
Alfin melepas pelukannya, Alfin dan Sheila melihat siapa yang datang "Hai...bos," Andri melambaikan tangannya dan tersenyum kuda begitu juga dengan Dani.
"Sial! ganggu aja kalian!" umpat Alfin, Sheila memukul pelan lengan Alfin.
Alfin tersenyum dan menangkup kedua pipi Sheila dengan tangannya "Jangan pedulikan mereka Baby, anggap mereka hanya hantu," ucap Alfin mengusap pipi Sheila.
Wajah Sheila bersemu merah "Ih, udah aku mau tidur," Sheila memukul lengan Alfin dan pergi meninggalkan mereka.
"Cieeee mukamu merah Sheil," goda Dani mengedipkan satu matanya membuat Sheila semakin malu dan berlari kekamar.
"Aku copot matamu berani seperti itu lagi!" gertak Alfin kepada Dani yang menggoda Sheila.
Dani dan Andri tertawa "Bilangnya gak mau jatuh cinta sama Sheila, tapi nyatanya?" ledek Dani sambil menuangkan airputih lalu meneguknya begitu pula dengan Andri.
"Diam kau! Ganggu aja!" ucap Alfin meninggalkan mereka berdua didapur, mereka pun tertawa melihat Alfin pergi.
"Shit!" umpat Alfin mendengar mereka tertawa.
Setelah mereka minum, mereka pun kembali kekamar menyusul Alfin, Dani melihat Alfin sedang tidur sambil tengkurap, Dani menindih Alfin sambik tertawa membuat Alfin merasa kesal "Sial kau! berat tau! minggir!" sergah Alfin.
Dani beralih dan tertawa "Jatuh cinta berjuta rasanya," Dani bernyanyi meledek Alfin.
"Diam kau! sial!" Alfin memukul Dani dengan bantal.
"Rencana kita berhasil Nyona." batin Andri yang senang melihat sahabatnya kini kembali ceria seperti dulu, bahkan kini Andri melihat Alfin sangat bahagia.
"Tidur kau! kubunuh nanti kalau mulutmu tidak mau diam," kesal Alfin.
Dani dan Andri tertawa, namun mereka menuruti perkataan Alfin untuk segera tidur.
"Semoga mimpi indah bos," ucap Andri sebelum memejamkan matanya.
^
Dikamar Inez, Sheila masih terjaga, matanya menatap langit-langit kamar "Tadi aku mimpi gak ya?" Sheila berucap lalu menepuk-nepuk pipinya sendiri "Tidak." gumam Sheila.
Sheila tersenyum mengenang apa yang tadi terjadi rasanya seperti mimpi, Sheila hampir tidak percaya bila bosnya yang menyebalkan tiba-tiba mengatakan perasaannya "Aku baru pertama merasakan ini, rasanya sungguh aneh hatiku ini." tangan Sheila memegangi dadanya yang saat ini merasakan getaran-getaran cinta, Sheila tersenyum-senyum merasa bahagia.
Setelah Sheila menjalankan shalat subuh, Sheila turun kebawah untuk memasak karna Bi Tini sedang cuti selama 1minggu "Aduh gara-gara Mas Alfin aku semalem jadi gak bisa tidur lagi." gumam Sheila.
Sheila membuka kulkas melihat apa saja yang bisa dia masak, Sheila memiih udang dan dan tahu putih untuk menu sarapan pagi ini.
Sheila memasak nasi putih terlebih dahulu, agar saat masakan matang nasi pun matang.
"Tumben Mamah belum bangun? apa sudah bangun tapi masih dikamar ya?" gumam Sheila.
Setelah masakan Sheila matang, Sheila menatanya dimeja makan dan menyiapkan segala sesuatunya seperti piring, airminum dan yang lainnya diatas meja, tidak lupa dengan makanan baby Inez "Sudah siap, tinggal cuci piring." Sheila menepukan kedua tangannya lalu segera mencuci piring.
Alfin sangat kesal karna tidak bisa tidur sampai matahari terbitpun Alfin tidak bisa memejamkan matanya kembali "Sial! gak bisa tidur!" Alfin mengacak-acak rambutnya.
Alfin keluar dari kamar dan pergi kekamar anaknya "Mana Sheila?" gumam Alfin ketika masuk kedalam kamar anaknya dan tidak ada Sheila didalamnya.
__ADS_1
Alfin mencium baby Inez dan keluar mencari Sheila, Alfin mengembangkan senyumnya ketika melihat Sheila sedang mencuci piring didapur.
Alfin berjalan pelan-pelan ingin menganggetkan Sheila dari belakang, namun sebelum Alfin sampai, Sheila sudah selesai mencuci piring dan membalikan badannya, Sheila mengernyitkan keningnya "Ngapain Mas ngendap-ngendap begitu?" Alfin hanya tersenyum kuda dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehe, tadinya mau bikin kamu kaget," Alfin duduk dikursi "Ini kamu yang masak?" Alfin tersenyum melihat masakan yang sudah ada dimeja yang dia yakini itu adalah masakan Sheila.
"Bukan, hantu kali," Sheila ingin pergi kekamar ibunya dan adiknya.
