Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
menggendong Sheila


__ADS_3

Alex dan Aldo kembali kekantor, Alfin yang sudah rindu kepada anaknya ingin segera langsung pulang dan melepas rindu kepada anaknya yang sekarang sudah sangat cerewet jika diajal berbicara membuat Alfin begitu gemas jika bermain dengan anaknya. dan itu membuat dirinya selalu rindu.


Alfin pulang sendirian, karna Γ€ndri dan Dita kembali kekantor untuk membereskan pekerjaan yang belum selesai.


Alfin masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan restoran.


^


Alfin masuk kedalam rumah setelah memarkirkan mobilnya didepan rumah "Assalamualaikum." salam Alfin saat memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam." jawab Sheila saat menuruni tangga sambil menggendong baby Inez.


"Hai anak Dady, Dady kangen," Alfin merentangkan tangannya ingin menggendong baby Inez.


Sheila menghindar menjauhkan baby Inez "Cuci tangan dulu bapak!" tutur Sheila.


Alfin langsung berlari kearah wastafel yang ada didepan kamar mandi bawah untuk mencuci tangannya.


setelah mencuci tangannya, Alfin segera menghampiri Sheila dan baby Inez yang tengah bermain disofa ruang bermain.


"Sekarang aku boleh menggendongnya kan?" Alfin merentangkan tanganya kepada baby Inez.


Sheila mengangguk dan menyerahkan baby Inez kepada dadynya "Tentu saja!" kata Sheila.


"*A*khirnya aku bisa sejenak istirahat." ucap Sheila dalam hati merasa senang karna hari ini dirinya sangat kelelahan karna baby Inez aktif sekali bermain ditambah baby Inez sedang berlatih berjalan.


Sheila menyandarkan kepalanya disofa sambil memejamkan matanya "*Ti*dur bentar ah, mumpung baby Inez sedang sama Dadynya." batin Sheila, Sheila pun akhirnya tertidur.


Baby Inez yang berada digendongan Alfin juga tertidur karna kelelahan bermain "Wah anak Dady tidur ya, capek ya sayang, ayo kita kekamar," gumam Alfin.


Alfin berjalan menuju kamar baby Inez dan menidurkan baby Inez "Kamu sudah semakin besar sayang," gumam Alfin sambil membelai pipi baby Inez.


"Dan kamu semakin cantik seperi mommy," sambung Alfin.


Alfin mencium pipi dan kening baby Inez sebelum Alfin meninggalkan baby Inez, Alfin masuk kedalam kamarnya dan bergegas untuk mandi.


Setelah mandi Alfin berganti pakaian santai dan keluar dari kamar, Alfin turun kebawah untuk makan malam.


saat Alfin menuruni anak tangga terakhir Alfin melihat Sheila yang sedang tertidur disofa, Alfin mengernyitkan keningnya "Dia tidur?" tanya Alfin dalam hati.


Alfin menghampiri Sheila "Cih benar dia tidur!" gumam Alfin.

__ADS_1


Entah apa yang ada dipikiran Alfin, Alfin langsung menggendong Sheila dan menidurkannya dikamar baby Inez, Alfin menidurkan Sheila disamping baby Inez "Apa kau kelelahan karna anakku sampai-sampai kau harus tertidur seperti ini." gumam Alfin memandang wajah Sheila saat tidur membuat hatinya bergetar entah kenapa.


Alfin akhirnya pergi dari kamar baby Inez karna hatinya menjadi tak karuan saat melihat Sheila "*K*enapa hatiku seperti ini?" gumam Alfin sambil memegangi dadanya.


"Aden kenapa? dada Aden sakit?" tanya Bi Tini yang melihat Alfin sedang memegangi dadanya.


Alfin kaget dengan teguran Bi Tini yang tiba-tiba "Astagfirullah, kaget Alfin Bi!" ucap Alfin menghadap Bi Tini yang sudah dibelakangnya.


"Maaf Den, kalau Bibi bikin kaget," Bi Tini merasa bersalah.


Alfin menganggukan kepalanya tanda memaafkan Bi Tini "Gak papa Bi, santai aja," ucap Alfin tidak mau membuat Bi Tini merasa bersalah.


"Tadi Aden kenapa pegang-pegang dada Aden, apa Aden sakit, perlu Bibi hubungi keluarga Aden?" tanya Bi Tini dengan cemas.


