
Pagi hari dikampus begitu heboh dengan foto-foto yang berada dimading, anak-anak begitu antusias berceloteh sana-sini tentang foto yang mereka lihat.
Santi dan Yeni datang lebih dulu kekampus dan begitu heran melihat anak-anak berkumpul dan asyik menggosip, apalagi saat melihat dirinya dan Santi, membuat Yeni dan Santi saling pandang karena bingung dengan tingkah anak-anak yang menurutnya sangat aneh, "Mereka kenapa lihatin kita tajam begitu ya Yen? firasatku gak enak, Yen." Santi menengok kekanan-kekiri dan benar saja semua orang menatapnya dengan tatapan sinis.
"Bener juga, San." Yeni membenarkan firasat Santi.
Cantika, Andin dan Gia menghampiri Santi dan Yeni, langkah Santi dan Yeni berhenti melihat mereka menghampirinya, "Waw..waw..bagaimana kencan dengan om-om nya?" Santi dan Yeni saling pandang karena tidak mengerti apa yang Cantika maksud.
Yeni maju selangkah, "Apa maksudmu?" tegas Yeni.
Cantika dan yang lain tertawa, "Lihatlah! gayanya saja sok hebat, tapi simpanannya om-om. ups!" Cantika menutup mulutnya dengan kemayu lalu kembali tertawa.
"Huuuuuuu." sorak-sorai anak-anak yang sudah termakan omongan Cantika dan gengnya.
Santi dan Yeni begitu merasa hina ketika diperlakukan dan dikatakan seperti itu, apa maksudnya simpanan om-om? sudah gila mereka. pikir Yeni dan Santi.
"Mana teman kalian itu!" seru Cantika, menanyakan keberadaan Sheila.
Santi dan Yeni tidak menjawab pertanyaan Cantika karena telinganya terlalu bising dengan perkataan kotor anak-anak kampus yang membuat Santi saat itu menangis dan berlari kedalam kelas dengan didampingi umpatan-umpatan hina dari anak-anak tentunya.
"Ini pasti ulahmu!" tunjuk Yeni didelan wajah Cantika.
"Masih berani kamu menantangku! ha!" tanpa basa-basi Yeni menjambak rambut Cantika dan terjadilah perkelahian antara Cantika dan Yeni, membuat anak-anak mendapatkan tontonan gratis dan menegangkan.
Saat mobil Alfin dan Sheila sudah berada didepan gerbang, Sheila terkejut ketika melihat Yeni dan Cantika berkelahi, "Ya Allah Mas! Yeni berkelahi!" teriak Sheila dari dalam mobil.
Sheila langsung turun dari mobil dan berlari kearah Yeni dan Cantika yang sedang saling serang, Alfin yang merasa cemas ikut turun dan menyusul istrinya.
"Yeni stop!" Sheila berusaha memisahkan Yeni dan Cantika.
Cantika berhenti berkelahi mendengar suara Sheila, Cantika membenarkan baju dan rambutnya yang sudah berantakan habis berkelahi.
Yeni yang sangat emosi saat itu ingin menyerang Cantika lagi, namun dihalang oleh Sheila, "Stop!" Sheila menatap Yeni dengan tajam dan memegangi lengan Yeni agar tidak mulai berkelahi lagi.
"Lihat...ketua simpanan om-om sudah datang, semalam pasti menyenangkan, Sheila?" ucapan Cantika langsung membuat anak-anak riuh dan mengeluarkan umpatan-umpatan kotor kepada Sheila.
Sheila yang bingung menoleh kearah Yeni, "Ini sebenarnya ada apa sih, Yen?" tanya Sheila.
"Dasar wanita munafik! kelihatannya saja polos, tapi jadi simpanan om-om. menjijikan!" umpat Cantika.
"Huuuuuuu." sorak anak-anak kampus membuat hati Sheila merasa sakit yang teramat sangat.
Sheila langsung maju dan berhadapan dengan Cantika, "PLAAAAAAK." Sheila menampar pipi Cantika tanpa ijin.
__ADS_1
"Kalau bicara jangan asal!" tunjuk Sheila kewajah Cantika.
"Kalian itu memang simpanan om-om! ngaku aja!" teriak Cantika merusak telinga Alfin yang sekarang sudah sangat dekat dengan istrinya.
Cantik melihat kedatangan Alfin, menjadi kesenangan untuknya karena dapat memiliki bukti, "Lihat! itu dia om-om simpanan Sheila!" seru Cantika menunjuk Alfin yang sedang berjalan.
Semua mata memandang kearah Alfin, dan saat mata-mata wanita melihat Alfin, mereka langsung memuji ketampanan yang dimiliki oleh suami Sheila tersebut, "Kalau om-omnya begini aku juga mau!" seru wanita yang tidak berkedip memandang Alfin.
Sheila menoleh kebelakang dan melihat suaminya sedang berjalan kearahnya, begitu juga dengan Yeni yang langsung lega hatinya ketika melihat Alfin, yang bisa menjadi penyelamat fitnah ini.
Alfin berhenti tepat disamping istrinya dan langsung menatap Cantika dengan tatapan membunuh, Sheila langsung merasa takut bila suaminya akan marah dan melakuka sesuatu.
"Dia istriku! bukan simpananku!" ucapan Alfin langsung membuat anak-anak kampus terkejut sekaligus patah hati, apalagi wanita-wanita yang langsung terpesona dengan Alfin.
Cantika kaget tidak percaya dengan apa yang Alfin katakan, "Istri?" Cantika mengulangi perkataan Alfin.
