
Waktu Alfin tau Sheila akan ujian di tempat mengajar dulu, Alfin segera menghubungi Kepala Sekolah dan memintanya untuk menjadi guru untuk ujian sekolah paket B saja.
Awalnya Kepala Sekolah merasa heran dengan keputusan Alfin karna Alfin sekarang sudah bekerja diperusahaan Papahnya, tapi saat Alfin memberi alasan bahwa dirinya rindu mengajar akhirnya Pak Kepala Sekolah mengizinkannya.
Sebelum Alfin pergi mengajar Alfin terlebih dahulu menguhubungi Andri asisten Alfin untuk menghandel pekerjaannya selama 3jam "Halo An, tolong handel dulu pekerjaan saya selama 3jam kedepan ya?" ucap Alfin ditelfon.
"Memangnya bos mau kemana?" tanya Andri ingin tau kegiatan sang bos sampai meninggalkan pekerjaannya.
"Ada urusan bentar, tapi itu selama 1minggu kedepan ya kamu handel pekerjaanku selama 3jam!" perintah Alfin.
"Lama amat bos 1minggu memang ada urusan apa bos?" kepo Andri penasaran
"Urus aja pekerjaan jangan kepoin hidup orang, ntar aku sumpul mulutmu mau?" canda Alfin.
"Sumpalnya pakai uang ya bos," jawab Andri tertawa diseberang telfon.
"Memang otakmu isinya hanya duit ya Ndri!" ledek Alfin dan Andri hanya bisa tertawa mendengar perkataan sang bosnya.
Setelah beberapa menit mengobrol dengan Andri Alfin mematikan telfonnya dan bersiap-siap pergi mengajar, Alfin mengambil kemeja berwarna maroon, selain warna kesukaanya Alfin suka sekali menggunakan kemeja itu, karna dulu sang istrilah yang memberikannya sebagai hadiah ulang tahunnya dulu.
Alfin turun kebawah untuk sarapan sekaligus untuk melihat anak kesayangannya yang sedang sarapan bersama Sheila.
Alfin duduk dikursi meja makan yang berada didepan Sheila dan anaknya, Alfin memperhatikan 2wanita yang ada dihadapannya, tak terasa Inez sudah semakin tumbuh lebih besar padahal rasanya baru kemarin Alfin melihat lahirnya anaknya tapi sekarang dia sudah bisa mengoceh bahasa bayi dan sedang berlatih berjalan semua karna Sheila yang selalu mengurusnya dengan baik.
"Kamu mau berangkat jam berapa?" tanya Alfin pura-pura tidak tau jam ujiannya, karna Alfin tidak memberitahu Sheila bahwa dia yang akan menjadi gurunya nanti.
"Jam 7:30 pak," jawab Sheila sambil menyuapi baby Inez yang semakin lahap makannya.
"Oh..oke!" singkat Alfin
Alfin berdiri dari tempat duduknya karna Alfin sudah selesai sarapan, Alfin menghampiri baby Inez dan mencium pucuk kepala baby Inez untuk pamit akan pergi "Dady pergi dulu ya sayang," pamit Alfin mencium seluruh wajah anaknya dengan lembut dan baby Inez hanya bisa tertawa dengan apa yang Alfin lakukan.
Alfin melihat kearah Sheila yang sedang memperhatikan Alfin pamit dengan anaknya dan seketika mereka beradu pandang, Sheila yang sadar telah memperhatikan Alfin langsung mengalihkan pandangannya untuk menutupi yang sebenarnya dia malu.
__ADS_1
Alfin tersenyum melihat tingkah Sheila yang malu dan membuat hati Alfin berdesir merasakan sesuatu entah itu apa Alfin belum menyadarinya.
"Aku pergi dulu ya Sheil," pamit Alfin pada Sheila dan dijawab anggukan oleh Sheila.
*
*
*
Sheila kaget karna yang menjadi gurunya adalah sang majikannya Sheila bahkan beberapa kali mengucek matanya untuk memastikannya karna saat pak kepala sekolah memperkenalkan Alfin Sheila mendapatkan notifikasi dari keluarganya dikampung jadi dia tak melihat saat Alfin diperkenalkan.
Alfin yang melihat tingkah Sheila hanya tersenyum dan itu semakin membuat Sheila malu dan Sheila langsung menundukan kepalanya saat Alfin melihat kearahnya.
