
"Kontrak?" ucap Yeni dan Santi bersamaan mereka pun saling pandang karna kaget mendengar ucapan Sheila.
"Biasa aja kali gak usah kaget gitu!" Sheila menyenggol lengan Yeni yang ada disampingnya.
"Aku dikontrak sama bosku 3tahun jadi aku gak bisa kemana-mana, pulang kampung aja gak bisa!" kata Sheila menjelaskan.
"Oh...begitu, terus sekarang kamu pulang naik apa? kita pulang bareng yuk?" ajak Santi.
"Em...gak bisa sob, aku pulang bareng bosku," jawab Sheila.
Sebenernya Sheila juga ingin pulang bareng teman-temannya tapi apalah daya dirinya kan tidak punya kuasa karna kuasa ada pada sang bos.
"Waah enak banget kamu Sheil pulang bareng bos, apa tadi kamu kesini diantar bosmu juga?" tanya Yeni penasaran.
"*Di*a juga jadi guruku tadi" batin Sheila
"Iya sob," singkat Sheila
"Wah...senengnya, bosmu perhatian banget sih Sheil, jangan-jangan kamu pacarin ya?" Yeni tersenyum sambil menunjuk Sheila dengan jari telunjuknya.
"Sembarangan! ya enggak lah lagian mana ada yang mau bos sama pengasuh? cuman difilm atau novel kali Yen," Sheila menurunkan jari telunjuk Yeni.
"Iya bener kata Sheila, mana ada bos sama bawahannya paling cuman difilm sama novel," bela Santi.
"Kan siapa tau bosmu jatuh cinta sama kamu Sheil, kan kamu cantik," timpal Yeni.
"Emang buat orang kaya cantik itu cukup? harus sama bibit dan bobotnya Yeni!" ucap Sheila melotot.
"Tau nih anak halu mulu kerjaannya Sheil!" timpal Santi.
"Kalian nih kan dunia ini penuh dengan keajaiban, siapa tau diantara kita ada yang nikah sama orang kaya dan ganteng, apalagi kaya Pak Guru tadi kan ganteng banget jadi betah tadi aku belajarnya," ucap Yeni kedua tangannya memegang wajahnya dan tersenyum-senyum membayangkan Pak Guru alias Alfin.
Sheila dan Santi langsung menjitak kepala Yeni bersamaan "Dasar halu tuh otak!" ucap Sheila dan Santi bersamaan.
"Apaan sih kalian ini main jitak-jitak kepala aku,gini-gini otak aku encer tau!" ucap Yeni
"Iya encer karna kamu suka halu!" timpal Santi.
"Lagian siapa yang halu, kan emang bener Pak Guru kita tadi ganteng banget," Yeni memejamkan matanya dan senyum-senyum.
"Eh Sheil ngomong-ngomong bosmu dah tua apa masih muda, kok dia mau antar jemput kamu?" tanya Santi tak menghiraukan Yeni yang masih terus memuji sang guru.
"*A*duh jawab apa aku ini" batin Sheila.
"Em...bosku dah tua dan galak, kalau dia lagi marah kaya hariamau haaaauuuuu!" canda Sheila tanganya mencakar-cakar di depan wajah Yeni.
Yeni dan Santi langsung tertawa mendengar jawaban Sheila membayangkan bos Sheila yang sudah tua dan galak.
Alfin yang sudah selesai dengan berkas ujian segera keluar dari ruangan guru dan pergi setelah sebelumnya dia pamit kepada semua guru yang ada diruangan tersebut.
Alfin berjalan ketempat parkir dimana mobilnya telah diparkiran, dan saat Alfin mulai dekat dengan tujuannya Alfin melihat Sheila dan 2wanita yang sedang membicarakannya dan mereka tertawa karna itu.
Alfin merasa lucu dengan tingkah dan ucapan Sheila, Alfin tersenyum saat dirinya dibilang sudah tua dan galak "Biasanya wanita selalu memujaku karna aku tampan dan kaya, tapi pengasuh anakku ini sungguh kurang ajar sekali, tapi dia sangat lucu," gumam Alfin memperhatikan Sheila dan 2temannya yang sedang mengobrol dan tertawa.
Alfin berjalan dan mendekati Sheila dan 2temannya "Em... Em" Alfin sengaja mengagetkan Sheila dan teman-temannya.
__ADS_1
Sheila dan teman-temannya kaget dan mereka menoleh ke arah sumber suara dan melihat Alfin sudah berdiri dibelakang mereka.
"Eh pak Guru, mau pulang Pak?" tanya Yeni sambil menyisir rambutnya dengan jarinya.
"Kalian belum pulang?" tanya balik Alfin.
"Kami tadi mau pulang dan mengajak Sheila untuk pulang Pak, tapi Sheila katanya dijemput bosnya," jawab Santi tangannya menyikut lengan Yeni yang tadi ingin menjawab pertanyaan Alfin.
