Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
aku??


__ADS_3

Dikontrakan, Hevi merasa bingung dan aneh dengan sikap bosnya Sheila "Kok bos Sheila perhatian sama Sheila ya?" gumam Hevi yang sedang duduk didepan tivi.


Tapi Hevi juga merasa senang bila Sheila bisa bertemu dengan bos yang baik dan bekerja dengan nyaman.


^


Sheila sudah mengikuti ujian paket B, dan tahun depan dia bisa mengikuti ujian paket C.


Sheila merasa senang sekaligus sedih, senang karna sebentar lagi dia akan mempunyai ijasah SMP dan sedihnya dia tidak bisa bertemu dengan Yeni dan Santi lagi. Kemarin mereka berpamitan dengan penuh haru, baik Sheila, Yeni dan Santi saling memeluk dan menangis saat masa ujian telah berakhir, itu artinya mereka tak bisa berjumpa lagi untuk setahun kedepan.


"Sudah lah kan kita masih bisa berkomunikasi lewat handphone," tutur Sheila menco tersenyum kepada teman-temannya.


"Iya Shel, kita harus slalu sering kasih kabar ya?" ucap Santi sambil menghapus airmatanya.


"Huuu aku sedih dah Sheil, kita gak bisa bertemu dan ngobrol lagi," ucap Yeni


"Kan kita bisa mengobrol lewat handphone Yen, tenang saja," Sheila mengusap-usap pundak Yeni yang sedang menangis.


Setelah mereka berdrama dengan saling peluk saling memberikan motivasi dan saling hibur satu sama lain, mereka pun akhirnya pulang ketempat masing-masing.


^


Dimeja makan saat Sheila ingin menyiapkan sarapan untuk baby Inez, Alfin turun dari atas dan duduk dimeja makan lalu mencium pipi anaknya "God morning Baby," salam Alfin kepada anaknya.


Baby Inez hanya tertawa riang mendengar suara Alfin, Alfin pun ikut tertawa karna mendengar anaknya yang sangat menggemaskan.


Sheila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat ayah dan anak itu tertawa canda ria.


Setelah bercanda dengan anaknya Alfin membalikkan piring yang ada didepannya karna Alfin sudah sangat lapar dan ingin segera sarapan "Sheil.." panggil Alfin.


Sheila yang sedang menyuapi baby Inez menghentikan kegiatannya dan menatap Alfin yang memanggilnya "Iya, ada apa Pak?" tanya Sheila.


"Tolong ambilkan aku sarapan," Alfin menyodorkan piring kosong kehadapan Sheila sambil tersenyum.


Sheila melihat piring kosong yang disodorkan kepadanya "*A*ku jadi pengasuh bapaknya juga sekarang?" protes Sheila dalam hati namun tetap menjalankan perintah Alfin.


Sheila mengambil makanan yang diminta oleh Alfin dengan hati-hati karna Sheila tidak mau jadi berantakan, namun Alfin dengan santainya memandangi Sheila yang sedang fokus mengambil makanan untuknya sambil sesekali tersenyum, entah apa yang ada dipikirannya.

__ADS_1


Setelah selesai mengambil makanan untuk Alfin, Sheila memberikan piring yang sudah berisi makanan kepada Alfin "Silahkan dinikmati Pak," ucap Sheila malas.


Alfin menerima piring dengan tersenyum "Terimakasih." ucap Alfin sambil tersenyum.


"Kamu juga jangan lupa sarapan!" sambung Alfin.


Sheila hanya mengangguk mendengar perkataan Alfin dan untuk sekian kalinya Alfin tersenyum kepada Sheila.


^


Sore harinya Sheila memandikan baby Inez, dan memakaikan gaun yang sangat cantik, gaun itu dilengkapi dengan pernak-pernik kecil disekitar ujung gaun dan leher, membuat penampilan baby Inez menjadi baby yang elegan apalagi dengan warna gaun biru terang menjadikan baby Inez sangat anggun dan cantik.


Sheila tersenyum puas melihat penampilan baby Inez "Kamu sangat cantik, ibumu pasti sangat cantik," puji Sheila tersenyum puas dan melihat penampilan baby Inez dari tepi ranjang.


