
Alfin tiba-tiba duduk dan merangkul pundak adiknya, membuat Fino sempat kaget karna perbuatan Alfin "Aapan sih Kak! bikin kaget aja!" kesal sang adik.
"Kalian ngomongin apaan? kayanya seru!" Alfin tak menghiraukan ocehan adiknya.
"Kita akan ngedate, mau ikut gak?" saut Dani.
Alfin menyipitkan matanya "Ngedate? sama siapa kalian ngedate?" tanya Alfin heran.
Para pria serempak menunjuk wanita-wanita yang kini sedang duduk tidak jauh dihadapan mereka, Alfin mengikuti arah telunjuk teman-temannya. Dan Alfin langsung paham "Bagus lah," komentar Alfin.
"Kamu gak ikut bos?" tanya Andri.
Alfin berfikir sejenak "Hem...aku tidak yakin," Alfin merasa ragu, karna Alfin tidak tau Sheila mau atau tidak.
Tiba-tiba Sheila datang dan duduk di sela-sela temannya, tepatnya disisi Hevi dan Sheila memeluk Hevi dan menyenderkan kepalanya dipundak Hevi "Kau ini! datang langsung nyender! makanya punya pacar biar bisa buat senderan!" kesal Hevi namun tetap memeluk pundak Sheila.
"Kaya kamu punya aja!" saut Sheila.
"Cih kau ini!"
"Diam Mba! aku lagi kesal sama orang!" mendengar perkataan Sheila membuat Alfin menahan tawanya.
"Kesal sama siapa?" tanya Hevi.
"Tau!" acuh Sheila. "Sama bos yang menyebalkan itu! aaaa aku pingin berteriak saat ini!" batin Sheila.
"Cih!"
Sheila semakin mengeratkan pelukannya, rasanya nyaman banget buat Sheila bersandar dipundak sahabatnya yang selalu berada disisinya sampai saat ini.
Yeni ikut memeluk Santi karna melihat Sheila memeluk Hevi membuatnya iri "Idih! ngapain nyender-nyender!" Santi menaik-turunkan pundaknya karna Yeni tiba-tiba menyender dipundaknya.
"Ih kamu itu! aku kan pingin meluk kamu kaya Sheila meluk Hevi," Yeni memonyongkan bibirnya.
"Ogah! nyender aja sama pacar sana!" tolak Santi.
Fino yang melihat kegaduhan mereka langsung menyaut "Nyender sini aja Yen!" Fino menepuk-nepuk pundaknya, Yeni menunduk dan malu.
__ADS_1
Alfin dan yang lain tertawa melihat kegaduhan yang dibuat Yeni, Andri tiba-tiba mendekatkan diri ke Alfin dan membisikan sesuatu "Gimana tentang perjodohan Sheila bos?" bisik Andri yang tidak didengar siapapun.
Alfin tersenyum dan melingkarkan jari telunjuk dan ibujarinya, membuat Andri bingung "Maksudnya apaan bos?" tanya Andri dalam bisikannya.
"Mamah akan membantuku," bisik Alfin, Andri ikut senang mendengar jawaban Alfin, itu artinya bosnya tidak jadi galau lagi.
Mayang dan Alex menghampiri anaknya yang berada ditaman, Mayang berdiri dipintu dan melihat Sheila tengah tertidur dipundak Hevi "Loh Sheila tidur Hev?" tanya Mayang, padahal tadinya Mayang mau bicara sama Sheila.
Mendengar perkataan ibunya Sheila itu, Hevi menunduk dan melihat Sheila "Wah bener Bu, dia tidur, enak banget ya!" terkejut Hevi.
Mayang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, Mayang menyuruh Hevi untuk membangunkannya namun dihalau oleh Alfin "Biarkan saja Bu, mungkin dia lelah," ucap Alfin.
"Lah masa mau tidur begitu terus? kan kasihan Hevi," saut Mayang.
"Biar Alfin yang bawa Sheila kekamar Bu, bolehkan?" Alfin meminta ijin kepada Ibu Mayang.
Mayang mengernyitkan keningnya dan berfikir sejenak "Apa tidak merepotkan Nak Alfin?" tanya Mayang merasa tidak enak, pasalnya Alfin adalah bos Sheila.
Alfin tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Tidak Bu," dalam hati Alfin sangat senang.
"Tapi kan Ibu gak enak, Nak Alfin kan bos disini," ucap Mayang.
"Sudah..biarkan Alfin saja yang menggendongnya, aku yakin Alfin bukannya repot tapi justru sangat senang, ya gak Fin!" celoteh Alex membuat wajah Alfin bersemu merah karna malu.
