
Hari ini ujian telah tiba, Sheila bersiap-siap untuk pergi kesekolah yang mengadakan sekolah kejar paket.
sebelumnya Sheila sudah meminta ijin kepada sang majikan yaitu Alfin dan Alfin pun memperbolehkannya dengan syarat setelah semua selesai langsung pulang.
Saat Sheila hendak pergi baby Inez menangis, sekarang ia sudah mulai mengerti saat orang yang selalu bersamanya akan pergi ia akan menangis.
Dengan susah payah Sheila membujuk dan menenangkannya, walaupun sedikit kesusahan tapi berhasil juga menenangkan baby Inez untuk bermain bersama bi Tini.
Sheila pun lega rasanya, Sheila bisa pergi dengan tenang.
Sheila berjalan keluar dari rumah Alfin saat akan melewati gerbang Sheila pamit kepada Pak Budi penjaga rumah Alfin.
Saat Sheila keluar dari gerbang tiba-tiba ada mobil yang mendekatinya ternyata itu adalah mobil sang majikan.
Alfin menurunkan kaca mobilnya dan menatap Sheila "Ayo aku antar!" ajak Alfin
"Tidak usah Pak, saya akan naik angkot aja Bapak kan mau bekerja, jadi bapak pergi saja, saya bisa sendiri kok," tolak Sheila tidak enak hati.
"Ya sudah gajian nanti saya potong gajihmu 50% karna kamu tidak menuruti perintah saya!" ancam Alfin
"Eh... iya pak iya saya akan ikut Bapak," Sheila segera masuk kedalam mobil dan duduk disebelah sang supir alias sang majikan.
"Selalu saja potong gajih ancamannya!" batin Sheila
Alfin tersenyum miring dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sesekali Alfin melirik kearah Sheila yang diliriknya asik memandangi jalanan yang sedang dilaluinya.
Alfin merasa baru kali ini dia peduli dengan apa yang dilakukan oleh pengasuhnya.
bahkan Alfin penasaran dengan kehidupan Sheila "Dia unik" puji Alfin dalam hati.
Tapi Alfin tetaplah Alfin yang akan menutupi semua rasa penasarannya dengan cara selalu mengancam Sheila padahal itu hanya caranya untuk menutupi ketertarikannya.
"Apa kamu sudah belajar buat ujian ini?" tanya Alfin memandang Sheila sekilas
"Aslinya kalau sekolah kaya gini tidak perlu belajar Pak karna pasti lulusnya." jawab Sheila.
"Loh terus ngapain kamu susah susah pergi ketempat ujian kalau begitu kerjakan saja dirumah dan tinggal menunggu ijasah," ucap Alfin
Sheila menghela nafas dan mengeluarkannya secara perlahan sebelum menjawab pertanyaan sang bos "Kalau bisa dikerjakan dirumah sudah saya kerjakan dirumah Pak, tapi kan syaratnya harus ujian disekolah!" tutur Sheila.
__ADS_1
Alfin hanya mengangguk-anggukan kepala dan fokus dengan jalanan. butuh waktu 30menit untuk sampai ditempat sekolah Sheila. dan dalam perjalanan hanya ada keheningan yang mereka ciptakan setelah obrolan singkat sang bos dan pengasuhnya.
Akhirny mobil Alfin yang mengantar Sheila sampi ditempat ujian Sheila, Alfin memakirkan mobilnya ditempat parkir sekolah Sheila.
"Kenapa kita masuk Pak? kan tadi harusnya dipinggir jalan saja, jadi Bapak bisa langsung pergi bekerja," Sheila merasa heran dengan bosnya.
Alfin hanya melirik Sheila lalu dia membuka sabuk pengamannya lalu mendekat ke arah wajah Sheila, seketika Sheila kaget karna wajah sang bos berada dekat dengannya Sheila melonjakkan kepalanya ke belakang, untuk beberapa saat pandangan mereka bertemu, ada rasa dalam hati yang tidak mudah untuk dijelaska, mereka berdua saling membatin satu sama lain.
"Kenapa berdebar begini sekarang kalau dekat dengan Sheila" batin Alfin.
"Ya Allah kenapa hatiku tiba-tiba begini sekarang kalau dekat Pak Alfin" batin Sheila.
"Bosnya itu saya, jadi terserah saya maunya gimana, kamu tinggal nurut, mengerti!" Alfin menatap Sheila dengan jarak dekat, Alfin berusaha menutupi detak jantungnya yang kini seakan berdetak lebih cepat.