"Kenapa kalau dia istriku? masalah untukmu?" ucapan Alfin sukses membuat jantung Cantika berhenti berdetak untuk beberapa saat karena syok dengan pengakuan Alfin.
Andin dan Gia tidak kalah terkejutnya dan takut karena sudah membuly Sheila dan teman-temannya.
Alfin menoleh kearah istrinya, "Masuklah kekelas Beby, mereka takkan mengganggumu lagi." ucap Alfin sambil mengusap pipi Sheila.
Wajah Sheila bersemu merah karena mendapat perlakuan manis dari suaminya dihadapan anak-anak kampus.
Alfin melirik kebelakang, "Masuk lah, Yen!" perintah Alfin kepada Yeni, Yeni pun maju kedepan lalu menggandeng tangan Sheila dan pergi dari kerumunan anak-anak kampus.
"Jangan lakukan apapun Mas, mereka melakukan ini karena tidak tahu, jangan marah berlebihan." pesan Sheila kepada Alfin sebelum pergi.
Pesan istrinya membuat kemarahan Alfin meredup, Alfin mencium pipi Sheila sebelum Sheila pergi. Lagi-lagi para anak-anak kampus dibuat iri dengan perlakuan Alfin kepada Sheila.
Setelah Sheila pergi, Alfin menatap Cantika dan gengnya dengan tajam, "Jangan berani menyentuh istriku! karena aku akan membuat kalian menyesal jika lakukan itu, kalian mengerti!" ancam Alfin, Cantika, Andin dan Gia hanya terdiam dan menunduk karena takut dengan ancaman Alfin
Sheila berbalik badan dan ingin pergi, namun langkahnya teehenti ketika melihat Adit sedang berdiri menatapnya, Alfin berjalan semakin dekat kepada Adit.
Alfin berhenti disamping Adit, "Jangan pernah macam-macam denganku! atau kamu akan tahu akibatnya!" bisik Alfin ditelinga Adit, sebelum pergi.
"Kita lihat nanti." balas Adit tanpa rasa takut.
"Pertunjukan kampus nanti juga akan menjadi pertunjukan untukmu!" batin Adit.
^
Dikantor, Alfin seperti biasa bekerja dengan giat agar cepat selesai dan bisa menyelesaikan masalahnya juga.
__ADS_1
Saat sedang memilih-milih berkas, ponsel Alfin berbunyi menandakan ada panggila masuk, Alfin mengambil ponsel yang ada dimeja dan tersenyum ketika melihat nama dilayar ponselnya, "Iya Beby..." jawab Alfin senang.
"Mas..."panggil Sheila sedikit manja karena ada sesuatu yang harus Sheila katakan saat itu.
"Ada apa Sayang?" tanya Alfin.
"Em...Aku mau minta ijin?"
"**Ijin? untuk?"
"La-tihan dengan A-dit Mas**." Sheila berucap dengan ragu takut Alfin marah.
"Hanya sekali saja kata Bu Rina, Mas." kata Sheila lagi, semakin takut karena Alfin diam.
Alfin menghembuskan nafasnya dibalik telepon, "Baiklah...ditemani Santi dan Yeni ya?" pinta Alfin.
Sheila tersenyum mendengar persetujuan suaminya, "Makasih, Mas." ucap Sheila.
"Kamu jangan nakal!" seru Alfin dibalik telepon membuat Sheila geli mendengarnya namun Sheila suka itu.
"Iya, Mas Sayang****." ucap Sheila menghibur suaminya.
Sheila pun menutup teleponnya dan menghampiri teman-temannya yang masih menunggu Sheila, "Bagaimana?" tanya Santi.
Sheila mengangguk sambil tersenyum, "Boleh, asal kalian menemaniku." ucap Sheila membuat Santi dan Yeni merasa lega.
Sheila dan teman-temannya pergi kestudio kampus, disana sudah ada Adit dan Bu Rina yang sedang menunggu kedatangan Sheila.
"Maaf Bu, lama." ucap Sheila.
"Tidak apa-apa, ayo masuk dan kita mulai." perintah Dosen Rina.
Mereka masuk kedalam, Santi dan Yeni duduk disamping Dosen Rina, sedangkan Sheila dan Adit kini berada didalam studio. Santi dan Yeni dapat melihat Sheila dari kaca ruangan tersebut.
"Lagu ini yang harus kalian lakukan, lagu ini pasti bisa membuat para tamu undangan terpukau jika kalian menyanyikannya dengan penuh penghayatan." Dosen Rina memberika secarik kertas kepada Sheila dan Adit yang berisi tulisan lagu yang harus mereka nyanyikan.
Sheila berusaha memperdalam penghayatannya mengenai lagu yang harus dia nyanyikan bersama Adit, berat buat Sheila sebenarnya tapi apa boleh buat?
Sheila dan Adit memulai latihannya, mereka melakukannya berulang-ulang sampai Dosen Rina benar-benar puas dengan cara menyanyi mereka.
Sering kali mereka beristirahat untuk mengumpulkan kembali suara dan tenaganya, lagu yang mereka bawakan nanti membuat Sheila dan Adit harus berusaha keras karena lagu itu dinyanyikan oleh musisi-musisi papan atas.
#Cihuuuuyyyy bersambung lagi 😂😂😂😂
__ADS_1
*Seneng amat lu thor kalau bersambung 😕😕😕😕
#Hahahaha tau aja 😂😂😂😂😂