
Budidayakan baca bismillah dulu sebelum baca 😄😄😄 kalau baik mah pasti Like dan Komen terus Vot 😂😂😂
Wajah Alex terlihat muram saat kembali keistrinya ada Tini dan Sunari berada disitu "Ada apa Mas?" tanya Mayang yang melihat suaminya kembali dengan wajah yang muram.
"Alfin memukul adiknya Aldo tadi." Alex duduk dengan lemas.
Mayang dan yang lain kaget "Kenapa bisa begitu?" tanya Sunari ingin tahu.
"Ha! entahlah. sepertinya Alfin sangat marah besar, saat aku menyuruhnya untuk menjelaskannya padaku dia bilang tidak mau dan mengajak Sheila untuk pulang." tutur Alex.
"Sheila sudah pulang Mas?" tanya Mayang kecewa karena baru sebentar bertemu dengan anaknya.
"Hem." Alex begumam lalu menganggukan kepalanya.
"Keluarga Alfin belum sampai?" tanya Alex yang belum melihat besannya datang.
Mayang menggelengkan kepalanya "Belum,"
"Lalu Fino berangkat sama siapa?"
"Sama Andri, Santi dan Yeni tadi. memang ada apa?" tanya Mayang heran.
"Tidak ada apa-apa hanya tanya saja, kalau tadi Purnomo tahu pasti marah juga." ucap Alex.
^
Sampai dirumah Alfin tidak berbicara kepada Sheila, Sheila akhirnya membuka suara saat melihat suaminya sedang serius menatap laptapnya "Mas..." panggil Sheila pelan.
Alfin tidak bersuara membuat Sheila semakin merasa bersalah, airmata Sheila mengalir "Maafkan aku..." ucap Sheila serak, Sheila menunduk dan menangis.
Mendengar suara istrinya serak Alfin menoleh kearah istrinya, walau sebenarnya hatinya masih dongkol, Alfin mengangkat dagu Sheila untuk melihat kearahnya "Aku melakukannya karena aku mencintaimu. kau paham." Sheila mengangguk.
Alfin menarik nafasnya dan memeluk istrinya "Maafkan atas sikapku tadi. aku begitu emosi ketika melihat lelaki lain menembakmu. wajar bukan?"
Sheila membalas pelukan suaminya dan menangis terisak didada suaminya "Berhentilah menangis. baju Mas basah,"
Sheila mendongak lalu memukul dada suaminya, Alfin tertawa dan menatap istrinya dengan penuh cinta "Jangan membuatku cemburu lagi." ucap Alfin mendekatkan bibirnya kebibir Sheila.
Sheila memejamkan matanya "Mas tidak akan menciummu." Sheila membuka matanya dan Alfin tersenyum saat mata Sheila terbuka.
Wajah Sheila bersemu merah karena malu dengan ulah Alfin, Sheila memonyongkan bibirnya lalu membuang wajahnya "Mas tidak akan menciummu tapi akan memakanmu Beby..." bisik Alfin ditelinga Sheila.
"Ih..." Sheila memukul Alfin namun Alfin dengan sigap menahannya dan menggendong Sheila keranjang tidur.
Alfin menidurkan Sheil dikasur dan Alfin berada diatasnya "Inez?" tanya Sheila teringat akan Inez.
"Sama Mamah dulu kita bikin yang baru." Alfin langsung mencium bibir Sheila dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi 😂😂😂
__ADS_1
^
Dipesta Tia semua masih berjalan lancar setelah kejadian Alfin marah besar, Aldo telah meminta maaf kepada para tamu undangan dan mereka pun mengerti dan melanjutkan acara pestanya.
Adit duduk terdiam dibelakang dengan wajah yang sangat muram "Ha! aku masih tidak percaya kalau Sheila sudah menikah, diakan masih kuliah?" Adit mengusap wajahnya dengan kedua tangannya karena frustasi.
Ellena menghampiri Adit yang sedang menyendiri "Hai..." tanpa permisi Ellena duduk disamping Adit.
Adit menoleh "Siapa kamu? dan kenapa kemari?" tanya Adit ketus.
Ellena tersenyum sinis "Apa kau benar-benar mencintai wanita kampungan itu?" Sheila tidak menjawab pertanyaan Adit.
"Siapa yang kau maksud dengan wanita kampungan?" Adit menatap Ellen dengan tajam.
"Sheila."
"Ha!" Adit memalingkan wajahnya.
"Aku akan membantumu untuk mendapatkan Sheila." Ellena menoleh kearah Adit dan tersenyum.
"Maksudmu?" Adit menatap Ellena dengan penuh tanda tanya.
"Bekerja sama untuk memisahkan mereka, kamu akan mendapatkan Sheila dan aku mendapatkan misiku." ucap Ellena serius.
