
Senyum Sheila mengembang, seketika dia melupakan permasalahannya, saking bahagianya Sheila memeluk suaminya yang sebenarnya Sheila masih marah kepadanya, "Aku hamil." ucap Sheila dengan senyuman mengembangnya.
"Iya Sayang, Mas bahagia sekali." Alfin mencium seluruh wajah Sheila.
"Mereka pasti bahagia mendengar berita ini, Mas hubungi mereka dulu ya." Alfin mencium kening Sheila lalu mengambil ponselnya dan menghubungi keluarganya dan keluarga Sheila.
Sheila melihat suaminya yang sedang menghubungi keluarganya, Sheila terharu karena melihat pancaran kebahgiaan dari wajah suaminya, tiba-tiba Sheila teringat dengan Ellena, wajah Sheila redup seketika mengingatnya.
"Ya Allah berikan Aku kekuatan sekuat-kuatnya dan kuatkan juga janinku, tetapkan Aku menjadi istri yang berbakti meski keadaan akan membuat hatiku pilu nanti." doa Sheila dalam hati, airmata Sheila mengalir begitu saja.
"Jangan memikirkan apapun yang akan membuat pikiranku setres, Beby. karena itu akan mempengaruhi pertumbuhan janin kita Sayang." Alfin mengusap airmata Sheila.
Alfin tahu apa yang membuat Sheila menangis, "Mas mohon. percayalah dengan Mas, Mas akan urus permasalahan Mas dengan Ellena dan Kamu tidak usah memikirkan apapun! Mas janji akan menyelesakainnya dengan cara yang baik." Alfin tersenyum untuk membuat Sheila percaya dan yakin bahwa dirinya bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik.
"Aku hanya ingin Kamu tidak lari dari tanggung jawab Mas, karena bagaimanapun anak itu tidak bersalah apa-apa." ucap Sheila lirih.
Alfin tersenyum dan menganggukan kepalanya, "Mas tidak tahu apa jadinya rumah tangga kita bila Kamu tidak sedewasa ini, Sayang. mungkin jika wanita lain akan langung meminta pisah dari Mas."
"Aku kan juga langsung meminta pisah darimu tapi Kamunya tidak mau."
Alfin menatap istrinya, "Itu karena Kamu tidak tahu permasalahannya, jangan memanggil Mas dengan sebutan Kamu. menyebalkan dengarnya!" Alfin sedikit kesal karena Sheila memanggilnya dengan sebuta Kamu.
"Dan Kamu tahu mengapa Aku menggilmu seperti itu." ucap Sheila sambil menahan tawanya, Sheila sengaja membuat Alfin kesal.
"Sheila Putri!" Alfin meninggikan suaranya untuk memberikan peringatan kepada istrinya.
"Iya, Mas Alfin Purnomo Said!" Sheila langsung membuang mukanya.
"Nakal ya." goda Alfin.
^
"Fino! Papah! Inez! cepat turun, ada berita bagus banget!" teriak Novi dari bawah.
Fino, Purnomo yang sedang menggendong Inez langsung turun kebawah mendengar teriakan Novi.
"Ada apa sih Mah? teriak-teriak begitu!" kesal Fino.
"Tahu nih Mamah, ganggu Inez lagi main aja." timpal Purnomo yang tadi sedang bermain boneka bersama Inez.
"Kita harus kerumah saki sekarang." ucap Novi dengan wajah yang sangat sumringah sekali.
"Kerumah sakit? siapa yang sakit?" tanya Fino dan Purnomo bebarengan.
"Kalian ini selalu kompak kalau bertanya, Sheila sedang dirumah sakit karena pingsan tadi malam kata Alfin." jawab Novi sambil tersenyum.
Fino dan Purnomo saling pandang, "Mah, Kak Sheila sakit kok Mamah malah seneng begitu sih!"
"Jelas Mamah seneng Sayang, karena setelah diperiksa dokter, Sheila HAMIL!" setelah berucap Novi langsung memeluk Fino.
"Alhamdulillah, akhirnya Kak Sheila hamil juga." ucap Fino merasa bahagia juga.
