Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
kejutan Sheila


__ADS_3

"Em.. em.." Dani berdehem saat sampai didekat wanita-wanita yang sedang asyik mengobrol tersebut.


Hevi, Santi dan Yeni menghentikan obrolannya dan melihat kesumber suara, ya wanita-wanita itu adalah teman-temannya Sheila yang sedang asyik mengobrol.


"Maaf Nona menganggu waktunya sebentar," ucap Dani.


"Hem, tidak apa-apa!" jawab Hevi acuh.


Dani tersenyum dengan jawaban Hevi yang menurutnya sangat membuat Dani penasaran dengan keacuhan Hevi.


"Boleh berkenalan?" Dani mengulurkan tangannya kepada Hevi.


Hevi melihat tangan Dani dengan malas namun tetap menerima jabatan tangan Dani "Hevi."


"Dani." Dani melepaskan dan berpindah menjabat tangannya kepada Santi dan Yeni.


"Santi."


"Yeni."


"Aku Dani, dan ini Fino yang menggelar pesta ini," Dani memperkenalkan Fino kepada Hevi,Santi dan Yeni.


"Ngomong-ngomong kalian datang kesini dengan undangan kan? karna perasaan aku tak mengenal kalian," tutur Fino membuat Hevi dan yang lainnya saling pandang.


"Bosnya Sheila yang menyuruh kita untuk datang kesini," timpal Yeni.


"Oh Kak Alfin, ya ya, maaf ya soalnya aku tidak pernah bertemu kalian sebelumnya, jadi kalian temannya Sheila ya?" tanya Fino semangat.


mereka bertiga kompak menganggukan kepalanya, membuat Dani dan Fino terkekeh melihatnya.


"Kalian lucu sekali bisa kompak seperti itu," kata Dani.


"Biasa aja!" acuh Hevi.


^


Mobil yang dikendarai Andri telah sampai digedung dimana pesta Fino diadakan, Alfin turun dari mobil sembari menggendong baby Inez, Sheila juga turun dari mobil, ia masih merasa malu dan tidak pantas dengan pakaian yang saat ini dia kenakan, tatapannya hanya kebawah.

__ADS_1


Alfin melihat Sheila yang berjalan sambil menundukan pandangannya kebawah "Ntar kesandung loh kalau jalan nunduk mulu seperti itu," ucap Alfin membuat Sheila semakin malu.


"*A*palah Pak Alfin ini, aku sungguh malu dengan pakaian seperti ini" batin Sheila.


"Pak..." panggil Sheila.


Alfin menengok kearah Sheila "Kenapa?" tanya Alfin.


Sheila hanya melihat Alfin dan menggelengkan kepalanya membuat Alfin mengernyitkan keningnya karna heran dengan perilaku Sheila.


Alfin dan Sheila berjalan beriringan, saat Sheila berjalan dibelakang Alfin, Alfin segera menegurnya dan menyuruh untuk berjalan disampingnya, membuat Sheila kesal namun tak ada daya untuk membantahnya.


Sheila berjalan dan mengedarkan pandangannya kekanan dan kekiri melihat gedung dimana Sheila kini berada "*B*agus sekali tempatnya" Sheila memuji dalam hati.


Novi melihat kedatangan anak sulungnya bersama cucu dan pengasuhnya segera menghampirinya "Hai.. anak Mama dan cucu Nenek," Novi merentangkan tangannya dan segera mengambil baby Inez dari tangan Alfin.


"Hai Mah, apa semua tamu undangan sudah pada datang? lalu dimana Fino Mah?" tanya Alfin .


"Mamah juga bingung dari tadi mencarinya, padahal tadi bersama Dani, tapi sekarang mereka tak tau kemana!" ucap Mamah Novi dengan kesal.


"Biar Alfin yang cari Mah."


Alfin tersenyum senang dan menggandeng tangan Sheila meninggalkan Mamah Novi untuk mencari Fino.


Alfin berkeliling sekitar gedung untuk mencari Fino.


"Nak Alfin," Alfin dan Sheila menghentikan langkahnya dan melihat kerarah sumber suara.


