Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Jika aku melakukan kesalahan apa kamu mau memaafkanku?


__ADS_3

Alfin mengerjapkan matanya dan mulai sadad dari tidurnya, "Ssstttt." Alfin merintih dan memegangi kepalanya kerena merasa sakit.


Alfin terkejut ketika mendapati dirinya telanjang dan bukan berada dikamarnya, Alfin menoleh kesamping, Alfin begitu kaget dan syok ketika mendapati wanita lain tidur dengannya, Alfin lebih terkejut lagi karena wanita itu adalah Ellena, "Brengsek!" umpat Alfin.


Alfin melihat jam yang ada didinding, "Jam 4? Ya Allah, Sheila." Alfin langsung berdiri dan mengambil pakaian yang berada dilantai dan segera memakainya.


Alfin keluar dari kamar dan mendekati kasir club, "Berikan aku kertas dan bolpoin." pinta Alfin dengan terburu-buru.


Kasir itu pun memberikan apa yang Alfin minta, "Terimakasih." ucap Alfin lalu menuliskan sesuatu dikertas itu.


Setelah menulis Alfin masuk lagi kekamar dan menaruh kertas itu diatas meja kecil dekat dengan kasur, Alfin tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi.


Alfin berlari keluar dari club dan masuk kedalam mobilnya, "Kenapa bisa begini!" teriak Alfin sambil memukul stir mobil.


"Apa yang harus aku katakan pada Sheila Ya Allah." gumam Alfin membenturkan kepalanya distir mobil.


Alfin menyalakan mobilnya dan meninggalkan Club, selama menyetir airmata Alfin mengalir karena mengingat kejadian semalam yang tidak bisa hindari.


Alfin merasa menyesal dan mengutuk James yang sudah menjebaknya, "Awas kau James! aku tidak akan mengampunimu!" geram Alfin.


Alfin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak peduli dengan keselamatannya karena yang dia pikirkan sekarang adalah Sheila istrinya yang pasti sudah menunggunya dirumah.


Alfin pun bingung tentang apa yang harus dikatakan pada istrinya saat dia bertanya nanti, "James brengsek!" teriak Alfin berulang-ulang memukul stir mobil.


Tidak lama Alfin sudah berada dihalaman rumahnya karena jalanan yang begitu sepi membuat Alfin cepat sampai dirumahnya.


Alfin tidak langsung turun dari mobil, Alfin termenung memikirkan penghinatan yang sudah dia lakukan terhadap istrinya.


Alfin menangis didalam mobil, "Maafkan Mas sayang..." Alfin menunduk dan menangis.


"Beby..." Alfin menangis sesenggukan merasakan sakit atas penghianatan yang sudah dia lakukan terhadap istrinya.


Alfin mengusap wajahnya dan airmatanya lalu menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan, Alfin mengaca dan merapikan baju dan rambutnya lalu Alfin keluar dari mobil dan berjalan kerumahnya.


Alfin membuka pintu dengan kunci cadangan yang dia bawa, karena Alfin belum menemukan ART yang baru, "Assalamualaikum." Alfin mengucapkan salam dengan lemas.


Alfin melihat sekeliling rumah dan tidak ada Sheila diluar kamar, Alfin segera naik keatas dan masuk kedalam kamarnya, Alfin terenyuh ketika mendapati istrinya tidur sambil duduk dikepala ranjang, airmata Alfin kembali jatuh dari tempatnya namun segera Alfin menghapusnya.


Alfin membenarkan tidurnya Sheila lalu menyibakan rambut yang menutupi wajah istrinya, "Maafkan Mas sayang...kau pasti menunggu Mas pulang." Alfin mencium kening Sheila dengan perasaan yang hancur.


Alfin masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah ternoda oleh wanita lain, Alfin menangis dibawah guyuran air yang jatuh membasahi tubuhnya.


Alfin merasa bodoh dan jijik dengan dirinya sendiri, Alfin sungguh tidak menyangka bila malam itu menjadi malam petaka baginya, jika Alfin boleh meminta Alfin ingin meminta tidak melakukan itu dengannya.


Alfin menghabiskan waktu cukup lama dikamar mandi hanya untuk merutuki dirinya sambil menangis dan merasa bersalah, "Maafkan aku sayang..." ucap Alfin dibawah guyuran air yang masih setia menemani Alfin.


"Mas..." ketukan pintu dari luar membuat Alfin sedikit terkejut.


"Iya Sayang..." Alfin langsung mematikan sower dan mengambil handuk untuk dililitkan dipinggangnya.


Alfin membuka pintu kamar mandi dan mendapati Sheila masih berdiri didepan kamar mandi, "Beby..." Alfin berusaha tersenyum namun Sheila hanya diam dan memandang Alfin dengan penuh tanda tanya.


Sheila meninggalkan Alfin dan mengambil handuk lagi untuk mengeringkan tubuh dan rambut suaminya yang terlihat masih sangat basah.


"Maafkan Mas Sayang...semalam Mas ketiduran diapartemen James." ucap Alfin berbohong.