Alfin masuk kedalam kamar anaknya, Alfin terkejut melihat penampilan anaknya yang sangat menawan itu "Wah anak Dady cantik sekali," puji Alfin dan baby Inez tertawa melihat kedatangan Dadynya.


"Sheil, siapkan pakaianku juga ya," perintah Alfin pada Sheila.


"Jadi sekarang aku menjadi pengasuh anak dan bapak, sabar Sheila sabar." protes Sheila dalam hati.


Sheila memlihi jas berwarna biru cerah "Ha...ini kan cocok sama baby Inez, awas aja kalau protes!" gumam Sheila lalu tersenyum dan menaruh jas yang sudah dipilihnya diatas tempat tidur Alfin, Sheila juga membuka lemari yang berisi kemeja-kemeja, Sheila memilih kemeja warna putih dan dasi kupu-kupu berwarna biru senada dengan jasnya.


Saat Sheila sedang menaruh pakaian Alfin diatas tempat tidur, Alfin masuk kedalam kamar tanpa disadari oleh Sheila "Astagfirullah!" Sheila beranjak mundur karna kaget melihat Alfin sudah berada didalam kamar.


Alfin terkekeh melihat Sheila yang sedang kaget membuat tingkahnya sangat lucu, Sheila yang melihat Alfin terkekeh justru kesal dan mengerucutkan bibirnya "Sudah selesai, saya permisi," Sheila kesal dan ingin berlalu dari kamar Alfin namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Alfin.


"Duduk sini, kamu juga harus bersiap-siap!" perintah Alfin membuat Sheila berbalik dan menatap Alfin heran.


"Bapak ini gimana? kalau aku duduk terus aku siap-siapnya bagaimana?" Sheila yang sedang kesal bertambah kesal mendengar perintah Alfin.


Belum menjawab pertanyaan Sheila pintu kamar diketuk oleh Bi Tini, Alfin pun membuka pintu dan melewati Sheila yang masih mematung ditempatnya "Ada apa Bi?" tanya Alfin.


"Ada tamu Den, katanya disuruh Aden kesini, katanya lagi sih perancang busana Den dan make up Den," jawab Bi Tini.


"Oh, suruh masuk kekamar Alfin ya Bi!" perintah Alfin dan diiyakan oleh bi Tini.


Alfin kembali masuk tanpa menutup pintu "Orang-orang suruhanku sudah datang, kamu yang nurut ya, jangan membantah mereka," ucap Alfin sambil tersenyum.

__ADS_1


"Maksud Bapak?" tanya Sheila penasaran.


Alfin hanya tersenyum tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Sheila yang membuat Sheila justru kesal "Maksudnya apa coba." tanya Sheila dalam hati.


"Permisi." salam seseorang didepan kamar Alfin.


"Masuklah!" suruh Alfin kepada orang-orang yang telah dipesan Andri untuk mambantu Sheila berdandan.


Sheila bingung dan menatap Alfin dengan tatapan penuh tanda tanya, yang ditatap hanya tersenyum tipis membuat Sheila semakin bingung.


"Siapa yang akan kami rias Tuan Alfin?" tanya seorang make up tersebut.


"Ini!" Alfin menunjuk Sheila dengan jari telunjuknya membuat Sheila kaget dan bingung.


"Aku?" Sheila menunjuk dirinya dengan jari telunjuk yang mengarah kedadanya.


Alfin mengangguk dan tersenyum, Sheila ingin protes namun Alfin lebih dulu mengancamnya "Jangan membantah! " perintah Alfin


Sheila menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menuruti perintah bosnya dengan berat hati Sheila berjalan kearah orang-orang yang ingin meriasnya "Kenapa aku dirias segala coba, Ya Allah ribet amat, kan aku tinggal pakai gamis saja sudah." protes Sheila dalam hati.


Alfin tersenyum senang dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri "Aku mandi dulu ya," ucap Alfin sebelum masuk kekamar mandi yang berada dikamar Inez, Alfin juga membawa baju gantinya kekamar Inez.


Sheila tak menjawab perkataan Alfin karna hatinya saat ini sedang kesal dengannya. Alfin justru tersenyum melihat tingkah Sheila yang sedang kesal.


*


*


*


*


*


*


#jangan lupa like dan komen 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2