"Alhamdulillah. Kamu akan segera punya dedek bayi Sayang." ucap Purnomo kepada Inez.
mendengar perkataan kakeknya Inez langsung mengangkat kedua tangannya keatas, "Horeeeeeee, Inez mau punya dedek bayi." Inez lalu bertepuk tangan karena merasa senang, Fino, Novi dan Purnomo merasa gemas melihat tingkah Inez yang mengundang tawa mereka.
^
__ADS_1
"Mas!" teriak Mayang kepada suaminya yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ada apa sih Sayang kok teriak-teriak begitu."
Mayang menghampiri suaminya, "Sheila hamil Mas." ucap Mayang dengan wajah yang sangat bahagia.
"Benarkah?"
Mayang menganggukan kepalanya, "Iya Mas."
"Alhamdulillah Ya Allah, Mas seneng dengernya Sayang." Alex langsung memeluk istrinya, Mayang membalas pelukan suaminya dengan hati yang bahagia.
"Kita juga harus bikin lagi buat teman Fatih, Sayang." Alex mengedipkan satu matanya kepada istrinya.
Mayang bersemu malu, "Mas...Aku ini sudah tua, sudah tidak boleh hamil lagi. ih!" Mayang memukul dada Alex pelan.
"Ah masa sih? coba nanti Mas tanya dokter Nisa, benar tidak apa yang Kamu katakan itu." Alex mencubit hidung Mayang.
"Mas ih!" Mayang tersenyum lalu memeluk suaminya.
Sungguh orang tua yang membuat para jomblo merasa sesak didadanya jika melihat kemesraan dua sejoli yang sudah tidak lagi muda itu. (author juga iri 😂😂😂😂😂😂)
^
"Assalamualaikum." salam Santi dan Yeni mereka langsung datang kerumah sakit saat mendengar kabar kalau Sheila hamil dan sedang dirawat dirumah sakit.
"Wa'alaikum salam, masuk lah." perintah Alfin kepada Santi dan Yeni.
Yeni dan Santi langsung masuk dan memeluk Sheila bergantian, "Kalian ini!" Sheila memeluk teman-temannya dengan gemas.
"Selamat ya Sheil, akhirnya Kamu hamil lagi setelah nenek sihir itu sudah membuatmu keguguran waktu itu!" ucapan Yeni mendapatkan tatapan tajam dari Alfin, karena Alfin belum memberitahu siapa yang sudah membuat Sheila keguguran kepada istrinya.
"Maksudmu nenek sihir itu siapa?" tanya Sheila membuat Alfin dan Santi menghembuskan nafasnya.
"Mas?" Sheila berganti bertanya kepada suaminya karena tidak mendapatkan jawaban dari teman-temannya.
"Ellena, Beby." jawaban suaminya membuat Sheila sedikit terkejut.
"Sudah Kamu jangan berpikir macam-macam, Mas sudah memberi teguran kepadanya."
"Mas keluar dulu yah, Kamu ditemani Santi dan Yeni sebentar, mau kan?" Sheila menganggukan kepalanya.
Alfij menoleh kearah Yeni dan Santi, "Titip istriku sebentar ya? sebentar lagi Andri juga datang, Aku ada urusan sebentar." Yeni dan Santi langsung menganggukkan kepalanya.
"Aku pergi dulu Beby, Mas akan segera kembali." Alfin mencium kening Sheila sebelum pergi.
^
Alfin pergi kecafe Bintang yang ada diseberang rumah sakit, James mengajak Alfin untuk bertemu disana, ada Dani juga disana, "James, Dan!" panggil Alfin dan langsung duduk dikursi yang kosong didepan mereka.
"Istrimu sama siapa?" tanya James.
"Sama Santi dan Yeni, Andri dan Fino juga sebentar lagi datang." jawab Alfin, Dani dan James menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana?" tanya Alfin langsung bertanya dan menatap James.
"Kamu tenang saja, dia takkan berkutik lagi kalau Kamu perlihatkan ini." James mengeluarkan amplop cokelat kepada Alfin.
