
Sheila naik keatas panggung setelah semua yang hadir meminta dirinya untuk naik dan bernyanyi bersama Adit, Adit tersenyum karena rencananya berhasil sedangkan Alfin menatapnya dengan tajam dari kejauhan
"Bos...tidak kau cegah! sepertinya lelaki itu senang sekali minta berduet dengan Sheila Bos." ucap Andri.
"Iya Kak...cepat naik keatas panggung dan cegah Sheila untuk menyanyi bersama lelaki itu." Fino mendukung ide Andri.
"Kalau aku naik keatas acara ini akan hancur dan akan menjadi bahan berita diTV dan Papah mertuaku pasti tidak akan suka akan hal itu! tunggu saja sampai selesai! akan aku beri dia pelajaran!" geram Alfin.
"Lagu apa yang ingin kamu nyanyikan Nona Sheila untuk kita berduet." tanya Adit senang.
Sheila menarik nafasnya untuk menutupi kegugupannya "Percayalah." Sheila menoleh kearah Adit membuat Alfin yang melihatnya membuang mukanya.
"Terimalah hukumanku nanti beraninya melihat lelaki lain. ha! menyebalkan!" batin Alfin kesal.
Adit tersenyum "Oke. mari kita nyanyikan." Adit segera memetik gitarnya.
Aku yang tak akan melepaskan
Kamu yang mengenggam hatiku
Kita tak kan mungkin terpisahkan
Biarlah terjadi apapun yang terjadi
Aku yang tak bisa melepaskan
Kamu yang miliki hatiku
Walau terlalu cepat
Bagi kita berdua
Untuk mengatakan
Selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya
Yang dapat pisahkan kita berdua
Selamanya kita akan bersama
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalah
Aku yang tak bisa melepaskan
Kamu yang mengenggam hatiku
Walau mungkin terlalu cepat
__ADS_1
Bagi kita berdua
Untuk mengatakan
Selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya
Yang dppat pisahkan kita berdua
Selamanya kita akan bersama
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalah
Hanya dirimu satu-satunya
Tercipta untukku.
penonton bertepuk tangan saat Sheila dan Adit selesai bernyanyi, hati Sheila lega karena bisa menyanyikannya dengan cukup baik, Sheila menunduk dan ingin turun dari panggung namun suara Adit mengurungkan niatnya "Sheila." panggil Adit, para penonton terdiam dan menyaksikan Adit yang entah akan melakukan apa.
Sheila menoleh kearah Adit "Ada apa?" tanya Sheila bingung.
Adit berdiri dari duduknya dan menaruh gitar itu bersandar dikursi yang dia duduki saat bernyanyi, Adit memajukan kakinya mendekat beberapa langkah untuk mendekati Sheila "Apa kau mau menjadi pacarku? aku menyukaimu saat pertama kali bertemu denganmu." Sheila membulatkan matanya karena terkejut dengan ungkapan Adit apalagi diacara seperti ini dihadapan banyak orang seperti ini.
Alfin tidak tahan lagi melihat istrinya kini terang-terangan ditembak oleh lelaki lain dihadapan dirinya bahkan dihadapan banyak orang seperti ini.
"Bakal seru ini James..lihat sesaat lagi pasti acara ini hancur!" ucap Ellena dengan sinis, tidak menyangka bila akan mendapatkan tontonan yang menarik.
"Jaga bicaramu Ellena!" geram James, Ellena hanya tersenyum sinis.
"Gawat ini San...bisa perang dunia kalau begini!" seru Yeni yang tidak menyangka bila Adit akan menembak Sheila setelah bernyanyi.
"Ya ampun Adit...kenapa bodoh sekali sih!" ucap Tia khawatir.
"Bos...tenangkan dirimu Bos, jangan gegabah, dia mungkin belum tahu jika Sheila itu istrimu Bos." nasehat Andri.
"Diam!" Alfin berjalan maju dengan wajah yang marah "Beraninya dia!" geram Alfin.
Sheila terdiam mematung mendengar pengakuan Adit, hatinya was-was karena suaminya pasti marah besar, Sheila menoleh kedepan dam benar saja Alfin sedang berjalan kepanggung dengan wajah yang sedang marah.
"Maaf Adit aku tidak bisa!" seru Sheila langsung turun kebawah dan mencegah Alfin untuk naik keatas.
Adit menunduk kecewa mendengar penolakan Sheila, penonton pun kecewa dengan jawaban Sheila, mereka kira Sheila pasti akan menerimanya karena semua wanita pasti merasa senang saat ditembak dihadapan banyak orang, tapi pemikiran mereka ternyata salah dan membuat mereka merasa kasihan dengan Adit.
"Aduh! bahaya nih Kak!" ucap Fino khawatir.
