
Andri pun mengiyakan jawaban pak Sunari "Sebenarnya ada masalah apa dengan Pak Sunari ini, sampai aku harus menyelidikinya". batin Andri dalam hati.
Andri memandangi pak Sunari sambil berjalan sampai tak sadar "Aadduhhh!" Andri menabrak kulkas yang didepannya "Aduh ini kulkas kenapa disini sih?!" gerutu Andri tangannya menyentuh keningnya yang terasa sakit.
Bi Tini yang melihat Andri menabrak kulkas seketika tersenyum "Kan memang dari dulu kulkas disitu Aden, Adennya aja jalannya ngawur," timpal Bi Tini sambil tertawa kecil.
Andri yang mendengar perkataan bi Tini hanya tertawa kecil dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah Andri mengambil beberapa minuman dan cemilan, Andri mengambil penampan yang ada dirak dapur dan manaruh minuman dan cemilan tersebut keatas nampan dan membawanya keruang bermain.
Saat sampai diruang bermain Andri menaruh minuman dan cemilan diatas meja "bos aku bawain minuman dan cemilan nih," kata Andri.
"Kamu taro saja disitu dulu," ucap Alfin sambil bermain bersama Inez.
^
Sheila menghampiri Alfin dan Inez "Biar saya pegang Inez Pak," kata Sheila mengambil alih Inez dari tangan Alfin.
Alfin mengiyakan permintaan Sheila "Sudah telfon sahabatmu itu?" tanya Alfin memandang Sheila.
Sheila hanya menganggukkan kepalanya, Alfin hanya mengernyitkan keningnya melihat sikap Sheila yang hanya menganggukan kepalanya.
"Minggu depan ikut denganku!" perintah Alfin.
Sheila melihat Alfin "Kemana?" tanya Sheila
"Fino ulang tahun sekalian wisuda nanti," tutur Alfin sambil memakan cemilan yang dibawa Andri tadi.
"Oh, eh kenapa aku ikut?" tanya Sheila kaget "*Ke*napa aku harus ikut juga, kan itu acara keluarga" batin Sheila.
"Kalau kamu gak ikut yang jaga Inez siapa?" jawab Alfin santai.
"Ya Bapak lah," cuek Sheila.
Alfin memandang Sheila dengan tajam dan Sheila yang melihat ketajaman mata Alfin segera mengalihkan pandangannya karna merasa takut "Ya.. ya.. aku ikut!" ucap Sheila dengan wajah yang tidak ceria.
Alfin tersenyum penuh kemenangan karna telah berhasil menakuti Sheila "*B*os dilawan, mau mati kau." batin Alfin dalam hati.
__ADS_1
Andri yang melihat raut wajah Sheila seperti tak senang segera menegurnya "Sepertinya kau tak senang Sheila, kenapa?" tanya Andri.
"Hem, senang ko bang," jawab Sheila dengan senyum paksa.
Alfin yang mendengar Sheila memanggil bang kepada Andri seketika langsung tertawa kencang membuat Sheila dan Andri merasa heran. "Kau ini kenapa bos? ketawa seperti itu, sudah gila ya?" ucap Andri tangan Andri menyentuh kening sang bos "Tidak panas?" ucap Alfin menurunkan tangannya dari kening Alfin.
"Berani sekali kau mengataiku gila ya, dasar abang-abang!" ucap Alfin kembali tertawa meniru panggilan Sheila kepada Andri.
Andri yang sadar dengan arti tertawa bosnya wajahnya langsung memerah karna malu "Cih kau ini bos, senang sekali jika aku dipanggil abang-abang!" Alfin terkekeh mendengar perkataan Andri
"Kau memang cocok dipanggil abang Ndri," kekeh Alfin sambil melempar bantal sofa yang dia pegang kearah Andri.
"Sial kau bos, terus saja tertawa sampai kau tua sekalian!" kesal Andri karna bosnya masih menertawakannya.
Alfin semakin terkekeh mendengar jawaban Andri "Abang.. abang beli baksonya bang!" ucap Alfin sambil tertawa dan memegangi perutnya.
"Sial kau bos!" ucap Andri melempar bantal sofa yang tadi dilempar Alfin.
Sheila yang melihat Alfin dan Andri bercanda merasa iri, Sheila melihat kemesraan mereka berdua dengan perasaan sedih karna Sheila teringat adiknya yang sangat dia sayangi.
Alfin yang melihat wajah Sheila murung tiba-tiba diam dan berbicara kepada Sheila "Mukamu murung kenapa?" tanya Alfin penasaran.
sekarang giliran Andri yang tertawa karna Sheila berani mencela bosnya "Denger tuh bos!" ucap Andri merasa senang.
Alfin melirik Andri dengan tatapan tajamnya "Tertawa lagi kupotong gajihmu nanti!" ancam Alfin sambil melotot kearah Andri.
Andri langsung terdiam mendengar ancaman Alfin "Cih kau bos selalu saja menggunakan senjata itu," ucap Andri langsung cemberut.
Sheila yang mendengar ancaman Alfin tertawa, Alfin yang mendengar Sheila tertawa merasa heran dan memperhatikan Sheila.
Sheila yang sadar diperhatikan bosnya segera menutup mulutnya dengan tangannya dan berhenti tertawa.
"Maaf bos," ucap Sheila sambil senyum-senyum malu.
Andri tertawa melihat tingkah Sheila dan bosnya "Kalian itu lucu sekali," kekeh Andri.
"Tutup mulutmu itu!" Alfin melempar bantal sofa lagi kearah Andri.
__ADS_1
"Aku salut sama kamu Sheil bisa menjinakkan bos yang angkuh ini," ucap Andri sambil mengedipkan satu matanya kepada Sheila.
"Siapa yang menjinakkan bang, yang ada selalu mengancamku dengan potong gajih!" ucap Sheila sambil memonyongkan bibirnya.
Andri terkekeh mendengar jawaban Sheila "Kan bos punya kuasa Sheil," timpal Andri.
"Cih kalian berdua itu menyebalkan!" kesal Alfin.
"Mam ma Mam ma." tiba-tiba suar Inez membuat mereka berpaling kearah Inez yang sedang dipangku oleh Sheila.
Sheila kaget dengan gumaman Inez "Sister sayang," lirih Sheila.
"Mam ma Mam ma." celoteh Inez lagi.
Sheila memandang Alfin begitupun sebaliknya, mereka pun saling pandang untuk beberapa saat sebelum Inez menyadarkan mereka "Mam ma Mam ma." celoteh Inez tangannya menepuk nepuk dada Sheila.
"Sister sayang, ini Dady," ucap Sheila menunjuk Alfin dengan jari telunjuknya.
Alfin tertegun dengan celotehan Inez karna Alfin fikir yang bakal pertama disebutnya adalah namanya tapi fikiran Alfin ternyata salah.
Tiba-tiba baby Inez menangis, Sheila kaget dan mencoba menenangkan Inez dengan menggendong dan menepuk-nepuk punggung Inez.
Inez yang sedang digendong menatap Sheila dan berceloteh "Mam ma Mam ma." celoteh Inez.
Sheila bingung dengan celotehan Inez dan menatap Alfin kembali, Alfin pun juga bingung harus jawab apa.
Andri yang melihat kebingungan dua sejoli itu langsung berkata "Di iyain aja Sheil, daripada ngoceh mulu Inez," kata Andri membuat Alfin dan Sheila langsung menatap kearah Andri.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
#jangan lupa bahagia kaka kaka 😊😊