"Tapi bisakan mengabariku kalau kamu tidak pulang?" jawab Sheila tanpa senyum dan melihat kearah Alfin.

__ADS_1


"Kok manggilnya kamu? enggak Mas?" Alfin berusaha menahan airmatanya karena tahu Sheila sedang marah.


Sheila terdiam entah kenapa hatinya begitu sakit padahal Alfin sudah memberikan alasannya.


"Beby...jangan marah, Mas janji tidak akan mengulanginya lagi." Alfin mengangkat jari telunjuk dan jari manisnya diatas kepalanya.


Sheila akhirnya tersenyum karena melihat wajah suaminya yang menurutnya sangat lucu sekali, "Janji ya? aku semalam tidur sendiri Mas, jika ada Inez mungkin aku tidak akan merasa kesepian seperti semalam. kamu itu jahat sekali!" Sheila berjalan menaruh handuk Alfin dan mengambil pakaian untuk suaminya.


"Pakai baju santai aja Sayang, hari ini Mas akan menemanimu dirumah." pinta Alfin ketika melihat Sheila membuka lemarinya.


Sheila kembali kearah Alfin dan memakaikan baju santai ditubuhnya, "Ya iya lah dirumah. orang hari minggu!" seru Sheila.


Alfin terdiam sejenak dan terkekeh setelah ingat bahwa hari ini adalah hari minggu, "Mas lupa." ucap Alfin sambil memeluk Sheila dari belakang.


"Cih! nanti lama-lama lupa sama istri juga ya?" sindir Sheila.


Alfin terdiam mendengar candaan istrinya karena tepat mengenai hatinya yang malam itu lupa dengan Sheila karena pengaruh obat sialan itu.


"Beby..." Alfin menenggelamkan wajahnya dileher Sheila .


"Hem."


"Jika Mas melakukan kesalahan apa kamu mau memaafkan Mas?" ucap Alfin.


Sheila menoleh kearah Alfin dan mengusap kepalanya yang berada dipundaknya, "Tergantung apa kesalahanmu dan berapa lama kamu melakukannya." ucap Sheila membuat hati Alfin dag dig dug karena takut.


"Maksudnya?" tanya Alfin gugup.


"Aku akan memaafkan kesalahanmu jika itu bukan penghianatan Mas, karen aku wanita lemah yang tidak bisa menerima wanita lain didalam hatimu ini." Sheila berbalik badan agar berhadapan dengan Alfin dan menunjuk hati Alfin.


Sheila terkekeh mendengar pertanyaan Alfin, "Mas kenapa bertanya seperti itu? apa jangan-jangan Mas menyembunyikan sesutu ya dari Sheila." Sheila menunjuk hidung Alfin.


Alfin kaget dan hatinya merasa was-was karena apa yang Sheila katakan itu adalah benar, "Tidak Sayang..." Alfin kembali berbohong.


"Mas mencintaimu...sangat mencintaimu, jika suatu saat Mas berbuat kesalahan Mas moho maafkan Mas, Mas tidak bisa kehilanganmu Beby..." Alfin memeluk Sheila dengan sangat erat seakan takut bila Sheila akan meninggalkannya.


^


Ellena meremas-remas kertas yang Alfin tinggalkan untuknya, "Kamu kira aku *******!" geram Ellena.


Namun Ellena tertawa dan merasa sangat bahagia karena mendapatkan sesuatu yang akan menjadi kelemahan Alfin dan akan membuat Alfin menderita dengan semua ini.


Mendengar ketukan pintu Ellena segera memakai pakaianya dan berjalan kearah pintu, "Lama sekali!" ucap Adit yang langsung masuk kedalam kamar itu.


"Apa suami Sheila sudah pulang?" tanya Adit yang tidak melihat keberadaan Alfin didalam.


"Hem. seperti yang kau lihat, dia tidak ada dikamar ini." Ellena membenarkan dugaan Adit.


"Cih! enak sekali kau ya? sudah mendapatkan kenikmatan dulu!" ketus Adit.


Ellena tertawa, "Tenang Boy...kamu juga bisa melakukannya dengan Sheila nanti." Ellena mengedipkan satu matanya.


"Cih! aku tidak seburuk pikiran anda nona!" ketus Adit yang merasa jijik dengan kelauan Ellena.


Ellena tertawa mendengar jawaban Adit, "Jangan naif...nanti kau menyesal!" Ellena kembali tertawa.


"Sebenarnya apa tujuanmu!" tanya Adit dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Tujuanku membuat keluarga Purnomo Said menderita!" Ellena berucap tepat dihadapan Adit.


(besok lagi 😂😂)


#biar gak mayah-mayah author kasih visual para pemain ya 😂😂😂


*nyogok lu thor 😬😬😠


#hahahha ya bisa dibilang begitulah 😅😅😅


*sial lu thor...kejem amat jadi orang!


#Aing kejemnya dinovel aja kok tapi nyatanya gak 😜😜



Alfin



Sheila



Hevi



Dani



santi



Yen



Tia


Andri




Aldo


James



Ellena


__ADS_1


__ADS_2