__ADS_1
Alfin mengambil amplop cokelat itu dan segera membukanya, Alfin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis, "Kenapa dia bisa sebodoh ini?" ucap Alfin memasukkan kembali apa yang dia lihat keamlop cokelat lagi.
"Kau juga bodoh tapi tidak sadar!" ucap Dani mengejek, Alfin menatap Dani dengan tajam.
"Fin! Aku harap Kamu mau memaafkannya, walau bagaimanapun juga, dia ibu dari anakku." ucapan James membuat Alfin berpikir.
"Apa Kau masih mencintainya?" James terdiam lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku rasa tidak."
"Kau yakin?" James menganggukkan kepalanya.
"Aku sangat yakin, Aku hanya kasihan kepadanya dan karena dia adalah ibu dari anakku." James menatap Alfin dengan yakin, Alfin menganggukkan kepalanya dan percaya dengan apa yang James katakan.
^
"ADITTTTTTT!" teriak lelaki dari lantai bawah.
Adit langsung turun kebawah dengan berlari, "Ada apa sih Kak?" tanya Adit saat berlari ditangga.
BUUUGGGGG "Sejak kapan Kakak punya adik yang tidak punya akal sepertimu!" Aldo menunjuk Adit dengan sangat geram, Aldo mendapatkan kabar dari Tia bahwa Adit bekerjasama dengan Ellena untuk menghancurkan rumahtangga Sheila dan Alfin, dan itu membuat Aldo sangat marah.
"Apa sih Kak!" teriak Adit.
"Apa Kamu bilang? Apa kamu tidak bisa mencintai seseorang yang belum bersuami? dan apa ini cara kamu mencintai orang itu? Kamu pikir jika Sheila berpisah dengan Alfin sekalipun Kamu akan mendapatkannya?" ucap Aldo menatap adiknya dengan sangat marah.
Adit terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan sang kakak, Adit tidak menyangka bila kakaknya tahu segalanya.
"Asal Kamu tahu Dit, sebelum Kakak mencintai istri Kakak, Kakak lebih dulu mencintai Sheila sampai Sheila benar-benar tidak bisa Kakak dapatkan, dan Kakak menggunakan pikiran untuk mencintai Dit! bukan dengan cara menyakitinya! harusnya Kamu belajar itu!" Aldo duduk denga kesal.
"Jadi maksud Kakak, wanita yang selalu Kakak ceritakan itu adalah Sheila?"
Aldo menjawab pertanyaan adiknya dengan tatapan, "Kalau Kamu mencintai seseorang dengan cara yang salah, Kakak akan jamin 100% kalau Kamu takkan pernah memilikinya, mencintai seseorang itu dengan cara yang baik, jika dia tidak menjadi kekasihmu dia akan menjadi temanmu bukan musuhmu." pesan Aldo kepada adiknya.
Adit terdiam lalu tertunduk merasa bersalah jika selama ini dia selalu menggunakan cara yang kotor untuk mendapatkan seseorang yang dia cinta, padahal benar kata Aldo jika mereka berpisah pun belum tentu dia mau bersamanya.
Adit mengusap wajahnya, "Maafkan Adit Kak, Adit baru kali ini mencintai seseorang dan ingin sekali memilikinya."
Aldo menepuk pundak adiknya berharap Adit segera sadar dan kembali kepada Adit yang baik yang dia kenal, "Saat kita melepaskan apa yang bukan menjadi hak kita, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi, yakin itu!" lagi-lagi Adit terdiam mendengar pesan-pesan Aldo.
#Kenapa kemarin tidak up thor 😡😡😡
*Libur istirahat 😉😉😉
#Heleh bilang aja males lu thor 😤😤😤
*Hahahahahah kok tahu 😂😂😂😂😂
#Tahu lah kata ramalan bintang hari ini 😆😆😆
*Bintang kecil apa besar? bundar atau bulat? 😆😆😆
#Kagak jelas lu thor 😈😈😈
*Jelasin aja aku siap denger kok 😂😂😂
#Authoooooorrrrrrrr 😠😠😠😠😠
__ADS_1
*Hahahhahahha 🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