
Saat Sheila masuk kedalam kamar baby Inez ternyata Alfin sudah berada didalam sedang bermain dengan baby Inez.
"Kenapa bapak disini?" tanya Sheila polos
"Maksudmu saya tak boleh bertemu dengan anakku, begitu!" ucap Alfin dengan sedikit menekan.
"*E*h iya ya kan dia bapaknya, aduh Sheila bodoh banget sih kamu ya ampun, kan jadi kena semprot pagi-pagi!" batin Sheila.
"Eh iya ya! lupa saya hehe, maaf pak!" mohon Sheila.
"Wah kamu benar-benar ya masa sama bos sendiri lupa, minta dikasih hukuman ya!" ledek Alfin tersenyum miring.
"Eh enggak ko Pak, maaf! kan aku gak sengaja Pak, maaf sekali lagi Pak, kalau begitu saya mau mandiin baby Inez dulu ya Pak, permisi," ucap Sheila berusaha menghindar dari Alfin sang bos dan membawa baby Inez kekamar mandi untuk dimandikan.
"Bapakmu serem amat ya baby kalau lagi marah, kayak harimau wawwww!" ucap Sheila kepada baby Inez dan baby Inez hanya bisa tertawa yang sama sekali tak mengerti dengan apa yang Sheila katakan.
"Saya mendengarnya Sheila!" ucap Alfin menahan tawanya saat mendengar Sheila memakinya, padahal Alfin sedang berdiri dibalik pintu melihat baby Inez sedang dimandikan namun sayangnya Sheila tak sadar akan kehadirannya.
"*Ma*tilah! kenapa masih disini sih bos, kan jadi ketahuan aku memakinya tadi!" batin Sheila.
Seketika Sheila membalikan badan dengan menggendong baby Inez yang sudah selesai mandi, Sheila kaget karna ternyata pak bos masih ada dikamar baby Inez, jelas lah kan ini kamar anaknya mana ada yang melarangnya. pikirnya.
"Hehe Bapak... maaf pak tadi cuma becanda sama baby Inez, iya kan baby." ucap Sheila menghadap baby Inez yang sedang digendongnya mencoba menyembunyikan rasa malunya akibat Alfin memergoki dirinya sedang memakinya.
"Cih banyak alasan kau!" ucap Alfin.
"Apa bapak tidak kekantor? nanti telat loh Pak," tanya Sheila mencoba mengalihkan topik.
"Memang apa urusannya denganmu, yang pentingkan aku menggajimu." jawab Alfin dengan angkuh
"*Cih*h sudah kuduga jawabannya begitu pak, anda memang bos menyabalkan tau!" umpat Sheila dalam hati.
"Heheh iya ya Pak, ya udah terserah Bapak aja!" ucap Sheila jengah
"*K*enapa dia bisa pandai mengurus anak, padahal dia tidak sekolah tinggi?" tanya Alfin dalam hati.
Hari ini Alfin enggan untuk pergi kekantor tak tahu mengapa dia ingin melihat Sheila merawat anaknya, karna ia penasaran dengan Sheila bisa merawat bayi padahal dia hanya lulusan SD.
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa merawat bayi, kan kamu tidak sekolah?" tanya Alfin
"Saya sekolah lah Pak cuman hanya sampai SD!" jawab Sheila sambil memakaikan baju baby Inez.
"Ya maksudku begitu, memang kamu belajar les baby sister?" tanya Alfin lagi.
"Tidak." jawab Sheila singkat membuat Alfin semakin penasaran.
"Lalu?" ucap Alfin
"Aku belajar dari merawat adikku sejak lahir," jawab Sheila lirih tapi masih terdengar ditelinga Alfin.
"Memang ibumu kemana?" tanya Alfin lagi.
"*Ke*napa bos ini tiba-tiba kepo sekali, gak dijawab nanti dihukum pula, mau dijawab galau lagi akunya" batin Sheila.
"Ibuku harus bekerja untuk kebutuhan sehari-hari Pak," akhirnya jawab juga Sheila.
"Memang bapakmu kemana?" tanya Alfin lagi makin penasaran.
"Oh ya ampun apa bos ini jadi polisi sekarang banyak nanya begitu!" umpat Sheila dalam hati.
Alfin kaget dengan jawaban Sheila dan berpikir mengapa ayahnya sampai tega meninggalkannya dengan keadaan yang miskin pula.
Sejenak Alfin memandang Sheila yang tengah bermain dengan anaknya ia tak habis pikir mengapa Sheila masih bisa tertawa setelah apa yang dia alami.
jika Alfin yang jadi Sheila mungkin sekarang Alfin akan mencarinya dan memukulnya hingga orang itu merasa menyesal.
tapi tidak dengan Sheila dia hanya butuh Tuhannya untuk bersandar karna dia yakin semua sudah ada garis hidupnya masing-masing tinggal Sheila memilih jalan hidup yang baik atau buruk dan berusaha agar bisa mendapatkan semuanya dari jalan yang benar dan baik.
'Jangan pernah salahkan takdir karna kita tidak tahu akan berakhir seperti apa, yang kita lakukan adalah pilihlah hidup yang baik dan berjalanlah dengan baik sampai Allah menyuruh kita kembali dengan cara yang baik' itulah motivasi Sheila, dia hanya ingin semua baik-baik saja.
"*K*enapa hatiku ikut sedih, ah mungkin aku hanya iba kepadanya." batin Alfin
"Apa Bapak mau ikut kebawah, saya akan membawa baby Inez kebawah," ucap Sheila mengagetkan lamunan Alfin.
"Kamu duluan sana nanti saya menyusul." ucap Alfin kaget.
__ADS_1
"Hem baiklah, saya permisi Pak." ijin Sheila dijawab anggukan oleh Alfin.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
#terimakasih yang sudah like kaka kaka semua semoga kalian bagagia selalu 😊😊😊😊