"oke baiklah sekarang kita mulai ujiannya ya". ucap Alfin yang mulai mengambil selembaran kertas ujian dan Alfin berjalan memberikan kertas ujian kepada peserta ujian.
dan saat Alfin sampai di meja Sheila Alfin melihat kearah Sheila dan tersenyum kepadanya namun tidak dengan Sheila dia malah memonyongkan bibirnya karna sang bos terus saja meledeknya " seneng banget kayanya mengerjaiku si bos ini". batin Sheila dalam hati.
"hus Sheila tadi pak Alfin ngomong apaan?". bisik Santi memiringkan kepalanya mendekat ketelinga Sheila.
"gak tau". jawab Sheila dengan berbisik.
"ehem". seketika Santi langsung membenarkan posisi duduknya dan melihat lembaran soal ujiannya karna Alfin mengagetkannya.
"nah sekarang silahkan kalian isi lembaram soal tersebut, selamat mengerjakan". tutur Alfin duduk dikursi guru.
selama Alfin duduk pandangan Alfin terarah kepada Sheila yang sedang fokus menjawab soal ujiannya " dia cantik kalau lagi fokus seperti itu". puji Alfin dalam hati.
Alfin sebenarnya tidak tau mengapa dirinya sampai melalukan ini kepada pengasuhnya, mau menjadi guru untuk ujian kejar paket. Alfin juga tidak tau mengapa akhir-akhir ini selalu memperhatikannya bahkan memujinya dalam hati.
Alfin aja kadang bingung ada apa dengan dirinya saat ini. inginnya dia selalu melihat Sheila itu yang dia lakukan sekarang.
Santi yang tak sengaja melihat kearah depan melihat Alfin yang sedang memperhatikan sesuatu dan Santi mengikuti arah pandangan Alfin dan pandangan itu jatuh pada Sheila "kayanya nih guru ada apa-apa dengan Sheila soalnya daritadi liatin Sheila mulu". terka Santi dalam hati.
__ADS_1
setelah 1jam mengerjakan soal-soal ujian akhirnya mereka selesai dan satu persatu berjalan kedepan untuk mengumpulkan soal ujian yang dikerjakan tadi.
tapi Sheila merasa sangat gerogi saat ini hingga akhirnya dia yang paling akhir maju kedepan dan memberikan soal ujiannya. Sheila maju kedepan dengan menundukan kepalanya "Ahhhhhhhh". teriak Sheila saat kakinya tersandung kaki meja yang ada didepan dan seketika Alfin berlari untuk menangkap Sheila yang akan terjatuh Alfin berhasil menangkap Sheila dan keduanya kini saling pandang.
"cie cie suit suit". teriak para peserta ujian membuat Alfin dan Sheila melepaskan pelukan mereka, Sheila segera kembali ketempat duduknya setelah memberikan lembaran ujiannya kepada Alfin.
demi apapun saat itu Sheila sangat malu rasanya Sheila ingin bersembunyi dilautan agar Sheila bisa menyembunyikan rasa malunya.
Akhirnya setelah 2jam ujian kini mereka bersiap-siap untuk pulang karna untuk hari ini ujian telah selesai mereka kerjakan.
Alfin pamit kepada para peserta dan berlalu ke ruang guru yang ada diujung gedung sekolah ini.
Sheila berjalan keluar ruangan ujian diikuti peserta lainnya, saat Sheila sedang berjalan kearah tempat parkir Sheila menghentikan langkahnya karna ada yang memanggilnya.
"Sheila, tunggu". teriak Santi dan Yeni menghampiri Sheila dengan berjalan cepat.
Sheila membalikan badannya karna memdengar 2temannya memanggilnya.
"his apaan kalian ini kaya dikerjar maling saja berjalan seperti itu". guyon Sheila.
"kamu mau kemana kita makan-makan dulu yuk, sekalian kita ngobrol gitu". ajak Yeni
"aduh maaf temen-temen aku gak bisa karna aku disuruh langsung pulang abis ujian". tolak Sheila pelan.
"yah kok gitu sih, bukannya dikasih libur gitu?". tanya Santi kecewa
"gak San aku cuman diijinin ikut ujian aja abis itu disuruh langsung pulang". jawab Sheila
"yah padahal kan kita mau ngobrol sama kamu Sheil". timpal Yeni
"maaf ya, aku bisa keluar nanti kalau kontrakku sudah habis, nanti kita bisa nongkrong bareng, gimana?". bujuk Sheila.
"kontrak????". ucap Yeni dan Santi bersamaan mereka pun saling pandang karna kaget mendengar ucapan Sheila.
__ADS_1