Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Kontrak?


__ADS_3

Alfin memberikan kertas itu kepada Sheila dan menyuruhnya untuk tanda tangan.


Sheila kelihatan bingung saat Alfin menyerahkan kertas itu kepadanya, ya karna dari dulu ketika Sheila akan bekerja ia tak pernah menerima kertas seperti ini.


"*U*ntuk apa ini?" tanya Sheila dalam hati.


"Maaf pak ini maksudnya apa ya pak?" tanya Sheila.


"Ini surat kontrak untuk kamu bekerja disini, kamu tanda tangani dulu lalu kamu boleh membacanya dikamar nanti, aku tak punya banyak waktu!" jawab Alfin dengan mata yang beralih ke arah laptap kembali.


"*Ko*ntrak? aku mau dikontrak gitu, tapi untuk apa? his apa lah ini, mau mundur tapi dah maju, kenapa harus dengan kontrak?" tanya Sheila dalam hati.


Sheila pun akhirnya menuruti permintaan Alfin untuk menandatangi surat kontrak tersebut walaupun sebenarnya Sheila masih bingung dengan semua ini, mengapa dirinya harus dikontrak segala.!


Sheila pun akhirnya berdiri dan pamit kepada Alfin untuk membaca isi surat kontrak tersebut.


Sheila keluar dari ruangan Alfin dengan perasaan yang sulit diartikan.


ia menuruni tangga secara perlahan, Sheila hendak menemui Bi Tini untuk menunjukan dimana kamarnya, karna kini Sheila merasa sangat lelah sekali.


Bi Tini pun menunjukan dimana kamar Sheila disebelah kamar Dede bayi alias anaknya Alfin.


agar ketika ada apa-apa Sheila segera datang. karna tugasnya adalah penjaga dan pengasuh anak dari Alfin.


Sheila masuk kedalam kamarnya dan disamping tembok kamarnya ada pintu untuk menyambung kekamar Dede bayi.


perlahan Sheila membuka pintu tersebut ia berjalan mendekati keranjang bayi yang ada didekat tempat tidur.


"Cantik sekali, pasti ibumu juga sangat cantik." gumam Sheila yang terus memandangi dede bayi yang tertidur pulas.


"Sister tinggal dulu ya, Sister mau baca surat kontrak dari dadymu dulu ya cantik." ucap Sheila kepada bayi yang masih tertidur.


Sheila pun berjalan keluar dari kamar bayi itu ketempat istirahatnya.


Sheila lalu mengambil surat kontrak yang ada diatas meja yang tadi dia letakan di atas meja.


Sheila membuka perlahan map yang ada ditangannya, dia sudah siap membacanya.


 


"Surat Perjanjian"


 


Yang bertanda tangan disini saya Alfin Purnomo Said menuliskan surat ini untuk pekerja saya Sheila yang akan mengasuh dan menjaga anak saya dengan sebaik-baiknya


dan Sheila harus tunduk patuh kepada perintah saya sebagai pihak pertama yang harus dipatuhi dan dijalankan.

__ADS_1


Sheila akan mendapatkan gaji sebesar 6juta dalam sebulan.


Dilarang memukul dan memarahi anak saya.


Mengajarkan sesuatu yang baik kepada anak saya.


Tidak membawanya keluar tanpa seijin saya.


Tidak memberikan makanan sembarangan kepada anak saya.


Pengasuh tidak boleh pulang selama 3tahun.


Menuruti semua perintah saya.


Dilarang meminta berhenti sebelum 3tahun.


Jika pengasuh pergi sebelum 3tahun maka ia akan didenda dengan denda sebesar 10× dari gajihnya perbulan.


Setelah kontrak 3tahun selesai pengasuh boleh pulang dan kembali setelah 1bulan pulang.


Jika pengasuh melanggar aturan-aturanku akan mendapatkan sanksi dariku.


Demikianlah surat ini dibuat untuk kesepakatan bersama.


 


 


pihak pertama pihak kedua


Alfin Purnomo Said Sheila putri


*


*


*


"Apa! jadi aku tidak akan pulang selama 3tahun?" Sheila menepuk keningnya sendiri.


"Aduh bagaimana bisa begini lalu bagaimana aku menjelaskan kepada keluargaku dirumah!" ucap Sheila dengan lemas


"Kerjaan apalah ini harus dengan kontrak segala! hi...pusing saya Ya Allah bagaiman ini, ini mah aku dijebak kalau begini, dasar Pak Alfin gila!" umpat Sheila yang langsung terpaku saat mendengar suara orang yang menyauti perkataanya.


"Siapa yang gila?" tanya Alfin dengan tatapan yang ingin meledeknya.


"Eh Papak...gak ko pak bukan siapa-siapa saya lagi belajar akting aja tadi, siapa tahu saya jadi artis,he," jawab Sheila dengan sedikit gugup karna ketahuan sedang mengumpat bosnya.

__ADS_1


"Eh tapi tunggu kenapa pak Alfin masuk kemarku, jangan-jangan ia akan melakukan sesuatu! ah tidak tidak!" pikir Sheila yang sedang memikirkan apa yang akan terjadi menurut pemikirannya.


"Kenapa kamu geleng-geleng seperti itu, jangan pikir kamu sedang berpikiran macam-macam kepadaku!" tebak Alfin dengan santainya.


"*E*h napa ini orang tahu saja apa yang aku pikirkan, dia punya indra ke enam kah, halah matilah aku!" ucap hati Sheila.


"Hehehe ko tahu pak, lagian bapak ngapain kekamar saya tanpa ketuk pintu pula kan saya kaget hehe," kata Sheila dengan senyum paksa.


"Bosnya disini kamu atau aku?" tanya Alfin


"Hehe iya Bapak lah bosnya, kalau gitu saya permisi Pak lakukan saja apa yang Bapak mau," Sheila hendak pergi meninggalkan kamar namun terhenti saat mendengar suara tangisan bayi yang ada disamping kamarnya.


Sheila segera berlali kekamar bayi tersebut dan menggendong bayi itu untuk menenangkannya.


Didepan pintu Alfin memperhatikan Sheila yang tengah menenangkan bayinya dengan tatapan yang sulit diartikan.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


# selamat membaca kaka semoga kalian bahagian selalu 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2