
Alfin mengenggam tangan Sheila dan melingkarkannya dilengan Alfin "Biar aku saja," Alfin tersenyum kepad Sheila.
Hati Sheila menjadi tak karuan dengan sikap Alfin, Sheila melihat tangannya yang melingkar dilengan Alfin membuat hatinya semakin tak karuan, namun Sheila pasrah dengan perintah Alfin.
Mereka memasuki mobil yang didalamnya sudah ada Andri yang sudah siap dari tadi.
setelah sang bos masuk kedalam mobil, Andri segera menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan rumah Alfin.
Dalam hati Andri mengagumi penampilan Sheila, penampilannya tertutup namun anggun.
^
Diwaktu yang sama Hevi beserta dua temannya Sheila yaitu Santi dan Yeni sedang berada didalam mobil yang sedang menuju kepesta Fino, mereka disatukan dalam satu mobil sesuai dengan rencana Alfin.
"Mba, udah lama kenal sama Sheila?" tanya Santi ingin tau.
"Ya, dari mulai Sheila kerja dijakarta," jawab Hevi.
"Oh..." Santi membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kalian sendiri bagaimana, satu kerjaan?" tanya Hevi.
"Enggak Mba, kita ketemu Sheila ditempat ujian waktu itu," saut Yeni.
Mereka bertiga mengobrol untuk mengakrabkan diri, kadang mereka tertawa dengan celotehan Yeni yang lucu, kadang mereka serius ketika curhat kehidupan pribadi masing-masing.
Hingga tak terasa mobil berhenti didepan gedung yang sangat indah dan mewah, didalam mobil Santi dan Yeni berdecak kagum melihat keindahan gedung yang mereka lihat dari dalam mobil "Kita sudah sampai Non," ucap Pak supir yang bernama Arip.
__ADS_1
Hevi yang mendengar perkataan Arip sang supir menyenggol Santi dan Yeni yang sedang serius mengagumi gedung yang mereka lihat "Hus, ayo turun!" Hevi menyadarkan temannya.
Santi dan Yeni kaget "Eh, iya iya ayo kita turun!" ucap Santi gugup karna kaget.
Mereka turun dari mobil, mereka berjalan dengan pelan sambil melihat sekeliling gedung dengan takjub.
Saat sudah berada didepan pintu masuk, mereka diperiksa oleh dua orang yang berjaga dipesta Fino "Maaf Nona, bisa tunjukan surat undangannya?" tanya Pak penjaga yang bernama Ali tersebut.
Santi dan Yuli celingukan karna bingung harus bagaimana, pasalnya Alfin hanya mengundangnya lewat telfon.
Hevi yang melihat kedua temannya bingung menggelengkan kepalanya, lalu Hevi mengeluarkan 3lembar undangan yang sudah tertulis nama Hevi dan kedua temannya "Ini pak," Hevi memberikan undangannya kepada Pak Ali.
Pak Ali menerima undangan dan mengeceknya, setelah mengecek Pak Ali tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk kedalam gedung.
Mereka pun masuk kedalam gedung, disana sudah banyak orang-orang yang hadir dalam pesta Fino "Mba, ko kamu bisa dapet undangannya, terus ini sih Sheila mana ya? ko gak kelihatan? mana orang-orang besar pula yang pada dateng ya Mba?" tanya Santi dengan panjang lebar.
Santi dan Yeni ikut berhenti "Hehe, iya maaf Mba, gimana kok bisa dapetin undangan, kita aja gak dapet?" tanya Santi lagi.
"Kalau kalian gak dapet mana mungkin bisa masuk sini, undangan kalian dititipin sama aku, waktu itu anak buah Pak Alfin datang ketempat kerjaku dan memberikan undangan itu sama undangan kalian, karna kita memang sudah direncain buat berangkat bareng sama Pak Alfin itu," tutur Hevi menceritakan kronologinya.
Santi dan Yeni ber Oh dengan kompak dan mengangguk-anggukan kepalanya masing-masing "Lah terus ini Sheila kemana? kok belum kelihatan ya Mba?" timpal Yeni.
"Mungkin lagi jalan kali tunggu aja, ntar juga muncul," saut Hevi.
Tak jauh dari meja Hevi dan teman-temannya, Dani yang sedang menemani Fino merasa jengah karna sahabatnya belum juga muncul yaitu Alfin, Dani celingukan kekanan dan kekiri mencoba mengusir rasa bosan, padahal acaranya belum juga mulai.
Dani tersenyum tatkala melihat 3wanita yang sedang mengbrol dengan ceria "Fin, itu siapa?" Dani menyenggol lengan Fino.
__ADS_1
Fino mengikuti arah mata Dani terlihat 3wanita tengah mengobrol didekat meja tak jauh darinya "Eh, gak tau aku Kak," kata Fino membuat Dani mengernyitkan keningnya.
"Masa kamu gak tau, ini kan acara kamu Fin, memang kamu tidak merasa mengundang mereka?" tanya Dani penasaran.
"Suer Kak aku gak tau, aku gak kenal sama mereka," Fino menatap Dani untuk meyakinkan.
Dani merasa Fino tidak sedang berbohong "Lalu siap mereka?" ucap Dani sambil melipatkan tangannya didadanya.
"Fino juga bingung Kak, kita samperin aja yuk!" ajak Fino, Dani pun mengiyakan ajakan Fino, mereka menghampiri 3wanita yang sedang asyik mengobrol.
"Em.. em.." Dani berdehem saat sampai didekat wanita-wanita yang sedang asyik mengobrol tersebut.
Hevi, Santi dan Yeni menghentikan obrolannya dan melihat kesumber suara, ya wanita-wanita itu adalah teman-temannya Sheila yang sedang asyik mengobrol.
*
*
*
*
*
*
#jangan lupa untuk dudkung Author dengan Like dan Vot ya kaka 😊 karna dukungan kalian membantuku berjalan maju 😊😊
__ADS_1