
Akhir pekan telah tiba saatnya mengistirahatkan tubuh bagi mereka yang bekerja dikantor-kantor atau tempat-tempat yang meliburkan hari minggu.
begitu pun dengan Alfin, saat ini ia sangat menikmati hari liburnya, Alfin ingin mengajak Inez keluar tapi Alfin rasa masih terlalu dini untuk mengajak Inez keluar rumah.
setidaknya sampai Inez berumur setengah tahun baru dia akan pergi berlibur dengan anaknya itu. memikirkannya membuat Alfin tak sabar menantikan pertumbuhan anaknya.
Saat itu Alfin sedang bersantai sambil menikmati panasnya kopi dibalkon yang ada dikamarnya, ia ingin kekamar Inez tapi bayi itu masih pulas dengan tidurnya, akhirnya dia menyendiri dibalkon kamarnya sambil menunggu anak kesayangannya bangun dari tidurnya.
Pemandangan yang terlihat sangat menakjuban, angin yang terhembus dipagi itu sangat membuat Alfin betah berada dibalkon.
tiba-tiba suara dering ponsel milik Alfin berbunyi. Alfin pun menghampiri hp nya yang berada diatas meja dekat tempat tidur.
"Siapa pagi-pagi begini telfon?!" gerutu Alfin
"Hallo bro!" sapa orang diseberang telfon.
"Dani??dia pakai no indonesia? berarti dia sudah pulang dong, dasar dodol kenapa tidak memberitahuku!" maki Alfin dalam hati.
"Hem, napa kamu pagi-pagi telfon begini ganggu kenyamanan orang saja kau!" maki Alfin.
Diseberang telfon Dani tertawa mendengar jawaban Alfin "Santai bro! emang kamu kagak kangen sama aku?" canda Dani.
"Cih dasar! sepertinya kau senang sekali ada apa?" tanya Alfin
"Kamu gak nanya kapan aku pulang bro, ah elah!" ucap Dani
"Gak penting!" jawab Alfin santai
"Kau memang sahabat menyebalkan fin!" maki Dani, tawa Alfin meledek Dani
"Ketawa saja sampai puas! aku mau kerumahmu ya?" tanya Dani.
"Kerumah saja tumben kamu ijin biasanya juga nylonong aja kaya maling!" ucap Alfin
Dani tertawa "Kan biar sopan bro," tawa Dani.
"Cih sejak kapan kau mengenal kata sopan bung!" kata Alfin
"Sejak aku jatuh cinta padamu baby," ledek
"Jijik aku!" maki Alfin
"Oke baby aku akan otw kerumahmu," dengan suara lembut seperti perempuan membuat Alfin ingin sekali berteriak pada Dani namun percuma saja karna telfonnya sudah dimatikan.
__ADS_1
sedangan Dani sedang tertawa riang karna telah berhasil meledek Alfin sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.
Dari kecil Dani Dan Alfin memang selalu dekat karna dulu mereka bertetangga, mereka terpisah karna masing-masing telah menjalankan perusahaan masing-masing, sejak mereka bekerja mereka jarang sekali bertemu belum lagi Dani yang terkadang jauh lebih lama dinegara orang ketimbang negaranya sendiri.
iya Dani menjalankan perusahaan keluarganya yang berada diluarnegeri dan hanya pulang ke indonesia bila pekerjaannya cukup untuk dia tinggalkan. dan itu paling lama hanya 1bulan saja berada di indonesia bahkan lebih sedikit dari itu.
Seperti saat ini Dani pulang keindonesia karna orang tuanya yang menyuruhnya untuk pulang jika bukan karna mereka Dani pasti masih betah berada disana.
Akhirnya Dani pun sampai dirumah Alfin, pak satpam yang mengenali Dani segera membuka gerbang untuk sahabat bosnya itu.
"Terimakasih pak." kata Dani membuka jendela mobil dan tersenyum kepada pak Budi.
"Sama-sama Den." ucap pak Budi.
Alfin keluar dari mobil dan mulutnya yang tak berhenti untuk bersiul-siul sejak masuk dalam gerbang rumah Alfin sepertinya suasana hatinya saat ini sedang sangat menyenangkan.
Dani mengetuk pintu rumah Alfin, Dani ingin sekali masuk namun sayang pintu itu dikunci oleh sang majikan. terpaksa Dani mengetuk pintu itu berkali-kali.
Sheila yang sedang turun dari tangga yang kala itu ingin kedapur untuk membantu Bi Tini memasak namun ia urungkan karna mendengar suara ketukan pintu.
saat dirinya hendak berjalan kearah pintu Bi Tini juga ingin membuka pintu namun dilarang oleh Sheila karna Sheila tahu Bi Tini pasti sedang sibuk memasak.
"Biar saya aja Bi, Bibi lanjutkan saja memasaknya," kata Sheila
"Baik Nak," ucap Bi Tini.
Dani yang saat itu ingin mengetuk pintu kembali ia urungkan karna pintu itu sudah terbuka dan dia dibuat bingung dengan siapa yang berdiri depan pintu ini.
"C**antiknya, siapa ya jangan -jangan istri Alfin yang baru kali ya, wah kurang ajar nih orang istri baru meninggal dah kawin lagi!" batin Dani.
"Maaf kaka cari siapa?" tanya Sheila membuyarkan lamunan Dani yang dari tadi pintu dibuka telah melamun.
"I-tu cari Alfin, ada kan?" jawab Dani dengan sedikit gugup.
"Oh... silah masuk Kak, saya akan panggilkan Pak Alfin sebentar!" kata Sheila mempersilahkan masuk tamunya Alfin.
"oke!" singkat Dani.
Dalam hati Dani tertawa mendengar Sheila tadi menyebut Alfin dengan sebutan Pak "Alfin sudah kelihatan tua kali ya dipanggil pak sama istrinya" tawa Dani dalam hati.
Dani yang tak tahu kalau Sheila adalah pengasuh dari Inez, menyimpulkan sendiri bahwa Sheila adalah istrinya Alfin.
"T**api masa Alfin kagak ngasih tahu aku kalau dia kawin lagi, wah. .wah. .dia bener-bener kurang ajar milih istri masih bening begitu, enak sekali dia sudah dua kali menikah nah aku masih jomblo abadi, kurang ajar kau Fin awas kau nanti!" rutuk Dani dalam hati.
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
# dukung penulis kaka biar aye semangat 😊😊😊😊 semoga kalian selalu bahagia 😊😊