
Saat Alfin akan pulang dari kantornya tiba-tiba ponsel Alfin berbunyi dan ternyata pesan dari James "Kita ke club Jo mau gak? lusa aku akan kembali ke Paris." pesan James.
"Bos...," Andri muncul dibalik pintu.
"Hem." gumam Alfin sambil membereskan meja kerjanya.
"Aku pulang ya Bos. mau malam mingguan," ucap Andri lalu terkekeh.
"Pulanglah sana!" seru Alfin tanpa menoleh kearah Andri.
"Menyebalkan kau Bos!" Andri langsung menutup pintunya, Alfin melihat kearah pintu dan Andri sudah tidak terlihat lagi.
Setelah membereskan meja kerjanya Alfin membalas pesan James "Oke. kita bertemu disana." balas Alfin.
Setelah membalas pesan James, Alfin mencari nama istrinya dikontak ponselnya, setelah menemukan Alfin menuliskan sesuatu "Mas pulang terlambat Beby...Mas ada perlu dengan James. istirahatlah dan mimpi indah 💖." Alfin lalu memencet tombol kirim dan pesanpun terkirim kepada Sheila.
Dirumah, Sheila selesai mandi dan mendengar ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk, Sheila berjalan kesisi ranjang dan duduk dikasur yang dekat dengan meja kecil, Sheila mengambil ponselnya lalu membuka pesan yang ternyata dari suaminya "Perlu dengan James?" gumam Sheila saat membaca pesan suaminya.
Sheila membalas pesan suaminya "Dengan Ellena juga?" tanya Sheila.
"Tidak Beby. hanya dengan James. percayalah 😚" balas Alfin.
Sheila tersenyum dan lega bila suaminya tidak dekat-dekat dengan wanita itu "Ya sudah. selamat bersenang-senang 😊" balas Sheila lagi.
Sheila pergi kebalkon kamarnya "Sepi sekali, tidak ada Inez. Mas Alfin juga ada urusan." gumam Sheila.
"Aku pernah bermimpi bahwa aku ingin menuaikan pendidikanku sebelum nikah, bekerja dikantor, namun kini impian itu terwujud dengan pernikahanku dengan Mas Alfin, aku bisa kuliah tanpa memikirkan biaya yang selalu dulu aku pikirkan. Indah sekali rencana-Mu Ya Allah. Aku mempunyai suami dan keluarga yang bahagia walaupun aku belum dikaruniai anak lagi." batin Sheila dalam hati.
"Ya Allah...kira-kira siapa ya yang membuatku keguguran? aku yakin bukan Sita pelakunya tapi buktinya kenapa bisa ada dikamar Sita?" gumam Sheila.
Airmata Sheila tiba-tiba mengalir lalu menunduk dan mengusap perutnya "Kalau kamu masih ada diperut Mamah, Mamah pasti bahagia, Maafkan Mamah tidak bisa menjagamu Nak." Sheila berbicara kepada perutnya berharap keguguran itu tidak terjadi.
^
Alfin sampai diclub milik Jo teman Alfin, Alfin masuk kedalam melihat kekanan dan kekiri mencari keberadaan James, namun Alfin tidak menemukannya "Hai Fin!" teriak Jo pemilik club.
__ADS_1
"Hai." Alfin melambaikan tangannya.
Jo mendekat kearah Alfin dan memeluknya "Wah..wah..wah lama tidak kesini Bos!" ucap Jo semangat karena Alfin datang.
"Dimana James? dia mengajaku kemari." tanya Alfin.
Jo terdiam sesaat lalu teringat sesuatu "Oh ya...James sudah memesankan ruangan untuk kalian. pergilah!" seru Jo.
"Oke baiklah!" Alfin segera masuk dan melewati para wanita-wanita yang sedang berjoged didalam club.
Alfin masuk kedalam ruangan yang sudah dipesan James, Alfin melihat tidak ada siapapun, akhirnya Alfin duduk dan menunggu James datang.
Pintu ruangan terbuka dan datanglah seorang wanita cantik berkacamata, dengan mengikat rambutnya dengan ikatan kuncir kuda, jenjang lehernya membuat semua pria betah memandangnya, dia membawa makanan dan minuman lalu meletakkanya dimeja Alfin "Siapa yang memesan?" tanya Alfin bingung.
"Tuan James. Tuan," Alfin menganggukan kepalanya.
"Dia dibawah?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya "Tuan James masih dalam perjalanan Tuan, mungkin sebentar lagi Tuan James datang, Tuan James memerintahkan saya untuk mengantarkan makanan agar anda makan terlebih dahulu Tuan." tutur wanita itu sopan.
Wanita itu membalikan badannya dan tersenyum sinis, wanita itu berjalan keluar ruangan dan menunggu didepan pintu "Dasar bodoh!" gumam wanita itu tersenyum sinis saat melirik kearah pintu dimana Alfin berada.
