Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Selidiki sekarang atau kamu akan menyesal!


__ADS_3

Keluarga Sheila datang dan langsung menuju kekamar Sheila dirawat karen menurut pesan Novi kalau Sheila sudah dipindahkan keruang perawatan.


"Nov." panggil Mayang ketika melihat Novi didepan pintu kamar Sheila.


"Mayang." Novi langsung memeluk Mayang dan menangis.


"Bagaimana keadaan Sheila Nov?" tanya Mayang khawatir.


"Kondisinya masih lemah Yang, kata dokter Sheila keracunan makanan dan..."


"Dan apa Nov?" tanya Mayang mulai cemas.


"Sheila keguguran Yang," ucap Novi lalu menundukan kepalanya sedih.


Pernyataan Novi membuat Mayang tubuh Mayang lemas karena syok untung ada Alex sang suami yang segera memapahnya untuk duduk.


"Sheila hamil?" tanya Mayang sambil menangis.


Novi menganggukan kepalanya "Usianya baru 2minggu kata dokter," ucap Novi.


"Lalu kenapa bisa keracunan tante?" tanya Tia yang merasa sedih dan heran dengan kondisi Sheila.


Novi menggelengkan kepalanya "Kita juga gak tahu, tadi pagi kita makan bersama dan setelah itu Sheila mengeluh kesakitan lalu pingsan dan kita segera membawa Sheila kesini," tutur Novi.


Tia berpikir sejenak "Kalau makanan yang bermasalah kenapa harus Sheila saja yang keracunan dan tidak semua? aneh!" batin Tia.


Saat Tia tidak sengaja melihat kesembarang arah, mata Tia menangkap seseorang yang sangat dia kenal sedang duduk memejamkan matanya sambil memangku Inez.


Tia menghampirinya untuk memastikan "James." panggil Tia saat sudah berada didepannya.


James dan Ellena membuka matanya "Tia." ucap James sedikit terkejut.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Tia penuh selidik.


"A...ku."


Tia menatap James dengan tajam karena James menjawab pertanyaanya dengan gugup "A..ku sedang menemani Alfin," jawab James sedikit gugup.


Tia berdecak kesal "Menemani Alfin? masih punya muka buat kembali kesini?" ucap Tia dengan sinis.


"Bicara apa kamu!" teriak Ellena menatap Tia dengan tajam.


"Siapa kamu!" Tia tidak mau kalah.


Mereka berhadapan dengan tatapan yang sama-sama membunuh satu sama lain, Ellena yang sangat kenal dengan Tia, namun Tia masih bertanya-tanya siapa perempuan yang kini ada dihadapannya.


"Aku kekasih James, ada masalah!" ucap Ellena sinis.


"Cih! aku tidak ada urusan denganmu! tapi dengan kekasihmu!" ucap Tia melirik James.

__ADS_1


"Urusanmu dengan James, itu urusanku juga!" Ellena tidak mau kalah.


Tia tidak menghiraukan Ellena dan menghadap kembali kepada James "Katakan yang sejujurnya kepada Alfin tentang hubunganmu dengan Angel dulu! atau kamu akan menyesal setelah Alfin percaya pada kebenaran nanti!" ancam Tia kepada James.


James menatap Tia "Semua sudah berlalu, lagian Angel sudah tidak ada kan? lalu untuk apa penjelasan itu?" jawab James dengan enteng.


"Ha! kalian berdua memang manusia tidak tahu malu dan keterlaluan!" teriak Tia.


Ellena tertawa melihat Tia sangat kesal karena tidak bisa membongkar semuanya sampai saat ini "Kasihan sekali dirimu! Alfin masih tidak percaya denganmu?" ucap Ellena lalu tertawa.


Tia terkejut dengan bicara Ellena, Tia pun menatap Ellena dengan tajam "Tahu apa kamu!" ucapan Tia seketika membuat Ellena membisu.


Ellena menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya karena sadar telah berbicara sesuatu yang mungkin nantinya membuat Tia curiga.


James menatap Ellena dengan tajam karena tidak bisa mengontrol kata-katanya.


"Tau apa kamu tentang James dan Angel?" tanya Tia penuh selidik.


Ellena gelagapan dan menjadi salah tingkah "Lupakan!" ucap Ellena ingin pergi dari hadapan Tia.


Saat Ellena ingin pergi, tangan Ellena ditarik oleh Tia "Mau kemana? aku merasa ada sesuatu yang tidak beres denganmu!" ucap Tia sambil menatap Ellena dengan tatapan yang menyelidik.


Ellena gugup dan takut dengan Tia "Lepaskan!" Ellena menghentakan tangannya agar terlepas dari Tia.


Ellena lalu berjalan cepat meninggalkan rumah sakit untuk menghindari Tia yang sudah mulai curiga, Tia melihat kepergian Ellena dengan hati yang dipenuhi tanda tanya karena sikap Ellena yang sangat sangat aneh menurut Tia.


