Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Aku akan memakanmu sampai lemas


__ADS_3

Tatapan Alfin membuat hati Sheila berdesir, begitupun dengan Alfin yang merasakan jantungnya berpacu lebih cepat saat berdekatan dengan Sheila. Mulut mereka terkunci untuk beberapa saat, menikmati pandangan yang kini bertemu, sebuah rasa yang tak bisa untuk dijelaskan lewat kata-kata, mereka sangat menikmati tatapan dekat yang membuat mereka terbius satu sama lain. Tidak ada yang ingin mengakhiri pandangan. Lama-lama Sheila merasa malu lalu Sheila mengalihkan pandangannya keluar jendela, namun tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi pada Sheila "Cuupp" Alfin tiba-tiba mencium pipi Sheila dengan cepat.


Sheila membulatkan matanya, kaget dengan apa yang Alfin lakukan, wajahnya langsung berubah menjadi merah entah malu atau ingin marah (author juga bingung 😂)


Sheila menatap Alfin dengan penuh tanda tanya "Apa yang Mas lakukan?" Sheila mendorong Alfin hingga punggung Alfin terbentur setir mobil "Auh!" Alfin mengaduh sambil memegangi punggungnya.


"Ya ampun, apa Mas baik-baik saja?" kemarahan Sheila berubah menjadi kekhawatiran.


"Kau ini kurang ajar sekali sama bosmu, sakit tau!" kesal Alfin.


"Orang Mas yang kurang ajar!" Sheila balik menuduh Alfin sambil memonyongkan bibirnya, karna merasa kesal mengingat perlakuan Alfin tadi, padahal itu pertama bagi Sheila walaupun hanya dipipi.


"Aku tadi juga tidak sengaja, lagian kamu kenapa tiba-tiba berpaling? jangan-jangan kamu sengaja pingin aku cium ya?" Alfin tersenyum menggoda Sheila.


Sheila menyipitkan kedua matanya "Enak aja! Bapak yang salah! bukannya minta maaf malah nuduh pula, menyebalkan!" kesal Sheila.


"Panggil apa tadi?" Alfin tidak suka Sheila memanggil dengan sebutan Bapak lagi.


"Bapak!" sengaja Sheila mengulang dan membuat Alfin kesal.


Alfin langsung memajukan badannya mendekat kearah Sheila, Sheila terlonjak mundur kebelakang "Mau kucium lagi? apa jangan-jangan kamu suka ya?" goda Alfin.


Wajah Sheila langsung memerah mendengar perkataan Alfin "Gak..gak!" Sheila menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Makanya panggil aku dengan benar, awas kamu memanggilku dengan sebutan itu lagi, aku bakal memakanmu sampai kamu lemas nanti!" ancaman bermaksud menggoda Sheila.


Sheila memasang wajah bingung mendengar ancaman Alfin "Maksudnya?" tanya Sheila lugu tak mengerti maksud dari perkataan Alfin.


"Apa maksudnya? menyebalkan!!" batin Sheila.


Alfin terkekeh "Apa kamu mau mencobanya? hem," goda Alfin.


Sheila merinding mendengar godaan Alfin, Sheila langsung mendorong Alfin pelan "Cepat pulang Pak!" ucap Sheila dengan pipi yang merah karna malu dan ingin marah kepada bosnya.


"Wah sepetinya kamu memang ingin merasakan ya?" perkataan Alfin membuat Sheila tersadar dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya.


"Mas kita pulang ya, kasihan baby Inez tidur disini mulu, nanti badannya pada sakit loh, teman-temanmu juga pasti sudah sampai dirumah," Sheila mengalah tidak mau memperpanjang drama yang tidak penting ini.


"Gak mau!" ucap Alfin menatap lurus kedepan, berpura-pura kesal.

__ADS_1


"Mas..." Sheila memohon dengan suara wajah dan suara yang sendu, membuat Alfin merasa gemas melihat wajahnya.


Alfin tersenyum dan mencubit hidung Sheila "Baiklah! jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi! kau mengerti!" Sheila mengusap hidungnya dan menganggukan kepalanya dengan wajah cemberut.


^


Andri dan semua rombongan sudah sampai dirumah Alfin, mereka menunggu Alfin diruang keluarga, ada yang sedang tiduran dilantai seperti Fiko yang suka sekali dengan karpet lantai Alfin, ada yang tidur disofa seperti Andri dan Dani, ada juga yang sedang mengobrol seperti Mayang dan Alex, dan terakhir ada yang sedang bermain ayunan didepan ruang keluarga tepatnya diteras samping yaitu Yeni,Santi dan Hevi.


