
Pagi itu Sheila sudah bersiap diri untuk berangkat ke kampus, hari ini adalah hari dimana dirinya harus bernyanyi dihadapan semua orang membuat Sheila sedikit gugup, pintu kamar Sheila terbuka dan masuklah suaminya yang masih tidak rela sebenarnya melihat istrinya harus berduet dengan orang lain, tapi apa boleh buat?
"Mas..." panggil Sheila dengan lembut.
"Hem."
"Aku jadi tidak ingin pergi jika wajahmu seperti itu?" Sheila memasang wajah memelas.
"Tidak apa-apa, Ayo!" Alfin menggandeng tangan istrinya untuk segera pergi.
Hari ini Sheila cukup cantik dengan dres panjang berwarna maroon yang dia kenakan, hati Alfin semakin tidak rela melihatnya.
^
Adit sudah tiba didepan kampus, hatinya saat ini sangat senang sekali hari ini, karena hari ini adalah hari pembalasan dendam kepada Alfin yang dulu sudah mempermalukan dirinya didepan orang banyak, "Sekarang giliranmu!" gumam Adit sambil memegang flasdics ditangannya lalu tersenyum sinis.
Saat Adit berjalan tiba-tiba Adit ditabrak oleh seseorang dengan cukup keras membuat Adit terjatuh kelantai dan falsdics itupun terlepas dari genggaman Adit.
"Maaf Tuan, Saya tidak sengaja." ucap seorang lelaki yang menabrak Adit.
"Ha! bikin kesal saja!" ucap Adit dengan kesal.
Lelaki itu mengulurkan tangannya untuk menolong Adit, Adit berdiri lalu merapikan baju dan mengambil tasnya yang terjatuh. Adit teringat dengan flasdics nya dan mencoba mencarinya, namun Adit tidak menemukannya dilantai.
"Anda mencari ini, Tuan?" lelaki itu mengangkat flasdics yang dicari Adit.
"Ha. benar Tuan." Adit mengambil flasdics itu lalu memasukannya kedalam saku celananya.
"Terimakasih, Tuan. Saya permisi dulu." Adit meninggalkan lelaki itu yang sedang memandang kepergiannya.
Lelaki itu merogoh sakunya lalu mengambil ponselnya, "Giliranmu!" ucap lelaki itu lalu langsung mematikan ponselnya.
^
Seorang wanita cantik sedang berjalan anggun keluar dari apartemennya, wanita itu adalah Ellena yang akan melihat pertunjukan yang sudah sangat dia nanti-nantikan selama ini. Senyum dibibirnya hari ini tidak pernah luntur karena dirinya akan segera mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.
Ellena masuk kedalam mobil dan saat didalam mobil dirinya langsung dibekap dengan sapu tangan oleh seseorang, Ellena tidak bisa melihat siap orang yang sudah membekapnya, Ellena meronta-ronta namun lama-kelamaan tenaganya terasa lemas dan penglihatannya mulai kabur lalu Ellena langsung tidak sadarkan diri.
Orang itu langsung memeriksa tas Ellena, dia memuntahkan isi tas itu dan menemukan benda yang dia cari, setelah itu dia menaruh kembali isi dari tas Ellena.
Orang itu membenarkan tubuh Ellena agar terlihat sedang tidur, dia pun segera turun dari mobil Ellena dan pergi dari parkiran apartemen.
Orang itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, "Beres!" diapun langsung menutup teleponnya.
^
Alfin masuk kedalam kampus sambil bergandengan tangan dengan Sheila, Alfin juga menggendong Inez karena Alfin ingin mereka tahu bahwa Sheila sudah menikah walaupun Inez bukan anaknya.
"Daddy, Mommy hari ini cantik sekali." bisik Inez ditelinga Alfin membuat Alfin merasa geli.
Alfin tersenyum, "Mommy memang cantik, Sayang." Sheila menoleh kearah Alfin.
"Mas, bicara apa tadi?" Sheila ingin mendengarnya sekali lagi.
Alfin memandang Inez dan Inez pun memandang Alfin, mereka lalu tertawa, "Tidak bilang apa-apa kan, Inez?" ucap Alfin sambil mengedipkan satu matanya kepada Inez.
Inez hanya mengangguk sambil tersenyum, "Kalian ini!" Sheila mencubit hidung Inez dengan gemas.
Inez dan Alfin tertawa, mereka bertiga tertawa bahagia membuat para Mahasiswa-mahasiswi iri melihatnya, termasuk Adit yang melihat kemesraan mereka dan membuat hatinya kembali terluka, "Ini terakhir kau bisa tertawa seperti itu boy!" umpat Adit.
Acara kampus akan segera dimulai, semua tamu undangan pun sudah memenuhi kursi yang disediakan untuk mereka. Para tamu undangan adalah orang-orang yang terpenting yang menjadi donatur tetap dikampus itu termasuk Alfin yang menjadi tamu undangan itu, karena Alfin adalah donatur dikampus itu dan Alfin pun mendapatkan kursi istimewa yaitu kursi paling depan, Inez sangat senang bisa duduk didepan.
Emsi acara kampus sudah naik keatas panggung menandakan bahwa acara akan segera dimulai, "Selamat datang semua." suara Emsi membuka acara.
Semua tamu serentak menjawab salam Emsi dengan kompak dan meriah, "Oke para hadirin, kita akan segera memulai acara ini dan acara pertama yaitu sambutan dari para donatur kami, kami persilahkan untuk maju kedepan, Tuan Alfin." Emsi mempersilahkan Alfin untuk maju kedepan.