Alfin menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum kepada Bi Tini "Gak usah Bi, Alfin gak papa ko, hehe," jawab Alfin menenangkan bi Tini yang sedang cemas.


"Bener aden tidak apa-apa?" tanya bi Tini meyakinkan.


"Gak Bi, gak usah lebay gitu deh, Alfin laper Bi mau makan," ucap Alfin mengalihkan pembicaraan bi Tini


"Baik lah kalau Aden memang baik-baik saja Bibi jadi tenang, mari Den biar Bibi siapkan makan malamnya," tutur Bi Tini.


"Sepertinya belum Den, Non Inez hari ini aktif bermain apalagi Non Inez sepertinya sedang berlatih berjalan, jadi pasti Sheila lupa untuk makan, biar Bibi ingatkan nanti Den," jawab Bi Tini sambil menaruh makanan yang sudah dibuatnya dimeja.


"Nanti saja Bi, Sheila sekarang lagi tidur mungkin kecapean," kata Alfin yang melihat Bi Tini ingin pergi menemui Sheila.


Bi Tini menghentikan langkahnya dan kembali kedapur "*T*idak biasanya Aden perhatian sama pengasuh anaknya?" tanya Bi Tini dalam hati.


^


Setelah makan malam Alfin duduk diteras samping rumah yang dimana Alfin biasa ingin menyendiri.


Alfin teringat jika besok acara ulangtahun Fino dan Alfin ingin memberikan kejutan untuk Sheila "Semoga kamu suka dengan kejutanku ini." gumam Alfin lirih sambil tersenyum.


Alfin mengeluarkan handphone dari saku celana boxernya "Assalamualaikum," salam seseorang dari seberang telfon.


"Wa'alaikumsalam." jawab Alfin


"Ini pak Alfin ya? bos Sheila?" tanya Hevi yang sedang ditelfon Alfin.


"Iya ini aku Alfin, oh iya aku boleh meminta bantuanmu besok sore?" tanya Alfin

__ADS_1


"Bantuan apa pak? apa Sheila baik-baik saja?" tanya Hevi sedikit cemas dari suaranya.


"Dia baik-baik saja, aku ingin kamu datang kegedung dimana acara ulangtahun adikku Fino nanti diadakan," ucap Alfin


"Maksud Bapak saya diundang?" tanya Hevi heran.


"Iya, biar Sheila nanti disana tidak merasa sendirian, aku juga mengajak teman Sheila yang disekolah, jadi nanti kamu akan dijemput dengan orang suruhanku dan akan ada yang membantu kalian untuk make up nantinya, kamu mau kan?" kata Alfin


"Inimi beneran Pak, memang tidak apa-apa orang-orang kecil kaya kami datang keacara keluarga Bapak?" tanya Hevi diseberang telfon.


"Tidak apa-apa kalian tenang saja, saya sudah meminta ijin kepada keluargaku, dan mereka tidak masalah," tutur Alfin meyakinkan.


"Oke baiklah Pak kalau memang tidak apa-apa , Bapak atur saja waktunya," ucap Hevi tidak percaya bisa datang keacara keluarga kaya.


"Oke Hev terimakasih, oh ya kamu jangan kasih tau Sheila oke, ini akan menjadi kejutan untuknya," ucap Alfin tersenyum.


Hevi mengiyakan permintaan Alfin dan menutup telfonnya setelah mengucapkan salam.


Setelah menelfon Hevi, Alfin juga menelfon teman Sheila yang dekat dengan Sheila disekolah yaitu Santi dan Yeni.


Mereka sangat gembira dengan tawaran Alfin yang mengundangnya diacara ulangtahun Fino besok, apalagi Alfin yang menyiapkan semuanya, mereka sangat berantusias untuk datang.


"Gila San, ini gak mimpi kan kita besok dateng keacara orang besar!" ucap Yeni girang.


"Gak usah lebay deh, awas jangan malu-mauin Sheila ntar disana!" tutur Santi.


Dikontrakan, Hevi merasa bingung dan aneh dengan sikap bosnya Sheila "Kok bos Sheila perhatian sama Sheila ya?" gumam Hevi yang sedang duduk didepan tivi.


Tapi Hevi juga merasa senang bila Sheila bisa bertemu dengan bos yang baik dan bekerja dengan nyaman.


*


*


*


*


*


# bantu doa untuk kesembuhan orang-orang yang positif corona dan sedang menjalani pengobatan semoga mereka bisa kembali sembuh 😊😊 "Aamiin"

__ADS_1


__ADS_2