
Ellena menatap Sheila dengan tatapan tidak suka dan Sheila pun tahu akan hal itu "Mas Sheila kekamar dulu ya?" bisik Sheila ditelinga Alfin.
"Mau ngapain?" tanya Alfin sambil berbisik.
Sheila terdiam enggan untuk menjawab pertanyaan suaminya, karena Sheila tidak mempunyai alasan untuk itu "Malas melihatnya!" batin Sheila yang menjawabnya.
"Temani Mas disini," ucap Alfin lirih lalu memeluk pinggang istrinya.
"Ngomong-ngomong anakmu mana Fin?" tanya James yang sudah tidak sabar melihat anaknya.
"Dia dirumah neneknya, besok baru diantar pulang. Ibuku ingin tidur dan bermain dengan Inez katanya," tutur Alfin, membuat James kecewa.
"Oh...apa aku dan kekasihku boleh menginap disini?" tanya James.
Alfin terdiam sejenak "Tentu...kenapa tidak!" jawab Alfin lalu memandang istrinya sekilas.
"Lebih baik kita makan malam bersama, kebetulan tadi saya sudah memasak," ajak Sheila membuat James terkesiap.
"Kamu yang memasaknya?" tanya James.
"Hem." jawab Sheila.
"Waw...kau mempunyai istri yang serba bisa ya Fin!" puji James.
"Jangan ditanya!" jawab Alfin dengan gaya sombongnya, membuat Sheila menggelengkan kepalanya.
Merekapun akhirnya pergi kemeja makan untuk makan malam bersama, Sheila menyiapkan segala keperluan suaminya dari mengambilkan nasi dan yang lainnya.
James memerhatikan Sheil tanpa berkedip, James merasa kagum dengan kedewasaan dan perhatiannya kepada Alfin, dan Alfin pun sesekali melihat James yang selalu memperhatikan istrinya, membuat hatinya kesal namun ditutupi.
"Ayo makan!" ucap Alfin menyadarkan pandangan James.
Sedangkan Ellena selalu mengumpat Sheila didalam hatinya "Shit! kenapa aku harus merasa marah seperti ini! sial!" kesal Ellena didalam hatinya.
Saat makan Ellena sering memperhatikan Alfin "Apa secepat itu Alfin melupakanku?" tanya Ellena dalam hati.
Sheila pun melihat Ellena yang sedang memperhatikan suaminya yang sedang fokus makan "Kenapa wanita itu selalu memperhatikan Mas Alfin?" batin Sheila.
Sedangkan Alfin terus memperhatikan James yang sedang memperhatikan Sheila "Shit! minta dihajar kamu James!" umpat Alfin dalam hati.
Saat selesai makan, Sheila membereskan meja dan piring kotor dibantu Sita, sedangkan Alfin menyuruh James untuk keruang keluarga "Maksudmu apa daritadi lihatin istriku!" tangannya dia masukan kesaku celananya memperlihatkan ketegasannya.
James terkejut dengan pertanyaan Alfin karena telah memergoki dirinya yang sedang memperhatikan Sheila "Gak usah berlebihan! lagian gak mungkin James lihatin istrimu! wanita kampungan kaya gitu, mungkin James jijik lihatnya!" saut Ellena membuat Alfin dan James menahan marah.
"Tutup mulutmu! aku tidak sedang berbicara denganmu!" Alfin menunjuk Ellena dengan geram.
"Maafkan aku Fin, aku...aku tidak bermaksud seperti apa yang kamu pikirkan, aku hanya kagum melihatnya, sepertinya dia lebih baik dari Angel," ucap James menjelaskan.
__ADS_1
Alfin mendengus kesal "Dia memang lebih baik dari Angel! bahkan dia tidak pernah berbagi ranjang dengan siapapun!" ucap Alfin penuh maksud.
James dan Ellena terkejut dengan kata-kata Alfin, James dan Ellena pun saling pandang dengan sedikit kegugupan menyelimuti mereka "Apa Alfin sudah mengetahuinya?" batin James.
"Gak mungkin Alfin tahu!" batin Ellena.
Alfin melihat raut wajah James yang terlihat gugup dan Alfin menyimpulkan kalau kata-katanya tepat menyinggung James "Ha! sudah lah kalian kekamar dan istirahatlah!" Alfin pergi meninggalkan James dan Ellena diruang keluarga yang sedang syok satu sama lain.
^
"Sudah Beby. Ayo kita kekamar, biar Sita lanjutin," perintah Alfin.
"Ta..."
"Iya sudah sana, biar aku aja." ucap Sita yng sudah tahu Sheila akan berbicara apa.
"Makasih ya Sita aku tinggal dulu, setelah itu istirahat," perintah Sheila sebelum pergi.
Sita tersenyum dan menganggukan kepalanya "Hidupmu beruntung banget Sheil.." batin Sita.
