
Sheila terbangun karna ada yang menepuk nepuk pipinya dan menekannya cukup kuat ternyata Baby Inez, Sheila pun tersenyum dan mengucapkan selamat pagi kepada baby Inez.
Sheila membersihkan wajahnya dan menggosok giginya, setelah semua selesai Sheila menggendong baby Inez untuk bermain dibawah.
Baby Inez sangat aktif ketika diajak bicara ia tersenyum.
ketika Sheila dan baby Inez asyik bermain Alfin turun dan menghampiri baby Inez untuk berpamitan akan ke kantor.
"Dady berangkat dulu ya sayang, jangan rewel oke!" Alfin menggendong baby Inez menuju pintu diikuti oleh Sheila.
"Tolong jaga anak saya!" ucap Alfin yang diangguki oleh Sheila.
Alfin mengembalikan Baby Inez kepada Sheila dan Alfin masuk kedalam mobilnya.
Alfin menurunkan kaca mobilnya dan melambaikan tangannya pada Baby Inez, Sheila menggerakan tangan Baby Inez untuk menjawab lambaian Alfin.
Alfin sampai dikantor para pegawai yang melihatnya langsung membungkukan badan untuk menghormati presdir perusahaan.
Tak ada masalah serius untuk hari ini, tak ada pertemuan penting dan pekerjaan yang mendesak yang mengharuskannya untuk lembur.
Alfin ingin pulang lebih cepat hari ini rasanya dia sudah sangat rindu dengan anaknya.
ya hanya dia yang Alfin punya sebagai tanda kasihnya dengan istrinya.
membayangkan saat istrinya meninggalkannya terkadang membuat pria ini menangis, kenapa harus secepat itu Tuhan ambil nyawa yang sangat dicintainya.
Alfin sangat rindu istrinya rindu sekali.
"Kenapa engkau pergi meninggalkanku secepat ini sayang," Alfin bersandar memejamkan matanya membayangkan kejadian yang membuatnya lunglai tak berdaya.
"Bagaimana aku melanjutakan hidup ini tanpamu baby". gumam Alfin
^
Sedangkan dirumah Alfin, Sheila yang sedang bermain dengan baby Inez dan Bi Tini merasa sangat senang dengan aksi kelucuan yang ditunjukan baby Inez.
mereka sangat gemas dengan keaktifan baby Inez, Sheila pun memvidio baby Inez untuk ia simpan untuk kenang-kenangan nanti.
Entah mengapa Sheila merasa iba dengan anak Alfin ini, ia tak bisa melihat ibunya dari pertama lahir. seketika Sheila teringat dengn keluarganya ia lupa bahwa ia belum mengabarkan keluarganya.
"Bi Tini saya boleh ijin sebentar gak, saya mau menelfon keluargaku saya belum mengasih kabar mereka bahwa aku sudah pindah kerja." ijin Sheila kepada Bi Tini.
__ADS_1
"Silahkan Nak, telfon lah nanti keluargamu khawatir denganmu!" tutur Bi Tini.
Sheila berlalu pergi keteras depan untuk menghubungi keluarganya.
"Assalamualaikum". salam mamah Sheila ketika mengangkat telfon dari Sheila.
"Wa'alaikumsalam Mah, Mamah apa kabar?" ucap Sheila
"Mamah baik, kamu gimana?".
"Sheila juga baik Mah, Sheila cuman mau ngasih kabar ke Mamah kalau Sheila selama 3tahun ini Sheila gak bisa pulang karna Sheila kerja kontrak disini, Sheila sudah pindah Mah bukan direstoran lagi, jadi Mamah jangan cemaskan Sheila dan kasih tahu pada yang lain, tiap bulan pasti Sheila kirim ko Mah," kata Sheila dengan panjang.
"Loh kenapa ko pindah Sheil? apa ada masalah?" tanya Mamah Sheila.
"Tak ada Mah, hanya mengambil kesempatan karna gajihnya lebih besar," jawab Sheila bohong.
"Lama sekali 3tahun kamu tak pulang!" ucap mamah Sheila dengan lemas.
"Maaf Mah yang penting kan aku kerja buat kalian, jangan cemas Mah Sheila akan baik-baik aja!" kata Sheila.
"Baiklah kamu hati-hati ya Nak, apa ibu dan adikmu bisa datang jika nanti adikmu liburan?" tanya Mamah Sheila.
"Iya Nak, baiklah!" kata Mamah Sheila
"Ya udah ya Mah Sheila kerja dulu, jaga kesehatan Mamah jangan cemaskan Sheila ya?" tutup Sheila dengan salam dan dijawab oleh Mamah Sheila.
Sheila kembali ke ruangan bermain dimana baby Inez dan Bi Tini berada.
Sheila hanya memiliki ibu dan seorang adik, ayahnya meninggalkan mereka dengan perempuan lain yang kala itu mamah Sheila tengah mengandung adiknya Sheila sedangkan Sheila masih terlalu dini untuk melihat pertengkaran kedua orangtuanya.
membuat anak Sheila kecil hanya menangis melihatnya.
dan sampai sekarang ayahnya tak pernah menampakan batang hidungnya sekedar melihat anaknya aja tidak.
itulah mengapa Sheila tak bisa sekolah seperti teman-temannya dan tekad Sheila saat ini adalah bekerja untuk mereka agar adiknya bisa merasakan sekolah yang tinggi.
saat ini adiknya kelas 4 SD ia baru berumur 10tahun.
dari kecil Sheila sudah mulai bekerja sendiri dengan menjadi pemulung ataupun mencari sesuatu yang bisa mengahsilkan uang.
Ya itulah kisahnya Sheila sejak kecil ditinggal ayanhnya dari kecil membuatnya dewasa sebelum umurnya, memikirkan sesuatu yang belum waktunya.
__ADS_1
itulah ujian manusia semua sudah memiliki takar ujian yang sudah disiapkan oleh Allah,
yang terkadang tersa berat bagi yang menjalaninya namun menjadikannya kuat.
terkadang seseorang harus merasa putus asa terlebih dahulu sebelum sadar untuk menerima dan melanjutakan perjalanan hidupnya.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
#bantu like ya kaka kaka 😊😊😊
semoga kalian selalu bahagia 😊😊
__ADS_1