"Paman Alex?" ucap Alfin dengan semangat dan mendekat kearah Alex berada.


"Terimakasih sudah datang keacara keluargaku ini Paman," tutur Alfin sambil menjabat tangan Alex.


Alex menyambut jabatan tangan Alfin dengan tersenyum lebar "Sama-sama Fin," ucap Alex.


"Apa Asisten Bapak tidak ikut kemari?" tanya Alfin yang tidak melihat keberadaan Aldo.


"Tidak, dia harus menemani ibunya yang sedang sakit," tutur Alex.

__ADS_1


Alex memandang kearah Sheila yang sedari tadi hanya mendengar percakapan mereka "Wajahmu tidak asing bagiku? siapa namamu Nak?" tanya Alex penasaran.


"Aku Sheila Pak," ucap Sheila tersenyum sambil menundukan kepalanya untuk menghormati.


"Ohh... Sheila ya, tapi wajahmu terlihat tidak asing bagiku, tapi aku juga bingung kenapa!" ucap Alex membuat Sheila merasa bingung padahal sebelumnya dia tidak pernah bertemu dengan orang yang berada didepannya kini.


"Hem, mungkin perasaan Bapak aja, kan sebelumnya juga kita belum pernah bertemu Pak," ucap Sheila lugu.


"Iya juga sih, ya sudah aku kembali ke yang lain ya Fin, Sheil," pamit Alex meninggalkan mereka dengan perasaan Aneh "*W*ajahnya sekilas mirip dengan wanita pahlawan itu" batin Alex dalam hati.


Sheila memandang Alfin dan Alfin hanya mengangkat bahunya menjawab tatapan Sheila, Alfin melanjutkan mencari Fino dan Dani.


"Itu mereka!" Alfin menunjuk kearah Fino berada.


Sheila mengikuti arah tunjuk Alfin dan matanya seketika membulat melihat apa yang sedang dirinya lihat saat ini "Itu kan sahabat-sahabatku!" ucap Sheila kaget, Sheila melihat kearah Alfin, namun Alfin hanya tersenyum lebar dan menganggukan kepalanya.


Sheila kaget dengan jawaban Alfin yang berarti semua ini adalah rencananya "Kenapa Bapak mengundang mereka?" tanya Sheila penuh selidik.


Alfin hanya terkekeh mendengar ucapan Sheila "Sudah, ayo kita kesana!" Alfin menggandeng tangan Sheila mengajaknya untuk menghampiri Fino dan yang lainnya.


"SHEILAAAAA" teriak Yeni yang melihat Sheila tengah berjalan kearahnya.


Seketika Hevi dan Santi menutup telinganya karna mendengar teriakan Yeni "Bisa kan gak usah teriak, sakit telingaku ini!" ucap Hevi kesal.


"Hehe, maaf Mba!" Yeni terkekeh sendiri.


Hevi mengabaikan ocehan Yeni, Hevi dan yang lain meliht kearah Sheila yang sedang berjalan beriringan bahkan bergandengan tangan dengan Alfin membuat Fino bertanya-tanya "Kak, ko Kak Alfin gandengan sama Sheila ya?" bisik Fino kepada Dani.


"Tau, dulu aja gengsi, sekarang kualat kan tuh, pasti kakakmu itu sedang jatuh cinta sama Sheila, catet omonganku!" jawab Dani dengan berbisik pula.


Fino terkekeh mendengar ucapan Dani "Tapi memang Sheila cantik juga sih Kak," Fino memuji Sheila.


Dani hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Fino yang memang benar bahwa Sheila cantik bahkan sangat cantik dengan penampilannya sekarang, Dani juga mengaguminya namun hanya dalam hati.


"Mba Hevi,Santi, Yeni" Sheila melepaskan gandengannya dan berlari menghampiri sahabat-sahabatnya.


Sheila memeluk sahabat-sahabatnya satu persatu, Sheila senang sekali karna ada mereka juga disini.

__ADS_1


#yang mau bergabung di chat grup Author ditunggu yah 😊 yang mau bertanya-tanya juga monggoh hehe 😊😊


__ADS_2