
Akhirnya mie instan buatan Sheila yang kedua kalinya jadi juga. dia ingin segera memakannya perutnya sudah sangat lapar sekali gara-gara bos yang sangat menyebalkan.
"Sheila bolehkah itu buat aku lagi, aku sungguh sangat lapar!" pinta Alfin
"Ha...eh ambil aja lah Pak, kan Bapak Bos!" kaget Sheila dan menekankan kata bos kepada Alfin.
Alfin tak peduli pada Sheila yang sebenarnya sedang menyindirnya dia langsung saja mengambil mie dari tangan Sheila dan melahapnya lagi.
"Terimakasih Sheila, ntar kamu aku kasih bonus," ucap Alfin tersenyum.
"*B*os menyebalkan, memang yang lapar anda doang apa saya juga Pak! ya ampun, sudah dikasih nambah pula!" gerutu Sheila dalam hati.
Sheila pun hanya menjawab anggukan dengan pertanyaan Alfin.
Sheila akhirnya membuat kembali mie instan setelah dua kali gagal untuk memakannya.
tak berapa lama mie instan buatan Sheila jadi kembali, Sheila segera membawanya kemeja makan untuk memakannya.
Sheila makan dengan lahap hingga tak ada sisa sama sekali.
Sheila tak sadar bila Alfin masih ada dimeja makan dan kini sedang melihat Sheila yang sedang makan dengan lahapnya.
"Apa kamu tidak makan beberapa hari sampai kamu makan dengan sebegitunya!" ledek Alfin
"Uhuk... uhuk.." Sheila tersedak karna baru sadar ada Pak bos, Alfin segera memberinya air minum kepada Sheila.
"Kenapa tidak hati-hati!" ucap Alfin tanpa rasa bersalah.
"*Ci*h saya kan tersedak karna Bapak masih nanya pula, lagian saya baru makan satu Pak sedangkan Bapak sudah dua,kenapa pula Bapak malah meledek saya, kagak ngaca apa tadi pas Bapak makan, dasar bos menyebalkan!" maki Sheila dalam hati.
"Lagian kenapa Bapak masih disini kan makannya sudah selesai kayanya?" tanya Sheila.
"Bosnya yang disini siapa memangnya? kenapa kamu yang mengatur?" tutur Alfin sambil melipat tangannya kedada dan bersandar dikursi.
"Ya Allah, bos mah memang selalu bener dah emang!" batin Sheila
"Hehehe iya ya, kan Bapak bosnya, maaf Pak saya lupa!" ucap Sheila yang sebenernya meledek.
"Eh aku potong ya gajihmu!" ancam Alfin tersenyum miring
"Eh.. eh.. jangan dong Pak bos, kan aku bercanda maaf ya Pak!" mohon Sheila
__ADS_1
"Kali ini aku maafkan lain kali tidak akan!" ucap Alfin senyum kemenangan
"Iya pak iya! kan Bapak bosnya, kalau gitu saya permisi Pak saya mau nengokin baby Inez dulu, jangan lupa bonusnya Pak!" ucap Sheila pergi meninggalkan Alfin yang masih setia duduk dan menatap kepergian Sheila.
"*D*asar aneh!" batin Alfin tanpa sadar tersenyum mengingat perdebatan dengan Sheila tadi.
*
Sheila masuk kedalam kamar baby Inez sebelum menghampiri baby Inez Sheila lebih dulu untuk mencuci tangan sekaligus mukanya.
untuk pencegahan penyakit, pikir Sheila.
sebelum tidur Sheila membaca novel dulu sebentar, Sheila memilih buku yang ingin dibacanya sebelum ia kembali menemani baby Inez, setelah menemukannya ia kembali kekamar baby Inez dan membaca buku yang tadi dipilihnya.
iya dikamar Sheila tertadapat rak buku yang terdapat banyak sekali buku-buku dari novel, wisata, sejarah, dan masih banyak lagi semua tersusun rapi menurut kategori.
Sheila lebih memilih novel karna ia ingin berimajinasi dan membayangkan bagaimana peran dan tokoh yang ada di novel.
hari sudah hampir tengah malam mata Sheila sudah tak mampu lagi melihat huruf-huruf dalam buku novel yang sedang dibacanya, perlahan tapi pasti matanya mulai terpejam dan tangannya mulai lemas untuk menjaga bukunya tetap terjaga buku itupun jatuh dan Sheila tertidur dengan posisi duduk dan bersandar disisi ranjang.
Alfin yang telah selesai membalas email-email masuk tentang pekerjaannya Alfin meregangkan otot-ototnya dia sungguh sangat lelah. sebelum Alfin tidur dia lebih dahulu melihat keadaan anaknya yang sangat ia rindukan, mungkin jika istrinya masih ada ia tak merasa selelah ini, pikirnya.
Alfin memasuki kamar anaknya, ia mendekati ranjang dimana anaknya tidur, Alfin membelai wajah anaknya yang sangat mirip dengan almarhum istrinya, Alfin mencium seluruh wajah anaknya lelahnya tak berasa saat melihat anaknya.
"Dasar kalau ngantuk kenapa harus baca!" maki Alfin.
"Pindahin gak ya, tapi kasihan kalau bangun pasti badanya pada sakit kalau tidur dengan posisi seperti itu!" galau Alfin.
akhirnya Alfin mengangkat tubuh Sheila dan menidurkan disebelah baby Inez.
Alfin tertegun ketika dia sadar apa yang dia lakukan kepada pengasuh anaknya, karna dari dulu ia sama sekali tak peduli pada setiap pengasuh anaknya, tapi kenapa dengan Sheila begitu berbeda? ada yang tidak beres pasti, pikir Alfin.
"*Ke*napa aku ini, harusnya tadi aku tak perlu memindahkannya kan, ah ya sudahlah kalau besok tanya tinggal jawab aja hantu yang memindahkanya," ucap Alfin dalam hati.
Alfin keluar dari kamar anaknya dan kembali kekamarnya untuk beristirahat ia ingin tidur dan mimpi yang indah bertemu sang pujaan hati yang telah kembali ke surga.
"*Ak*u merindukanmu baby, peluk aku," rintih Alfin.
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
#jangan lupa bahagia kaka kaka semua 😊😊