Impian Kehidupan (Pernikahan)

Impian Kehidupan (Pernikahan)
Wanita di Perancis


__ADS_3

Sheila kembali kekamar, cerita Tia masih teringang jelas didalam pikiran Sheila "Lama banget Beb?" tanya Alfin yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Kirain sudah tidur?" tanya Sheila.


"Ditanya malah balik tanya!" kesal Alfin namun tangan Alfin menepuk kasur menyuruh Sheila untuk naik dan duduk disampingnya.


Sheila menuruti Alfin "Abis ngobrol sama Kak Tia tadi," ucap Sheila ingin tahu ekpresi Alfin.


Alfin menatap Sheila tajam "Gak usah deket-deket dia," Alfin merangkul Pinggang Sheila.


"Kak Tia kan sekarang menjadi Kakakku Mas, lagian dia baik kok," Sheila menggenggam tangan Alfin dan tersenyum.


"Mas...setiap masalah kesalahpahaman jangan hanya mendengar cerita dari satu sisi tapi harus dua sisi, setelah itu cari bukti kebenarannya," Sheila berusaha berbicara pelan.


Alfin menatap Sheila dengan penuh tanda tanya "Cerita apa saja dia!" suara Alfin pelan namun tegas.


Sheila tersenyum dan mengusap tangan Alfin "Hanya sedikit, tadi aku tidak sengaja lihat Kak Tia sedang memandang foto kalian waktu SMP," Alfin tiba-tiba menarik nafasnya dalam-dalam.


"Apa tidak ada kesempatan Kak Tia untuk menjelaskan semuanya Mas, kalian sudah bersama selama hampir 6tahun, apa yang Mas belum mengenal Kak Tia?" Alfin terdiam mendengar kata-kata Sheila, namun matanya hidup untuk berbicara.


Sheila menghembuskan nafasnya "Kita mencintai seseorang dengan lebih itu boleh Mas, tapi jangan sampai kita menutup mata dalam kebenaran yang seharusnya kita ketahui, atau bahkan kita menolak kebenaran dan membenarkan kesalahan," tutur Sheila, Alfin terkesiap dengan tutur kata Sheila yang lebih dewasa darinya.


"Akan Mas pikirkan nanti, sekarang tidurlah!" perintah Alfin, Alfin dan Sheila pun berbaring lalu memeluk Sheila.


^


3tahun kemudian *


Pernikahan Sheila dan Alfin berjalan indah selama ini, walaupun Sheila belum hamil dan memiliki anak sendiri, namun itu tidak menjadi masalah dalam rumahtangga Sheila dan Alfin.


Sedangkan ibu Sheila yang baru menikah 2tahun lalu kini telah memiliki seorang anak laki-laki yang berumur 1tahun, Sheila bahagia melihat ibunya sekarang bahagia menjalani kehidupan rumahtangganya.


Dani sahabat Alfin pun telah menikah 3bulan lalu dengan wanita yang cuek dulu, siapa lagi kalau bukan Hevi. Jika Andri dan Fino masih ingin menikmati masa-masa pacarannya dengan para kekasihnya.


Sheila kini kuliah di salah satu Universitas diJakarta, dia mengambil fakultas Akuntansi dan dua kali seminggu Sheila juga Les menyanyi. Walaupun terkadang Sheila lelah namun Sheila bahagia bisa mewujudkan impian-impian yang selama ini dia tulis dan simpan didalam buku hariannya.

__ADS_1


Pertemanan Alfin dan Tia pun berhasil di luruskan dan sebentar lagi Tia pun akan segera menikah dengan Asisten Alex yang bernama Aldo, rasanya hati Sheila sangat bahagia melihat orang-orang disekililingnya bahagia.


"Mom...Dad..." suara nyaring Inez membuat Alfin berdecak.


Inez berlari dan naik keranjang memeluk kedua orangtuanya yang masih berselimut karna tidak memakai pakaian dan mencium pipi mereka, Alfin dan Sheila pun gemas dengan tingkah Inez yang sudah menjadi balita super aktif "Kenapa selalu mengganggu Daddy dan Mommy kalau pagi hem," ucap Alfin yang masih memejamkan matanya.


Inez tertawa mendengar perkataan dadynya "Come on Daddy, ayo kita main!" Inez menarik Alfin yang masih malas untuk bangun lalu berganti menarik lengan Sheila yang badannya masih tertutup selimut.


"Sayang...nanti Mommy dan Daddy akan main bermain sama Inez, tapi Inez turun dulu ya sayang, Mommy dan Daddy akan mandi sebentar," Sheila mengusap pipi Inez dan tak mengubah posisi Sheila karna saat ini dirinya sedang tidak memakai pakaian.


Inez pun senang "Oke Mommy, Inez akan tunggu dibawah bersama sister Sita ya?" Inez pun turun dan berlari keluar dari kamar Alfin.