Sheila hanya menganggukan kepalanya sudah tidak nyaman dengan bosnya karna jarak bosnya yang terlalu dekat menurutnya. "Iya saya tau anda bos! puas!" batin Sheila.
Alfin mencopot sabuk pengaman yang dipakai oleh Sheila dan membuat Sheila semakin merasa heran dengan sikap bos nya itu. "*A*ku kan bisa buka sendiri sabuk pengamannya, kaya anak kecil aja dibukain segala,menyebalkan". batin Sheila.
Setelah Alfin membukakan sabuk pengamannya Alfin turun dari mobil diikuti oleh Sheila yang juga turun dari mobil. Sheila semakin heran dengan bosnya mengapa dia ikut turun juga. "Bapak ngapain ikut turun? mau ujian juga?" ucap Sheila menatap bosnya yang menurutnya aneh sekali.
Alfin hanya mengangkat bahu dan berlalu pergi, Sheila dibuat kesal oleh bosnya itu masa iya mau ditungguin, pikirnya.
Saat pintu dibuka Sheila melihat ruangan itu dan seketika membuat Sheila kaget karna ternyata yang mengikuti ujian ini diluar prediksi Sheila "*W*ah banyak juga ya, Alhamdulillah aku jadi gak gerogi karna banyak yang ikut ujian ini". batin Sheila.
Sheila melangkah menuju kursi yang masih kosong Sheila masih melihat sekelilingnya Sheila masih merasa heran ternyata bukan hanya seumuran Sheila yang mengikuti ujian ini, yang berumur 30-40an juga ada.
Tiba-tiba ada 2 wanita yang menghampiri Sheila mereka yang duduk disebelah dan dibelakang Sheila.
"Hai.. aku Santi, namamu siapa?" Santi mengulurkan tangannya kepada Sheila
Sheila pun menjawab uluran Santi "Saya Sheila," jawab Sheila
"Aku Yeni, Sheila," Yeni juga mengulurkan tangannya kepada Sheila.
Sheila dengan senang hati menjabat tangan Yeni "Senang berteman dengan kalian." ucap Sheila.
"Kalian ujian paket apa?" tanya Sheila kepada Santi dan Yeni.
"Kita paket B, kamu?" tanya balik Santi.
__ADS_1
"Aku juga paket B," jawab Sheila senang karna ada temannya diujiannya.
"Kita tokeran no hp ya, ntar kita saling kabar kalau ada sesuatu." timpal Yeni dan disetujui oleh Sheila dan Santi. dan akhirnya mereka bertukar no hp masing-masing dan tak lama setelah itu guru yang mengajar ujian telah tiba. seketika ruangan hening melihat seseorang yang masuk kedalam ruangan.
namun Sheila asyik melihat hp karna adiknya memberi kabar kepadanya.
"Sheil, lihat guru kita ganteng binggo!" ucap Yeni menendang kaki Sheila dari belakang.
Sheila terkejut dengan tendangan Yeni seketika Sheila melihat kedepan dan Sheila terkejut dengan apa yang dilihatnya. "*I*ni halusinasi?" batin Sheila tak percaya apa yang dilihatnya.
Alfin masuk bersama kepala sekolah tempat Sheila ujian dan kepala sekola memperkenalkan Alfin kepada peserta ujian.
"Para hadirin ujian, ini adalah pak Alfin Purnomo Said dia yang akan mengawasi dan memberi arahan kepada kalian saat ujian, dia pemuda yang hebat kalian harus belajar kepadanya, sebelum pak Alfin memegang perusahaan Papahnya dia adalah guru disini, dan kali ini beliau yang meminta langsung untuk menjadi pengajar kalian selama ujian, karna permintaan beliau membuat kami merasa senang, apalagi mau mengajar kalian yang telah tertinggal sekolah." ucap kepala sekolah dengan semangat kepada peserta ujian.
"Semoga kalian bisa belajar dari pak Alfin ini untuk menjadi sukses dimasa depan!" tutur pak kepala sekolah lagi dan dijawab serentak oleh para peserta ujian.
"Silahkan pak Alfin anda bisa memulai ujian saat ini," pak kepala sekolah memberikan arahan kepada Alfin
"Terimakasih pak," ucap Alfin tersenyum dan menundukan kepalanya kepada kepala sekolah sebagai tanda hormat kepadanya.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
#jangan lupa bahagia kaka kaka semua 😊😊😊