"Terimakasih Mayang, kamu dulu telah menolongku, kamu boleh meminta apa saja dariku, untuk membalas kebaikanmu," ucap Alex.


Mayang tersenyum "Tidak Mas, semua pasti akan melakukan hal sama sepertiku," saut Mayang.


"Tapi kamu berbeda," puji Alex.


Mayang tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Semua sama Mas," jawab Mayang.


Alex tersenyum mengagumi kedewasaan Mayang "Apa dia mau menjadi istriku?" batin Alex.


^


"Hai Kak!" Tiba-tiba Fino datang dan duduk di samping Dani yang sedang bersandar disofa dan memejamkan matanya begitu pula dengan Andri.


Fino terkekeh "Sama siapa kamu kesini?" sendirian?" tanya Andri yang melihat Fino sendirian.


"Sendiri Kak, tadi aku menelfon Kak Alfin biar menginap dirumah, tapi kata Kak Alfin kalian menginap disini, jadi aku juga akan menginap disini," ucap Fino.


"Kak..teman-teman Sheila apa masih disini?" pertanyaan Fino membuat Andri dan Dani saling pandang.


"Untuk apa kau tanyakan mereka?" selidik Dani.


"Gak papa," ucap Fino sambil tersenyum malu.


"Cih kau ini!" umpat Dani.


Andri melihat sekeliling mencari keberadaan 3wanita teman Sheila, Andri melihat kejendela dimana diluar mereka sedang bermain ayunan dan saling canda, Andri tersenyum "Dan, kita samperin mereka yuk!" ajak Andri.


Bibir Dani tersenyum "Ayo!" mereka berdiri dan menghampiri teman-teman Sheila.


^

__ADS_1


"Mba..kok Sheila belum dateng ya? lama amat!" tanya Santi yang merasa bosan.


"Mana aku tau, memangnya aku supirnya!" acuh Hevi.


"Kau ini menyebalkan sekali Mba!" Santi menepuk lengan Hevi.


Dani dan yang lain tiba-tiba duduk dikursi yang berada didekat ayunan "Hai..." sapa Dani.


"Hem..." jawab Hevi dengan acuh.


Andri dan Fino tertawa "Diam kau!" Dani memukul lengan Andri.


"Santi..." panggil Andri.


Hati santi berdesir ketika mendengar panggilan Andri, wajahnya pun seketika berubah merah karna malu "Iya..." jawab Santi malu-malu.


Giliran Fino tersenyum dan memandang Yeni "Yeni.." panggil Fino.


"Iya Bang Fino," ucap Yeni yang hatinya sangat senang dipanggil oleh Fino.


"Bagaimana kalau kita jalan bareng nanti, kan pas tuh 3pasang, eh 4pasang, ditambah Sheila sama Alfin juga biar seru, mau gak?" kata Andri.


Hevi,Santi dan Yeni saling pandang, Hevi langsung menatap Andri dengan dingin "Gak!" acuh Hevi.


Dani menghela nafasnya, baru kali ini dia melihat cewe dingin kaya es batu seperti Hevi " Ayolah! aku tlaktir!" bujuk Dani berharap Hevi mau jalan dengannya.


"Kamu mau kan San?" tanya Andri kepada Santi sambil mengedipkan satu matanya membuat santi menunduk malu.


"Kamu gimana Yen?" giliran Fino menawarkan diri.


Yeni dengan senang hati menerima tawaran Fino "Mau! mau!" jawaban Yeni membuat Hevi dan Santi memandang Yeni dengan tatapan tajam.


Yeni langsung membungkam mulutnya "Hehe.. maaf!" ucap Yeni tersenyum kuda.


"Ayolah Hev!" bujuk Dani lagi.


"Apa aku perlu berlutut dikakimu supaya kamu ma..." Dani tidak melanjutkan kata-katanya karna Hevi menyetujuinya.


Para pria langsung tersenyum bahagia "Wah sejarah nih Kak, kita akan ngedate berempat, pasti seru!" ucap Fino bahagia dan melirik kearah Yeni. Andri pun melakukan hal yang sama kepada santi. Namun saat Dani melirik Hevi, Hevi memalingkan wajahnya membuat Dani tersenyum "Aku akan memenagkan hatimu!" batin Dani.

__ADS_1


"Ada apa?" Alfin tiba-tiba duduk disisi Fino dan merangkul pundak sang adik.


__ADS_2