Setelah Inez pergi Alfin kembali memeluk Sheila "Anak itu nakal sekali! selalu mengganggu aktivitas kita, aku jadi ingin memakanmu lagi Beby," bisik Alfin ditelinga Sheila.


"Sudah Mas...kamu ini tidak ada lelahnya!" Sheila memukul lengan Alfin pelan.


Alfin tertawa kecil "Untuk urusan ini memang tidak Beb. biar cepet jadi," tangan Alfin mulai bekerja membuat Sheila menggelengkan kepalanya.


"Stop! ayo kita mandi Inez sudah menunggu kita untuk bermain," Sheila menyingkirkan tangan Alfin yang sudah tidak bisa dikondisikan.


"Sebentarnya kamu itu 2jam Mas, sudah ayo mandi!" Sheila akhirnya memakai senjata terakhir untuk membuat Alfin berhenti yaitu menggelitiki Alfin.


Alfin tertawa begitu kencang karna ulah Sheila dia pun meminta ampun dan mau menuruti perintah Sheila.


"Mandi berdua ya?" ucap Alfin mengedipkan satu matanya.


Sheila menggelengkan kepalanya "Kalau mandi berdua pasti lebih lama lagi! sudah sana Mas mandi dulu," Sheila mendorong dada Alfin pelan.


Alfin pun terkekeh lalu mencium bibir istrinya cukup lama "Sudah!" Sheila menutup mulutnya karna Alfin ingin menciumnya lagi.


Alfin pun pergi kekamar mandi sambil terkekeh karena tingkah istrinya "Dia sungguh membuatku gila setiap hari!" batin Alfin, bibirnya tak lepas dari senyuman jika mengingat ulah istrinya.


"Beby..." panggil Alfin yang baru keluar dari kamar mandi.


Sheila yang sudah memakai piyama tidurnya pun menghampiri suaminya, Sheila memberikan pakaian yang sudah dia siapkan untuk dipakai suaminya. Kebiasaan Sheila membuat Alfin sangat bergantung kepada istrinya itu.

__ADS_1


^


Di Perancis


Seorang wanita terbangun dari tidurnya, dia melihat kesamping terlihat seorang lelaki masih tertidur pulas dalam buaian mimpinya.


Dia terbangun lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah mandi dia pun duduk disofa dan menyalakan laptapnya, dia membuka sebuah email dari seseorang, wanita itu tersenyum licik "Aku akan kembali ke Indonesia." gumam wanita itu.


Wanita itu bersandar disofa "Apa anak itu masih hidup? ku harap tidak!" wanita itu memejamkan matanya.


Dia lalu menyiapkan sarapan dan untuk kekasihnya, saat wanita itu tengah menyiapkan sarapan tangan seseorang dengan berani memeluknya dari belakang, wanita itu tersenyum "Kau sudah bangun Honey?" lelaki itu berdehem lalu duduk dikursi menunggu sarapan yang dibuat kekasihnya jadi.


"Honey..aku akan ke Indonesia," Lelaki itu langsung terbatuk mendengar ucapan kekasihnya, wanita itu pun langsung memberikan airminum kepadanya.


"Kamu jangan gila! untuk apa kamu kesana?!" marah lelaki itu.


"Come on Honey, aku hanya ingin menghadiri pernikahan sahabatku," tutur wanita itu.


"Hanya untuk menghadiri pernikahan? kamu jangan gila!" ucap lelaki itu wajahnya kini merah menahan amarah.


Wanita itu tersenyum "Tenang Honey...kamu pikir aku bodoh? lagi pula apa yang kamu takutkan, wajahku tidak seperti dulu bukan? tidak akan ada yang mengenaliku!" tegas wanita itu.


Lelaki itu terdiam dan menatap kekasihnya "Baiklah dengan syarat!" wanita itu menatap kekasihnya, matanya mengisyaratkan pertanyaan syarat apa?


"Aku akan ikut! dan cari tahu kabar anak kita! dia pasti sekarang sudah tumbuh besar!" senyum diwajah wanita itu memudar mendengar syarat yang kekasihnya minta.


"Untuk apa kita mencari anak itu? gara-gara anak itu aku harus seperti ini!" kesal wanita itu.


"Apa kamu tidak memiliki perasaan keibuan sedikit ha! kamu yang memilih hidup seperti ini, kenapa menyalahkan anakku!" rasanya lelaki itu ingin marah.


"Oke baiklah Honey, terserah kau saja!" wanita itu mengalah lalu melanjutkan makanan yang masih tersisa "Malas sekali berurusan dengan anak! menyebalkan!" batin wanita itu.


(besok lagi 😂😂)

__ADS_1


jangan lupa bahagia kakak 😄😄😄


__ADS_2