"Oh...bos Sheila TUA dan GALAK ya?" Alfin menatap Sheila dan menekankan kata tua dan galak.
seketika Sheila menunduk karna Alfin menatapnya dengan tajam "*A*stagfirullah, matilah aku pasti tadi bos denger!" batin Sheila.
Yeni langsung tertawa mendengar pertanyaan dari Alfin "Iya pak, apalagi katanya kalau lagi marah kaya harimau, haha pasti lucu tuh bosnya Sheila kalau kaya gitu," jawab Yeni sambil tertawa.
Sheila dengan cepat menginjak kaki Yeni agar dia bisa diam "Aduh duh, kenapa kakiku di injek sih Sheil?" Yeni meringis karna kakinya diinjek oleh Sheila.
"Makanya diem!" bisik Sheila ditelinga Yeni.
"Mungkin Sheila buta kali matanya, makanya tidak bisa membedakan mana bos yang tampan dan TUA," Alfin menekankan kata tua sambil terus menatap Sheila.
"Hehe... tadi aku hanya bercanda ko Pak, sueeer!" jawab Sheila sambil mengangkat tangannya dan membentuk jarinya seperti huruf V.
Alfin berusaha menaham tawa karna tingkah Sheila "Bercanda ?" ucap Alfin dan diangguki oleh Sheila.
Santi yang merasa aneh langsung berbisik kepada Sheila "Sheil sebenernya Pak Guru ini siapa sih? kok kayanya kenal sama kamu?" bisik Santi.
"Sebenarnya, dia bosku!" jawab Sheila dengan berbisik.
Santi kaget dan menatap Sheila dengan seksama mencoba mencari kebenaran dari perkataan Sheila "serius?" bisik Santi.
Santi hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar jawaban Sheila.
"Oke kalau begitu saya permisi dulu, ayo Sheila!" pamit Alfin pada teman-temanya Sheila.
Alfin membuka pintu mobil dan dikuti oleh Sheila setelah sebelumnya Sheila pamit pada teman-temannya.
Yeni bengong dengan apa yang dilihatnya " San kenapa Sheila ikut sama Pak Guru, tadi katanya dijemput sama bosnya?" tanya Yeni.
"Gak Guru itu bosnya Sheila," jawab Santi malas menanggapi pertanyaan Yeni.
"Ha...serius? tadi katanya bosnya sudah tua dan galak tapi itu ko, aduh iri aku sama Sheila," ucap Yeni tangannya memegang wajahnya.
"Dasar nih otak pikirannya apa coba!" Santi menjitak kepala Yeni dan segera berlalu dari tempat parkir dan Yeni pun segera mengejar Santi karna mereka bekerja di satu tempat yang sama makanya mereka begitu dekat.
*
Dimobil seketika hening baik Alfin maupun Sheila tidak ada yang berbicara satu sama lain. mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"*A*duh pak Alfin masih marah gak ya?" tanya Sheila dalam hati.
"*L*ucu juga Sheila berani dia mengataiku sudah tua dan galak, dasar perempuan aneh" batin Alfin
Akhirnya Sheila membuka percakapan untuk meminta maaf kepada sang bos "Pak..saya minta maaf ya soal tadi, tadi cuman bercanda kok Pak, beneran," mohon Sheila dengan sedikit takut sebenernya.
Alfin meminggirkan mobilnya ditepi jalan dan memberhentikan mobilnya.
__ADS_1
Alfin memajukan badannya dan menatap Sheila dengan jarak yang sangat dekat.
Sheila kaget dan menyenderkan kepalanya dikursi mobil Sheila dapat merasakan hembusan nafas sang majikan yang kini berada sangat dekat dengannya dan itu membuat hati Sheila tak karuan.
Alfin terus menatap Sheila tanpa berkedip, Alfin menatap mata Sheila dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan karna Alfin pun tak tau mengapa dirinya sampai melakukan seperti ini pada pengasuhnya.
Alfin mendekatkan mulutnya dan Sheila memejamkan matanya "kalau kamu berkata seperti itu lagi, akan aku potong gajihmu 100%". bisik Alfin ditelinga Sheila.
Sheila membuka matanya dan menatap Alfin yang sedang menatapnya.
baik Sheila maupun Alfin berusaha menyembunyikan perasaan hatinya yang kini sedang tak karuan.
Alfin semakin mendekatkan wajahnya kewajah Sheila "*A*ku sangat ingin menciumnya" batin Alfin
"*A*duh udah dong pak sana minggir" batin Sheila.
"Pak mending kita segera pulang, takutnya baby Inez rewel," ucap Sheila yang sangat gugup karna wajah Alfin semakin dekat dengannya.
Seketika Alfin tersenyum dan memundurkan badanya dan segera menyalakan mesin mobilnya. dan mereka segera pulang, benar kata Sheila ada Inez dirumah yang sedang menunggunya, Alfin sampai lupa akan hal itu.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
#dari kemarin kepalanya pusing jadi gak sempet nulis maaf ya kaka-kakak semua 😊😊😊😊semoga kalian selalu bahagia 😊😊