Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Kabar buruk untuk Alfin


__ADS_3

"Mba Hevi,Santi, Yeni," Sheila melepaskan gandengannya dan berlari menghampiri sahabat-sahabatnya.


Sheila memeluk sahabat-sahabatnya satu persatu, Sheila senang sekali karna ada mereka juga disini.


Yeni menyambut Sheila dengan kegirangan membuat Dani dan Fino terkekeh melihat kelakuan Yeni "Kau ini seperti melihat apa saja sampai segitunya," ledek Fino.


Yeni tak menghiraukan ledekan Fino, dia lebih memilih membalas pelukan Sheila, Yeni menjulurkan lidahnya kepada Fino yang meledeknya tadi, membuat gelak tawa Fino yang melihatnya.


"Aku kangen sama kamu Mba," ucap Sheila ketika memeluk Hevi.


"Aku juga kangen sama kamu Yem," Hevi membalas pelukan Sheila dan memberikan usapan halus dipunggung Sheila.


Sheila melepas pelukan Hevi dan beralih memeluk Santi, setelah memeluk para sahabatnya Sheila menghampiri sang bos yang sudah bergabung bersama Dani dan Fino "Kenapa?" Alfin langsung bertanya ketika Sheila menghampirinya.


"Hem, apa Bapak juga mengundang ibu dan adikku?" Sheila langsung bertanya.


Alfin menahan tawanya mendengar pertanyaan Sheila "Kamu fikir kamu itu siapa? dikasih jantung minta hati kau!" Alfin menyentilkan kening Sheila.


Sheila mengaduh dan mengusap-usap keningnya "Siapa tau, Bapak juga mengundang mereka!" Sheila mengangkat kedua bahunya dan beranjak pergi, namun langkahnya terhenti ketika ada yang memanggilnya, Sheila membalikkan badannya karna mendengar suara yang memanggilnya sangat familiar ditelinganya "Fiko?" kaget Sheila.


"Kaakaakk!" Fiko berlari menghampiri Sheila dan memeluknya.


Sheila membalas pelukan Fiko dengan uraian airmata, tak percaya bahwa adikknya kini berada didepan matanya saat ini bukan hanya adikknya tapi juga orangtuanya, Sheila menangis haru karna sudah lama tak bisa bertemu mereka.

__ADS_1


"Kok kakak nangis, gak seneng ya lihat Fiko Sama Mamah disini?" Fiko bertanya dengan nada lugunya.


Sheila tersenyum dan mengusap pipi Fino "Kakak nangis karna seneng bisa lihat kamu sama Mamah kesini," Sheila tersenyum.


"Nangis itu buat orang yang sedih kakak, kalau seneng itu tertawa,senyum, gini nih kaya Fiko," Fiko memperagakan senyum dan tertawanya membuat Sheila terkekeh dengan aksi adiknya itu.


"Sheil..." Panggil Mayang.


Sheila beralih ke orangtuanya yang sangat ia rindukan, Sheila langsung memeluk orangtuanya dan menangis dipundak ibunya, Sheila tak mampu berucap sepatah katapun, baginya kata-kata saat ini tak bisa menggambarkan bahagianya Sheila saat ini bisa bertemu dengan orang-orang yang dirindukannya saat ini.


"Sudah, nanti jelek muka anak Mamah kalau nangis mulu," Mayang menghapus airmata anaknya dengan ibu jarinya.


"Kak, sebenernya yang ulangtahun disini siapa sih? kok yang dikasih kejutan Sheila?" protes Fino.


Alfin terkekeh mendengar protesan dari Fino sang adik, Alfin mengusap-usap kepala Fino membuat Fino kesal dengan ulah sang kakaknya itu "Ih apaan sih Kak, berantakan nih rambut Fino!" gerutu Fino.


Alfin terkekeh melihat aksi adiknya "Kakak sudah siapkan hadiah terbaik untukmu!" Alfin merangkul pundak sang adik.


Fino tersenyum girang mendengar perkataan sang kakak "Awas kalau hadiahnya tidak bagus!" ledek Fino yang juga merangkul pundak sang kakak.


^


Suara dari Emsi membuyarkan perkumpulan mereka, Alfin segera mengajak Sheila dan yang lainnya untuk ketempat acara, mereka bersama-sama berjalan ketempat acara dimana semua orang sudah berkumpul, suara Emsi yang menyuruh Fino untuk kepanggung mengundang tepuk tangan para undangan yang hadir "Ini dia yang sedang berbahagia hari ini!" Emsi itu menyambut Fino dengan begitu semangat.

__ADS_1


Mereka merayakan ulangtahun Fino dengan penuh keceriaan, Andri yang sudah bergabung dengan bosnya setelah menyelesaikan urusannya nampak tak ceria dipesta ulangtahun Fino "Apa aku harus memberi taumu soal ini bos, aku yakin kamu pasti akan terpukul nanti, aku tidak mau melihatmu terluka untuk yang kedua kalinya bos." Andri membatin sambil melihat sang bos yang tengah memperhatikan Sheila yang sedang bercanda dengan sahabat-sahabatnya juga dengan keluarganya.


"Bos..." panggil Andri, Alfin menoleh mendengar panggilan Andri "Apa kamu menyukainya?" Andri bertanya dengan lirih.


Alfin tersenyum dan menganggukan kepalanya, dengan Asistennya dia selalu jujur, bagi Alfin, Andri dan Dani adalah sahabat terbaiknya, tempat dia membagi cerita selain kepada orangtua.


Andri merasa sedih dengan jawaban bosnya, Alfin yang melihat wajah muram Andri menegurnya "Kenapa wajahmu seperti itu, kamu gak suka ya, jangan-jangan kamu juga suka sama dia, awas aja kamu!" Alfin mengangkat tangannya yang mengepal kedepan wajah Andri.


Andri menurunkan tangan bosnya "Tidak lah bos, mana mungkin aku menyukai orang yang disukai olehmu, aku akan bahagia melihatmu bahagia bos, tapi aku juga akan merasa terpukul bila melihatmu terpukul bos," Andri berbicara dengan nada yang serius membuat Alfin mengernyitkan keningnya.


"Apa maksudmu Ndri, kayanya ada yang kamu sembunyikan dariku!" terka Alfin.


"Aku bingung harus ngomong apa bos." batin Andri.


"Aku berharap kamu tak terlalu mengharapkan Sheila bos!" serius Andri, membuat Alfin menatap Andri dengan serius "Bos Sheila akan dijodohkan!" ucap Andri dengan terpaksa.


*


*


*


*

__ADS_1


*


#jangan lupa berdo'a buat negeri kita dan seluruh dunia 😊


__ADS_2