Saat Tia ingin menjawab tiba-tiba pintu kamar Sheila terbuka dan keluarlah Alfin dengan wajah yang masih terlihat kesedihan.


Mayang dan lain pun melihat Alfin dan langsung berdiri "Bagaimana keadaan Sheila?" tanya Tia cemas.


"Masih belum sadarkan diri," ucap Alfin lemas lalu duduk.


Melihat Alfin keluar dari kamar perawatan, Mayang dan yang lain menghampirinya "Bagaimana keadaan Sheila Fin?" tanya Mayang saat sudah berada dihadapan Alfin.


Alfin melihat kearah mertuanya lalu menggelengkan kepalanya "Masih belum sadarkan diri Mah," ucap Alfin merasa bersalah.


Mayang merasa lemas dan airmatanya pun kembali mengalir, Alfin merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Sheila "Maafkan Alfin Mah, Alfin teledor tidak bisa menjaga Sheila," ucap Alfin tulus.


Mayang mengusap kepala Alfin dengan kasih sayang "Ini musibah Nak, bukan salahmu, Mamah yakin kamu sudah melakukan yang terbaik," ucap Mayang.


"Mamah kedalem dulu ya," ucap Mayang yang sudah tidak sabar melihat keadaan anaknya.


Alfin pun menganggukan kepalanya "Iya Mah," ucap Alfin, Mayang dan Alex masuk kedalam untuk menengok keadaan Sheila.


"Apa kondisi Kak Sheila parah Kak?" tanya Fino yang juga merasa khawatir dengan kakak iparnya.


"Kakak juga gak tahu Fin," ucap Alfin lalu menundukan kepalanya karena sedih.


Fino dan Purnomo mengusap-usap bahu Alfin untuk memberika kekuatan "Yang sabar Fin, kita berdoa semoga Sheila segera sadar kembali berkumpul lagi," tutur Purnomo.

__ADS_1


"Iya Kak, Fino yakin Kak Sheila pasti kuat, dia pasti sembuh," ucap Fino.


Alfin mengusap wajahnya "Ini semua salahku Pah, aku teledor sampai harus kehilangan anaku yang sudah kami harapkan selama bertahun-tahun, Alfin tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sheila nanti ketika tahu dia keguguran," ucap Alfin dengan suara serak karena ingin menangis.


James terdiam melihat kesedihan Alfin "Jangan-jangan ini ulah Angel!" duga James dalam hati.


"Fin...aku bawa Inez kerumah dulu ya, biar Inez istirahat, kamu disini saja temani istrimu," ucap James meminta ijin kepada Alfin.


Alfin menganggukan kepalanya "Iya Jam. Makasih,"


James mengangguk lalu segera berlalu dari situ dan kembali kerumah Alfin. Tia menatap kepergian James dengan penuh tanda tanya "Apa James tinggal dirumahmu?" tanya Tia ingin tahu.


Alfin menganggukan kepalanya "Dengan seorang wanita yang mengaku kekasihnya?" tanya Tia lagi.


"Iya." jawab Alfin.


Tia berdecak kesal "Apa kamu masih mempercayainya?" tanya Tia.


Alfin menatap Tia "Jangan bahas itu dalam kondisi seperti ini!" tegas Alfin.


Tia menggelengkan kepalanya "Justru aku khawatir dengan kedatangan mereka akan merusak rumah tanggamu!" ucap Tia memperingatkan Alfin.


Alfin menghembuskan nafasnya kasar "Kalau sampai itu yang mereka lakukan! aku tidak akan memaafkan mereka!" tegas Alfin.


Tia tertawa kecil lalu menatap Alfin dengan tajam "Tapi ketika itu terjadi kamu pasti tidak akan menyadarinya! kamu akan menyesal kalau tidak bertindak sekarang!" ancam Tia.


^


Hati Mayang terasa ngilu ketika melihat anaknya kini terbaring dirumah sakit, Alex yang paham dengan perasaan istrinya langsung merangkul Mayang dari samping "Kita doakan agar anak kita lekas sembuh sayang," ucap Alex.


Mayang menganggukan kepalanya dan duduk disisi ranjang Sheila "Sayang...ini Mamah," Mayang berusaha untuk tersenyum saat berbicara kepada Sheila yang masih setia memejamkan matanya.


"Bangun sayang...Mamah kangen sama kamu," ucap Mayang dengan airmata yang terus mengalir dari matanya.


Mayang mengenggam tangan Sheila dan mengusapnya dengan lembut "Bangun sayang...Mamah tidak bisa melihat kamu seperti ini," ucap Mayang sambil menangis.


"Kamu harus kuat Sheil...untuk suamimu dan keluargamu. Kami disini menantikan kesembuhanmu," ucap Alex


(besok lagi 😂😂)


#Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin 😊😊


*telat lu thor 😕😕


#Hahah maafkan authot...karena kemarin main kerumah saudara dan tidak ada sinyal disana 😂😂😂


*Alesan aja lu thor 😑😑


#serius hahah😂😂

__ADS_1


__ADS_2