Seorang lelaki menghampiri wanita yang sedang berdiri didepan pintu VIP itu "Bagaimana?" tanya lelaki itu.
Wanita itu mengangkat tangannya dan melingkarkan jari telunjuk dan ibu jarinya "Sebentar lagi. pasti obatnya bekerja," ucap wanita itu dengan bangga.
Lelaki itu tersenyum puas dan menemani wanita itu didepan pintu ruangan VIP "5menit lagi." lelaki itu melirik wanita itu.
Wanita itu pun mengerti dan langsung masuk kedalam ruangan VIP itu terlihat Alfin sedang membuka jasnya "Shit!" umpat Alfin.
Wanita itu mendekat kearah Alfin, Alfin terkejut dengan kedatangan wanita diruangannya "Mau apa?" suara Alfin serak karena menahan hasratnya.
Alfin begitu gelisah saat ini "Aku harus pulang." wanita itu menarik tangan Alfin agar tidak pergi.
Wanita itu menatap Alfin dan semakin mendekatkan dirinya kearah Alfin, Alfin begitu gelisah dan semakin tidak bisa menahan hasratnya yang harus dia keluarkan.
__ADS_1
Sampai dihadapan Alfin, wanita itu membuka satu-persatu kancing kemeja Alfin, Alfin menggenggam tangan wanita itu "Mau apa?" ucap Alfin dengan tatapan yang tajam namun juga berharap.
Wanita itu tersenyum "Aku akan membantumu." bisik wanita itu ditelinga Alfin, membuat Alfin semakin gelisah.
Alfin menggelengkan kepalanya "Tidak. aku akan pulang!" ucap Alfin dengan suara berat.
Wanita itu menahan Alfin untuk pergi dan menangkup kedua pipi Alfin dengan tangannya "Anggap saja aku istrimu. jika kamu pulang kamu akan terluka ditengah jalan dalam kondisi seperti ini, aku akan melupakan malam ini karena aku merindukanmu, merindukan sentuhanmu dan merindukan belaianmu Alfin," Alfin memundurkan badannya terkejut dengan suara yang sangat dia kenal.
Alfin memundurkan langkahnya dan terjatuh dikasur yang ada diruangan itu, wanita itu tidak membuang kesempatan itu dia merangkak naik keatas tubuh Alfin membuat Alfin mengerang karena sejak tadi dirinya menahannya.
Wanita itu menempelkan keningnya dikening Alfin "Apa kamu masih mencintaiku? apa aku masih ada dihatimu? bagaimana bisa kau menggantikanku dengan wanita kampungan seperti itu? apa seleramu sekarang turun hem," wanita itu berbisik dan memainkan jari telunjuknya didada Alfin yang sudah terbuka.
Alfin mengerang dengan perlakuan wanita itu "Apa maksudmu?" Alfin bertanya dengan suara berat.
Wanita itu mencium bibir Alfin karena melihat Alfin sudah begitu tersiksa dengan keadaanya, Alfin tidak menolak bahkan tangannya bermain ditubuh wanita itu karena obat yang sudah bekerja ditubuh Alfin, membuat Alfin kehilangan kendali untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.
Mereka bermain diatas kasur, Alfin begitu bersemangat apalagi dengan wanita itu yang memang sudah sangat merindukan sentuhan Alfin.
"Aku merindukan ini Fin..." ucap wanita itu disela-sela permainannya.
Alfin tidak menjawab apapun yang wanita itu katakan, karena hasratnya kini hanya ingin bermain hingga berakhir.
Dibalik pintu seorang sedang mengambil video dan gambar dari permainan Alfin "Ah sial! dasar wanita iblis kau! bisa bermain dengan suami orang!" umpat lelaki itu karena harus menyaksikan tontonan yang membuat dirinya juga harus tersiksa menahan hasrat.
^
Sheila terbangun dari tidurnya dan melihat kesampingnya namun Sheila terkejut dan langsung duduk karena melihat suaminya belum kembali, Sheila melihat jam di dinding kamarnya "Jam2? kok Mas Alfin tumben belum pulang?" gumam Sheila khawatir.
Sheila langsung turun dari ranjang dan mengambil ponselnya, Sheila kecewa saat tidak ada pesan dari suaminya dan Sheila memutuskan untuk menghubungi nomer suaminya.
"Kok gak aktif?" Sheila semakin khawatir takut terjadi apa-apa dengan suaminya.
"Ya Allah Alfin kok belum pulang ya?" Sheila kembali duduk diranjang dan menyenderkan kepalanya dikepala ranjang sambil sesekali melihat jam yang terus berputar.
(besok lagi 😊😊😊 jangan lupa semangat 😅😅😅)
__ADS_1