Sheila menghampiri Alfin yang masih menunggunya ditangga, Alfin menggandeng tangan Sheila dengan erat "Nanti tanganku patah kalau kamu gandengannya kaya gini," mendengar ucapan Sheila, Alfin langsung mengendurkannya sambil tertawa kecil.
Sampai dikamar Sheila langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Alfin menghubungi Novi untuk menanyakan kabar Inez.
"Hallo Mah!" salam Alfin ketika sambungan Video callnya tersambung.
"Inez sudah tidur Mah?" tanya Alfin.
"Sudah...nih!" Novi mengalihkan cameranya kearah Inez, nampaklah Inez tengah tertidur pulas.
"Ya sudah kalau sudah tidur, Alfin juga mau istirahat dulu, Mamah juga istirahat ya," ucap Alfin.
"Iya sayang! jangan lupa bikin cucu lagi untuk Mamah," bisik Novi membuat Alfin tertawa kencang.
"Kalau itu Alfin tidak akan lupa Mah," ucap Alfin sambil tertawa.
Setelah mengobrol Alfin pun mematikan teleponnya, Sheila keluar dari kamar mandi "Sepertinya senang sekali?" tanya Sheila yang melihat wajah suaminya bahagia.
"Habis video callan sama Mamah Beby," Alfin mendekat kearah Sheila dan memeluknya dari belakang.
"Inez?" tanya Sheila.
"Dia sudah tidur sayang," bisik Alfin ditelinga Sheila.
"Mas..." panggil Sheila.
"Ada apa?" Alfin membalikan badan Sheila agar berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Em...ta-di kayanya Ellena lihatin kamu terus," ucap Sheila cemberut.
Alfin tersenyum "Cemburu?" ucap Alfin.
"Menurutmu!" kesal Sheila.
Alfin tertawa kecil lalu memeluk Sheila "Mas sudah cukup punya kamu, jadi jangan cemaskan apapun hem," ucap Alfin.
Alfin menatap Sheila dan perlahan bibir mereka pun bertemu dan akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi (bayangin sendiri aja 😂😂)
^
Dikamar tamu James masih memikirkan perkataan Alfin "Apa Alfin sudah tahu hubungan kita?" tanya James tanpa menatap Ellena.
Ellena menghembuskan nafasnya "Aku merasa seperti itu! tapi kalaupun tahu mau apa karena Angel yang dia kenal sudah mati dalam pikirannya," ucap Ellena tersenyum sinis.
"Tapi aku akan tidak punya muka dihadapan Alfin," James mengusap wajahnya kasar.
Ellena tertawa mendengar kata-kata James "Tidak punya muka dihadapan Alfin apa kamu takut tidak punya muka dihadapan Sheila?" sindir Ellena.
"Bicara apa kamu!" kesal James.
Ellena tertawa sinis "Kamu suka sama wanita kampungan itu?" Ellena menatap James dengan tajam.
"Tidak usah berpikir macam-macam!" elak James.
Ellena mendengus kesal lalu membaringkan tubuhnya membelakangi James, James tidak peduli dengan kekesalan Ellena dirinya beranjak dan pergi kekamar mandi.
James mencuci mukanya lalu menghadap cermin, perkataan Alfin masih mengganggu pikiran James saat ini, James berusaha menghilangkannya dan bersikap seperti biasanya. James pun segera tidur untuk menghilangkan kekhawatirannya.
^
Saat tengah malam Sheila terbangun dari tidurnya, Sheila melihat kesamping dirinya tersenyum melihat suaminya tengah tertidur pulas, Sheila mencium pipi suaminya, hal yang jarang Sheila lakukan saat Alfin terjaga namun saat Alfin tertidur Sheila selalu rutin melakukannya.
Sheila mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai dan memakainya kembali, Sheila turun kebawah untuk mengambil minum karena tenggorokannya saat ini terasa kering sekali.
Sampai didapur Sheila meminum airputih yang sudah dia tuang didalam gelas, Sheila duduk dimeja makan untuk beberapa saat, Sheila menyandarkan badannya dikursi sambil melipat kedua tangannya diatas perutnya.
Pikiran Sheila masih terbayang saat Ellena begitu memperhatikan suaminya saat makan malam berlangsung " Apa dia suka dengan Mas Alfin?" tanya Sheila dalam batinnya.
"Aku heran sama Alfin! bisa suka sama wanita kampungan sepertimu!" ucapan seorang wanita membuat Sheila kaget Sheila pun berdiri dan melihat kearah wanita yang ternyata Ellena.
Mereka beradu pandang satu sama lain, mata Ellena mengandung kebencian sedangkan Sheila mengandung pertanyaan yang menunggu jawaban.
(besok lagi 😂😂)
jangan lupa bahagia kakak-kakak dan jangan lupa Vot biar author juga bahagia 😂😂😂
__ADS_1