Adit tambah bingung dengan apa yang Ellena katakan dan dirinya terdiam dengan tawaran Ellena "Kamu tidak mau?" tebak Ellena.
"Kita bekerja sama." Ellena langsung menghentikan langkahnya dan tersenyum sinis, Ellena lalu menoleh kearah Adit.
"Berikan nomermu dan kita akan menyusun rencana." Adit memberikan nomernya kepada Ellena tanpa banyak tanya.
"Terimakasih. aku akan menyusun rencana agar mereka segera berpisah," ucap Ellena lalu pergi meninggalkan Adit dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
"Darimana saja kau?" tanya James yang sedari tadi mencarinya.
"Ketoilet." jawab Ellena.
"Apa kalian melihat anak dan menantuku James?" tanya Novi dan Purnomo sambil menggandeng Inez.
"Ah...Alfin sama Sheila sudah pulanh tante." jawab Ellena.
"Pulang?" Novi mengangkat alisnya.
"Iya tante karena tadi ada kejadian yang membuatnya marah dan langsung pulang." James menajamkan matanya kearah Ellena karena tutur katanya yang akan menjadi pertanyaan panjang Novi dan Purnomo.
Ellena tidak memperdulikan James, Novi dan Purnomo semakin bingung "Memang kenapa dengan Alfin?" tanya Novi.
"Om...Inez mau gendong." Inez merentangkan tangannya kearah James, James begitu senang dan langsung menggendong Inez, rasa rindunya kepada anaknya kini terobati sudah, James memeluk Inez dengan begitu erat.
__ADS_1
"Ada seorang lelaki yang mengatakan perasaanya kepada Sheila mungkin karena tidak tahu kalau Sheila sudah bersuami atau mungkin...dia ganjen dengan laki-laki lain."
Plakkkkk Novi menampar Ellena "Memantuku tidak mungkin seperti itu! jadi jaga bicaramu!" Novi menunjuk Ellena dengan jari telunjuknya.
"Mah..." Purnomo menarik tangan istrinya karena telah menampar Ellena.
Ellena menyentuh pipinya "Awas kau!" geram Ellena didalam hati.
^
"Mas..." panggil Sheila sambil memainkan jari telunjuknya didada Alfin.
"Hem...mau lagi?" goda Alfin.
Sheila langsung menggelengkan kepalanya "Mas..." panggil Sheila lagi.
Alfin mengangkat dagu Sheila dan mencium bibirnya karena gemas istrinya memanggilnya berulang-ulang "Kenapa?" ucap Alfin pelan, tangannya bermain dipundak Sheila yang terbuka.
"Acara kampus bagaimana?" tanya Sheila ragu.
"Bagaimana apanya?" Sheila terdiam mendengar pertanyaan Alfin yang tidak mengerti maksudnya.
"Jangan bilang kalau nanti kamu berduet dengannya diacara kampus nanti?" terka Alfin.
Sheila menganggukan kepalanya "Ha!" Alfin langsung menyenderkan badannya dikepala ranjang.
"Mas akan coba untuk berbicara kepada dosen..."
"Dosen Rina." Sheila melanjutkan ucapan Alfin.
"Maksud Mas itu."
"Terserah Mas saja. aku hanya tidak ingin melihatmu marah lagi," Sheila berucap lirih sambil menatap suaminya dengan penuh cinta.
"Impian kehidupanku banyak Mas, tapi kamu yang terpenting." Sheila mencium pipi Alfin.
Alfin memejamkan matanya merasakan ciuman Sheila yang membuat hatinya selalu berdebar dan berdetak lebih cepat.
Alfin mencium bibir Sheila "Jangan pernah berhenti untuk menjadikanku Impian hidupmu Beby." ucap Alfin.
Alfin menempelkan keningnya dikening Sheila, jari telunjuknya bermain diwajah Sheila membuat Sheila memejamkan matanya karena sentuhan Alfin "Karena kamu juga salah satu dari impian kehidupanku." Sheila membuka matanya setelah Alfin berucap.
Sheila memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya didada suaminya, Alfin memeluk erat istrinya erat seakan takut bila Sheila pergi dari hidupnya "Mas tidak tahu bila hidup Mas tanpa dirimu Beby...Mas pernah merasakan kehilangan, tapi merasakan cinta seperti ini rasanya baru merasakannya denganmu." Alfin memeluk istrinya sambil mengusap rambut Sheila.
(besok lagi 😄😄😄 aing mau tidur 😂😂 kalau kebangun garap Hasan Alfatar kalau enggak ya sudah 😅😅
Salam bahagia dam sukses bersama 😚😚😚😚
__ADS_1