__ADS_1
"Sayang...duduk sini dulu ya? Daddy mau naik keatas dulu." Inez mengangguk tanda mengerti.
Para siswi semakin iri dengan Sheila karena bisa menjadi istri orang tampan sekaligus kaya itu, "Beruntung banget jadi Sheila, sudah ganteng, tajir pula." gumam siswi yang langsung terpesona saat melihat Alfin saat itu.
"Kalau bentuknya begini, Aku juga mau jadi simpanannya." saut yang lain.
"Gila, Sheil. Suamimu keren abis." ucap Ria yang berada disampingnya saat ini karena dirinya juga akan bernyanyi diacara tersebut.
Telinga Sheila semakin panas mendengar pujaan-pujaan yang dilayangkan untuk suaminya, sedang Adit sangat cemas karena Ellena belum juga datang.
"Selamat untuk kampus ini yang hari ini berulang tahun, terimakasih untuk para donatur dan para siswa-siswi yang sudah membantu acara ini, semoga acara ini berjalan lancar dan berakhir dengan lancar. Jadilah siswa-siswi yang bisa membanggakan kampus. Terimakasih." Alfin berpidato cukup singkat namun padat membuat para tamu begitu terkesan.
Para wanita begitu mengelu-elukan Alfin saat Alfin selesai berpidato, Sheila yang mendengarnya hanya bisa menghembuskan nafasnya karena kesal.
Acara demi acara berlangsung dan saatnya untuk Sheila dan Adit naik keatas panggung untuk bernyanyi, Inez berteriak "Mommy!" saat melihat ibunya naik keatas panggung.
Sheila melambaikan tangan dan tersenyum kepada Inez, para tamu langsung tercengang karena ternyata Sheila sudah menikah, mereka pikir Sheila masih single dan mereka juga berpikir kalau Sheila berpasangan dengan Adit.
"Oke para hadirin dan para siswa semoga kalian menyukai lagu yang akan kita bawakan ini." Adit mulai bersiap begitupun dengan Sheila.
Seluruh Cinta
Menatap kepergian dirimu
Meratap menangis sedih tak tertahan
Terbayang saat bersama
Lewati masa terindah
Saat kau memelukku
Tuturkan cinta
Yang slalu menentramkan perasaanku
Dirimu akan selalu ada
Di sisiku selamanya
Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan segala gerakku
Ku kan slalu memuja mu
Hingga nanti kitakan bersama
Tak sanggup ku memikirnya lagi
Habis separuh nyawaku tangisimu
Tiada lagi bait yang indah
Terdengar merdu terucap
Merayu menyanjungku
Tenangkan jiwa
Kaulah seluruh cinta bagiku
Yang slalu menentramkan perasaanku
Dirimu akan selalu ada
__ADS_1
Di sisiku selamamnya
Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan segala gerakku
Ku kan selalu memuja mu
Hingga nanti kitakan bersama
Tiada cinta yang setulus cinta mu (cinta mu)
Tiada yang sanggup gantikan dirimu
Tiada rasa seindah kasih mu
Tiada yang mampu temani diriku
Kaulah seluruh cinta bagiku
Yang selalu menentramkan perasaanku
Dirimu kan selalu ada
Di sisiku selamamnya
Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan sgala gerakku
Ku kan selalu memuja mu
Hingga nanti kitakan bersama
Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan sgala gerakku
Ku kan selalu memuja mu
Hingga nanti kitakan bersama
Ku kan selalu memuja mu hingga nanti kitakan bersama.
Adit dan Sheila berusaha mempersembahkan yang terbaik, penghayatan mereka pun sangat membuat penonton terhipnotis dan merasa bahwa mereka adalah pasangan serasi, tepuk tangan dari para penonton pun membuat acara itu semakin meriah, Sheila dan Adit sangat senang ketika bisa membuat para tamu senang dan bahagia. Alfin merasa panas hatinya ketika mendengar celotehan-celotehan mulut yang tidak sopan itu.
Selesai bernyanyi Sheila menundukan kepalanya sedikit untuk memberi penghormatan terakhir, Sheila turun dari panggung dan menghampiri suminya lalu duduk disampingnya.
"Maaf para hadirin...Saya ingin menunjukan sesuatu yang mungkin akan membuat kalian merasa senang dan terpukau dengan apa yang akan Saya tunjukan ini, terlebih lagi untuk seeorang yang Saya cintai." Adit menatap Sheila, Sheila segera mengalihkan pandangannya tidak mau malihat Adit.
Adit mengambil flasdisc dan memasangnya dilaptop, Adit menatap Alfin lalu tersenyum sinis kepadanya, Alfin dengan gaya angkuhnya membalas tatapan Adit sambil melipatkan kedua tangannya diatas perutnya.
Saat Adit memencet play, videopun terpampang dan semua para tamu dan siswa lanngsung tertawa sekaligus bingung, Adit bingung karena para tamu dan siswa tertawa harusnya kan mereka tercengang?
Adit lalu menoleh kebelekang, Adit membelalakan matanya karena terkejut dengan apa yang dia putar, sedang Alfin melihat kebingungan Adit dengan senyuman mereka dibibirnya, "Tonton tuh tom&jerry." batin Alfin tertawa puas melihat pertunjukan itu.
#besok lagi ya 😂😂😂
*lanjut aja sih thor nanggung 😕😕😕
#maaf tangan author sudah keriting 😂😂😂
*alesan kamu thor 😬😬😬
#kok tahu 😂😂😂😂
__ADS_1