"Apa yang bahaya?" tanya Dani yang baru tiba bersama istrinya.
"Ha Kak Dani, kebetulan, cepat cegah Kak Alfin. Dia sedang marah karena istrinya barusan ditembak sama adiknya Aldo Kak, Fino takut kalau Kak Alfin berantem, dia kalau lagi marah seram Kak!" ucap Fino berbicara dengan cepat.
__ADS_1
"Ya ampun...Sayang kamu tunggu sini ya?" Hevi mengangguk dan Dani segera melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mengejar Alfin.
Aldo lebih dulu naik keatas panggung dan menyuruh adiknya untuk segera turun, Sheila pun berhasil menghampiri Alfin "Mas..." tangan Sheila menahan lengan Alfin.
Alfin berhenti dan menatap istrinya dengan marah "Lepas!" seru Alfin.
Sheila menggelengkan kepalanya "Jangan lakukan apapun Mas. aku mohon ..." mohon Sheila namun Alfin tidak memperdulikan permohonan Sheila, Alfin melepaskan genggaman tangan Sheila dan melangkah maju.
Buggggg Alfin memukul pipi kiri Adit saat turun dari panggung, penonton kaget dan menjadi riuh menyaksikan Alfin yang tengah memukul Adit.
Adit bingung karena tiba-tiba seseorang memukulnya "Kenapa kamu memukulku?" tanya Adit sambil merintih kesakitan karena pukulan Alfin lumayan keras sekali.
"Masih tanya kenapa? berani ya!" seru Alfin ingin memukul Adit lagi namun tangan Dani dan Aldo mencegahnya.
"Sudah Fin!" seru Dani.
"Maafkan Adit Fin...mungkin dia tidak tahu bila Sheila istrimu. aku akan berbicara kepada adikku aku mohon tenanglah." pinta Aldo.
"Mas..." panggil Sheila menggenggam lengan Alfin.
Adit tercengang sekaligus malu mendengar bahwa Sheila adalah istri orang yang memukulnya "Sheila istrimu?" tanya Adit meyakinkan.
"Menurutmu!" tekan Alfin.
Adit memperhatikan Alfin dari atas sampai bawah "Sheila menikah dengan orang yang sudah tua sepertimu?" tanya Adit mengejek.
Buuugggg "Kurang ajar!" Alfin memukul Adit lagi saat mendengar ejekan Adit tentangnya, Sheila berteriak saat suaminya memukul Adit kembali.
Adit tersungkur dilantai, para tamu undangan berteriak melihat Alfin memukul Adit. Alex yang mendengar keributan langsung maju kedepan, Alex terkejut saat melihat Alfin memukul adik ipar anaknya "Astagfirullah! ada apa ini?" tanya Alex langsung menolong Adit.
"Tidak apa-apa Pah. ini hanya kesalahpahaman Pah." ucap Aldo kepada bapak mertuanya.
Alex melihat kearah Alfin yang sedang dalam keadaan marah "Ikut Papah!" perintah Alex.
"Tidak! aku mau pulang!" seru Alfin langsung menggandeng tangan Sheila dan menariknya untuk ikut dengannya.
Alex menggeleng-gelengkan kepalanya melihat menantunya marah dan pergi dalam keadaan seperti itu "Jelaskan soal ini pada Papah nanti!" perintah Alex kepada Aldo, Aldo segera menganggukan kepalanya.
"Kamu mau kemana Fin? aku baru saja datang." ucap Dani berusaha untuk mencegah Alfin.
namun Alfin tidak menghiraukan ocehan Dani, dia tetap melangkahkan kakinya untuk keluar dari acara tersebut.
Para tamu melihat Alfin dan Sheila yang sedang berjalan keluar, mereka tidak menyangka bila Sheila adalah istri Alfin Purnomo Said karena memang mereka tidak mendengar bila Alfin mempunyai istri.
Ellena tersenyum puas melihat tontonan yang sangat menarik itu, Santi dan Yeni begitu khawatir saat melihat Alfin pulang bersama Sheila
"Ha! dasar bodoh!" umpat Fino yang dituju kepada kakaknya.
Sheila menangis tanpa suara karena melihat suaminya begitu marah dan ini kali pertama bagi Sheila melihat suaminya begitu marah. Apalagi saat ini tangannya digenggam kuat oleh Alfin hingga Sheila merasa kesakitan dalam pergelang tangannya.
(besok lagi 😊😊😊)
Maafkan daku kaka-kakak karena kemarin tidak bisa mampir kekarya kaka-kaka karena sinyalnya kemarin sungguh susah sekali 😢😢 aku akan feedback dan like ketinggalannya insya Allah hari ini semoga sinyalnya tidak jelek lagi 😢😢😢
__ADS_1