi dan Yeni pun mengikuti Andri. Sedangkan Dani mengantar Hevi, Hevi pun terpaksa mengikutinya. Dan Mayang dan Fiko diantar oleh Alex.


Alfin mengantar Sheila dan segera masuk kedalam mobil, Sheila memangku Inez yang tengah tertidur dengan pikiran yang tidak tau kemana hingga Sheila tak sadar kalau sedari tadi Alfin mengajaknya berbicara.


"Sheil..Sheil..!" Alfin memanggil Sheila namun tidak ada jawaban, Alfin melihat kearah Sheila yang sedang melamun "Ih nih orang diajak bicara malah ngelamun!" gumam Alfin, lalu Alfin meminggirkan mobilnya dan berhenti.


Sheila kaget karna mobil tiba-tiba berhenti "Eh..kenapa ini Mas!" Sheila merasa cemas takut bila mobilnya tiba-tiba mogok.


Alfin melepas sabuk pengaman mobil dan melihat kearah Sheila "Kamu kenapa?" Alfin memiringkan duduknya agar bisa melihat Sheila.


Sheila tiba-tiba merasa gugup bila melihat bosnya karna ucapan teman-temannya tadi "Em..tidak apa-apa kok," jawab Sheila dengan gugup dan salah tingkah.


Alfin menyipitkan matanya lalu dia maju sehingga wajah Alfin dan Sheila hanya berjarak beberapa senti, membuat hati Sheila tidak karuan dan salah tingkah "Mas..." Sheila berucap sambil memejamkan matanya karna Sheila malu untuk melihat Alfin saat ini.


Alfin tersenyum melihat Sheila salah tingkah seperti itu, rasanya Alfin ingin seperti ini, "Jangan cuekin aku!" ucapan Alfin membuat Sheila membuka mata dan pandangan mereka pun bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


(besok lagi 😁😁😁)

__ADS_1


"Selamat menuaikan ibadah puasa semua, semoga bencana dinegeri ini segera berganti dengan Rahmat dan Karunia-Nya" Tetap semangat dan jangan menyerah! 😊😊😊


__ADS_2