"Mau kemana?" tanya Alfin memegang tangan Sheila.
"Mau lihat Mamah sama Fiko Mas," Alfin cemberut.
"Sini aja dulu, mereka kan belum bangun," cegah Alfin.
Sheila hanya menggelengkan kepalanya membuat Alfin pasrah, Alfin pun melepaskan tangan Sheila dengan wajah yang dibuat kesal.
"Nanti aku balik lagi," ucap Sheila yang melihat kekecewaan diwajah Alfin, Alfin pun memganggukan kepalanya sambil tersenyum.
^
Sampai dikamar ibunya Sheila masuk tanpa mengetuk pintu karna tidak dikunci "Mamah sama Fiko capek ya sampai belum bangun." Sheila mengusap kepala adiknya dan menciumnya. Sheika beralih melihat mengusap wajah ibunya, Mayang mengerjapkan matanya "Sheila." ucap Mayang setelah menyempurnakan penglihatannya.
Mayang duduk dan membelai kepala anaknya "jam berapa ini Nak, Mamah belum shalat subuh loh,"
"Jam sentengah enam Mah, ya udah Mamah shalat dulu, nanti abis itu sarapan ya Mah, Sheila tunggu dibawah," Mayang mengiyakan dan Sheila pun keluar dari kamar itu.
Sheila turun kebawah "Mas..kamar teman-temanku disebelah mana?" tanya Sheila saat tiba dimeja makan.
"Mau banguni mereka lah,"
"Nanti juga bangun, sini temani aku sarapan," pinta Alfin.
Sheila menuruti permintaan Alfin, Sheila duduk didepan Alfin "Ambilin," ucap Alfin dengan suara manja.
"Sheil...." suara cembreng Yeni membuat Santi dan Hevi membulatkan matanya.
"Ih..bisa gak, gak usah teriak begitu!" kesal Hevi.
Sheila tersenyum melihat teman-temannya sudah bangun.
"Hai...ayo sarapan," Sheila mengajak teman-temannya duduk untuk sarapan.
Teman-teman Sheila pun duduk "Ini kamu yang masak Yem?" tanya Hevi.
"Iya Mba, kamu mau makan apa?" Sheila ingin mengambil makanan untuk Hevi namun dihalau oleh Hevi.
"Aku ambil sendiri, ibumu dan adikmu mana Yem?" tanya Hevi sambil mengambil sarapan.
"Mamah lagi shalat, Fiko masih tidur Mba," jawab Sheila.
Dani dan Andri turun dan bergabung dengan yang lain "Hai bro!" Dani menepuk pundak Alfin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Cieee yang abis dilamar tadi malam," Andri meledek Sheila yang sedang makan.
Mendengar omongan Andri Sheila tersedak, Alfin segera memberi airminum untuk Sheila "Ih pelan-pelan!" Alfin khawatir.
"Kau ini!" Alfin menendang kaki Andri hingga Andri mengaduh.
Andri langsung meminta maaf kepada Sheila "Maaf ya Sheil..gak sengaja," Andri mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Siapa yang abis dilamar?" tanya Santi penasaran.
"Aku, ngelamar kamu nanti," jawaban Andri membuat wajah Santi bersemu merah.
"Serius! siapa yang dilamar?" kini Hevi yang penasaran.
Dani ingin menjawab namun segera di sergah oleh Hevi "Gak usah jawab kalau gak serius!" Dani langsung diam dan menjadi bahan ledekan yang lain.
"Rasain!" ledek Alfin sambil tertawa.
"Ada apa nih rame banget?" tanya Alex yang sudah berada dibawah.
"Ibumu mana Sheil?" tanya Alex yang melihat Mayang tidak ada.
"Masih dikamar Pak, mungkin nungguin Fiko bangun, aku bangunin dulu ya?" Sheila ingin pergi kekamar ibunya namun ternyata ibunya dan adiknya sudah ada ditangga "Kakak..." teriak Fiko saat melihat Sheila.
"Adik kakak yang ganteng, belum mandi ya," Sheila menggandeng Fiko kemeja makan.
Fiko tertawa dan menggeleng kepalanya "Dasar," Sheila mengacak-acak rambut Fiko.
"Silahkan duduk Mayang," Alex menyiapkan kursi untuk duduk Mayang.
"Makasih Mas," ucap Mayang tersenyum. Hati Alex sangat senang melihat senyuman Mayang.
Setelah makan mereka berkumpul diruang keluarga. Namun Sheila dan Mayang pergi kekamar Inez, karna Sheila ingin berbicara berdua dengan ibunya "Mah, apa bener Sheila mau dijodohkan?" tanya Sheila setelah sampai dikamar Inez dan duduk disofa yang ada dikamar, Mayang mengernyitkan keningnya.
"Dijodohkan?" bingung Mayang.
(besok lagi 😁😁)
Maaf hari ini author agak sibuk belum sempat mampir, nanti malam pasti mampir 😊😊 semangat kaka-kaka 💪💪
nih aku kasih visual teman-temannya Sheila dulu 😁😁
Santi
Yeni
Hevi
__ADS_1