
"Sabar Fin, aku yakin jika Inez sudah mengerti dengan keadaan, Sheila akan bisa memberikan pengertian kepada Inez," Andri berkata sebagai seorang sahabat yang memberikan semangat saat sahabatnya sedang galau, sama seperti yang Alfin lakukan dulu kepada Andri yang terpuruk dalam hidup.
Alfin terdiam mendengarkan perkataan Andri, Alfin melihat keluar jendela mobil melihat lalu lalang kendaraan yang melintas dengan perasaan dan pikiran yang entah kemana, hanya hati Alfin yang tau.
Andri memperhatikan bosnya dari spion yang ada didalam mobil, Alfin tau bosnya sedang galau memikirkan anaknya. Alfin tau perasaan sahabat sekaligus bosnya.
Andri hanya bisa berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan sang bos, dan selalu berada disampingnya.
45menit mobil melaju dan sekarang telah sampai didepan kantor Alfin, Alfin dan Andri turun dari mobil dan berjalan kearah lif, lif berhenti dilantai ruangan Alfin berada, Alfin berjalan keruangan diikuti oleh Andri dari belakang.
Alfin segera duduk dan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya diselesaikan sore ini juga, karna Alfin akan mengadakan pertemuan dengan saudara pamannya sore ini, bisa dibilang dia adalah saudara jauh namun yang pasti Alfin ingin kerja samanya bisa berhasil nantinya.
Alfin mengangkat telfon yang ada dimeja untuk menelfon Andri yang ada diruangan depan ruangan Alfin "Ndri, dokumen buat persiapan pertemuan dengan direktur PT Artha Wijaksana tolong segera bawa keruangan saya!" perintah Alfin dibalik telfon.
"Siap bos!" Andri bergegas mempersiapkan dokumen-dokumen yang Alfin minta.
Setelah dokumen siap, Andri segera pergi keruangan Alfin "Permisi bos, ini dokumen yang bos minta," Andri memberikan dokumen-dokumennya kepada Alfin, Andri pun duduk dikursi kosong yang ada dihadapan meja kerja Alfin.
"Siapa yang akan ikut untuk memberikan presentasenya?" tanya Alfin sambil memeriksa dokumen yang Andri bawa.
"Dita bos, dia akan ikut bersama kita nanti sore," jawab Andri.
"Apa pekerjaan dia cukup baik dari orang kemarin?" timpal Alfin.
"Sepertinya cukup memuaskan bos, apa perlu dia panggil kesini bos?" tanya Andri.
"Tidak perlu cukup kamu kasih tau dia kerja sama ini harus berhasil, dia harus mempresentasikannya dengan baik!" ujar Alfin
"Oke bos!" siap Andri dengan perintah bosnya.
Alfin seketika teringat beberapa hari lagi acara ulangtahun adiknya dan dia belum mempersiapkan kado untuknya, dan Alfin juga teringat akan Sheila yang akan dia bawa "Ndri hubungi perancang busana dan make up, untuk datang kerumahku 2jam sebelum acara ulangtahun adikku nanti". perintah Alfin tiba-tiba.
__ADS_1
Andri heran dengan permintaan bosnya "Bos mau make up begitu?" tanya Andri penasaran.
"Bukan buatku tapi untuk Sheila nanti Ndri," tutur Alfin
Andri kaget "Untuk Sheila bos?" tanya Alfin meyakinkan.
Alfin yang sedang memeriksa dokumen seketika berhenti dan melirik Andri "Apa perlu aku mengulanginya?" Alfin melirik Andri dengan tajam.
Andri yang mendapat lirikan tajam dari Alfin langsung menciut nyalinya "Oke oke bos, seram amat matamu kalau begitu bos, kalau begitu aku pergi dulu ya bos!" Andri berdiri dari tempat duduknya dan pergi dari ruangan Alfin, Andri harus segera menuaikan perintah bosnya.
^
Alfin tiba-tiba kepikiran Sheila "*P*asti Sheila akan bosan dan merasa minder bila dia tidak ada teman diacara ulangtahun Fino nanti." batin Alfin.
sejenak Alfin berfikir dan Alfin tersenyum karna mempunyai ide untuk Sheila agar merasa senang nantinya.
Alfin berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya menuju ruangan Andri, karna sudah tiba saatnya bertemu dengan kliennya.
"Siap bos, sebentar lagi Dita kesini bos, tunggu sebentar," tutur Andri.
Dita berjalan dengan anggun menuju ruangan Alfin karna sore ini dia harus mempresentasikan pekerjaannya, dan ini yang pertama kali karna Dita baru masuk kerja 2minggu lalu.
"Itu dia bos," Andri melihat Dita yang sedang berjalan kearahnya.
"Ya sudah ayo pergi sekarang!" Alfin hanya melirik Dita lalu melangkah pergi begitu saja.
"*S*ial ini bos dingin amat kaya es batu, masa dia tidak terpesona apa sama kecantikanku ini."batin Dita yang kesal karna sang bos hanya meliriknya lalu pergi begitu saja.
Mereka bertiga menaiki mobil yang sudah disiapkan, Dita membuka pintu belakang karna ingin duduk bersama dengan sang bos "Duduk depan!" dingin Alfin.
Dita kesal namun pasrah padahal Dita ingin duduk bersama bosnya yang tampan dan tajir ini, tapi kenyataannya Dita ditolak mentah-mentah. memalukan memang.
__ADS_1
Dita akhirnya duduk disebelah Andri yang menyetir mobilnya saat itu, Andri segera melajukan mobilnya saat Dita sudah duduk disampingnya, Andri sebenarnya ingin tertawa saat Dita disuruh keluar oleh Alfin namun dia menahannya "*C*uman Sheila mungkin yang menolak duduk disampingmu bos." batin Andri.
Dita terlihat sangat kesal karna usahanya untuk mendekati sang bos belum berhasil "*A*ku akan berusaha dan tidak akan mundur untuk mendapatkanmu Pak Alfin, tunggu saja perjuanganku, cepat atau lambat aku pasti memilikimu, dan aku akan menjadi orang kaya nanti." batin Dita dalam hati.
Mobil yang mereka tumpangi akhirnya telah sampai ditempat tujuan, Alfin segera turun dari mobil dan diikuti oleh Andri dan Dita dari belakang.
Alfin segera pergi keruangan yang sudah dipesennya untuk meting bersama kliennya, Alfin duduk dan memanggil pelayan untuk menyiapkan hidangannya karna Alfin ingin makan bersama dahulu saat kliennya datang nanti.
Hidanganpun datang memenuhi meja yang dipesan Alfin "Bos klien kita datang," ucap Andri yang melihat seorang paruh baya dan diikuti oleh seorang pemuda yang lumayan tampan sedang berjalan kearahnya.
Alfin melirik kearah pintu dan benar kliennya sudah datang seperti yang Andri katakan.
Alfin segera berdiri untuk menyambut kliennya.
"Selamat datang Pak Alex," Alfin menjabat tangan kliennya.
Alex pun menyambut jabatan tangan Alfin dengan senyuman lebar "Terimakasih Nak Alfin," balas Alex.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
#maaf agak terlambat 😊😊