"Paman ini bisa aja," Alfin berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Sheila, lalu dengan cepat tubuh Sheila sudah berada digendongan Alfin, Alfin berpamitan kepada semua orang dan membawa Sheila kekamarnya.
sampai dikamar baby Inez, Alfin menidurkan Sheila disamping baby Inez, Alfin memandangi wajah Sheila yang tengah tertidur pulas, Alfin tersenyum dan mengusap-usap pipi Sheila dengan lembut "Kenapa aku bisa merasakan ini padamu? kamu tau rasa ini tak pernah ada sebelumnya, tapi kini aku merasakan yang lebih dari apa yang pernah aku rasakan dulu, aku sakit ketika mendengar kabar kau akan dijodohkan, apa kamu juga merasakan hal yang sama sepertiku?"
Alfin merebahkan diri disamping Sheila, lalu mendekatkan bibirnya ditelinga Sheila "Aku Mencintaimu, jangan tinggalkan aku." bisik Alfin, lalu Alfin bangun dan pergi dari kamar anaknya kembali keteman-temannya.
"Kalian mau istirahat gak, dah malem soalnya," tanya Alfin kepada teman-temannya Sheila saat sudah sampai ditaman.
"Kita tidur dikamar mana?" tanya Hevi.
"Ayo aku tunjukan," Alfin berjalan dan iikuti oleh teman-teman Sheila, ibu Sheila pun ikut dibelakang Alfin.
"Nah kalian bertiga tidur sini, cukup kok," Alfin membuka kamar yang ada disamping kamar Sheila, dan diangguki oleh teman-teman Sheila.
__ADS_1
"Nah Ibu disini ya, ini kamar Sheila selama Sheila kerja disini," Alfin giliran membuka kamar Sheila.
Mayang melihat kamar Sheila yang lumayan besar itu, namun Mayang bingung karna tidak mendapati Sheila dikamar itu "Loh, Sheilanya mana Nak Alfin?" tanya Mayang.
"Sheila dikamar itu Bu, tidur sama Inez anak saya," Alfin menunjuk kamar Inez. Mayang mengangguk mengerti.
"Ya sudah, Ibu mau panggil Fiko dulu biar dia istirahat bareng ibu," Mayang lalu turun kebawah setelah Alfin menganggukan kepalanya.
Alfin juga turun kebawah untuk mengajak teman-temannya untuk istirahat "Ayo bro! kita tidur! Paman Alex tidur diruang utama ya Paman," ucap Alfin ketika sampai diruang keluarga, dimana teman-temannya dan Alex berada.
"Siap bos, aku juga sudah mengantuk sekali!" Andri dan yang lain bangkit.
"Oh ya bos, Bibi gak pulang kesini?" tanya Andri yang tidak melihat kehadiran Bibi Tini itu.
"Gak, cuti seminggh buat berkumpul sama keluarga," jawab Alfin sambil berjalan.
"Lah terus yang bersihin ini rumah siapa nanti Fin?" saut Dani yang berjalan dibelakang Alfin dan Andri.
"Kamu sama Andri ntar!" saut Alfin membuat Andri dan Dani membulatkan matanya.
"Sial kau bos!" Andri memukul lengan Alfin.
Semua tamu telah beristirahat dikamar yang telah ditentukan, mereka terlelap dalam gelapnya malam yang sudah meliputi bumi, berharap memimpikan mimpi yang indah agar mereka bisa tenang dalam tidurnya, namun lain dengan Alfin yang tidak bisa memejamkan matanya, Alfin meihat kearah teman-temannya yanh sudah terlelap dalam tidurnya.
Alfin bangun dan berjalan menuju balkon yang ada dikamarnya, Alfin berdiri melihat dan menatap langit yang terdapat bintang-bintang yang sedang memamerkan keindahannya. Alfin menghela nafasnya dan menghembuskannya menikmati setiap nafas yang diberikan sang Pencipta untuknya.
Alfin memejamkan matanya, saat mata terpejam bayangan wajah seseorang yang kini mengisi hatinya hadir dengan senyuman indahnya, Alfin menikmati bayangan itu "Kenapa aku bisa segila ini memikirkanmu." Alfin mengacak-acak rambutnya dan tersenyum membayangkan wajah Sheila dalam benaknya saat ini.
(besok lagi 😁😁😁)
#jangan pernah bosan buat mampir dikarya author yang receh ini kaka-kaka 😊 maaf jika banyak typo ataupun salah dalam kata-kata, author perlu kritik dan saran kalian 😚😚
Hari ini author kasih visual Sheila dan Alfin dulu ya, yang lain nusul 😁😁 cocok gak ???
Alfin
__ADS_1
Sheila