
Sheila tengah duduk dimeja makan dan menyuapi baby Inez makan dan Alfin duduk didepan Sheila. tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar Sheila beranjak dan berlalu membuka pintu.
"Assalamualaikum." salam serempak orang dari luar
"wa'alaikumsalam." jawab Sheila dengan tersenyum
seketika Alfin berdiri mendengar suara salam dari luar suara yang sangat dikenalinya tak salah lagi mereka adalah keluarga Alfin.
"Mamah, Papah, Fino ko kalian tidak mengasih kabar kalau mau kesini?" tanya Alfin menyambut keluarganya dan membawa mereka masuk keruang keluarga.
"Memangnya kami harus memberi kabar kalau mau kesini hem," kata Purnomo papah Alfin.
"Tidak begitu Pah, kan Alfin bisa mempersiapkan makanan yang banyak untuk menyambut kalian," timpal Alfin.
"Tidak perlu kami kesini sangat rindu dengan cucu Mamah, mana cucu Mamah Fin dan perempuan tadi siapa? pacarmu?" tanya Novi mamah Alfin.
"Dia pengasuh Inez Mah, sebentar Alfin panggilkan mereka dulu Mah," ucap Alfin seraya berlalu dari ruang keluarga ketempat Inez berada.
"Kirain Mamah dia pacarmu Fin!" ucap Novi sebelum Alfin pergi.
"Apaan sih Mamah ini!" timpal Alfin sambil berjalan keruang makan.
Tak butuh waktu lama Alfin sudah sampai diruang makan dimana Sheila dan baby Inez berada.
"Sheila tolong bawa Inez ke ruang keluarga ya, keluargaku ingin bertemu dengan Inez". kata Alfin
"Baik Pak." Sheila mengiyakan perkataan Alfin.
Alfin segera pergi kedapur menyuruh Bi Tini menyiapkan minum dan makanan.
"Bi.. tolong buatkan minum dan makanan ya, Mamah, Papah juga Fino datang kesini, bawa keruang keluarga ya Bi," tutur Alfin dan berlalu pergi dari dapur keruang keluarga kembali.
"Baik Den," ucap bi Tini sebelum Alfin pergi.
Suasana di ruang keluarga begitu ceria sekali karna mereka tertawa akan keaktifan baby Inez yang sangat menggemaskan.
mereka berebut menggendong dan bermain dengan baby Inez seketika ruangan begitu ramai dengan suara mereka.
Saat baby Inez berada digendongan opahnya, Novi mamah Alfin mendekati Sheila yang tengah duduk disalah satu sofa tidak jauh dari baby Inez.
"Namamu siapa nak?" tanya Novi
"Sheila bu," jawab Sheila dengan tersenyum.
"Nama yang bagus." puji Novi membalas senyuman Sheila.
"Ibu bisa saja," ucap Sheila malu-malu.
"Semoga kamu betah ya disini, jaga cucu ibu dengan baik," ucap Novi dengan tersenyum ramah kepada Sheila.
__ADS_1
Sheila menjawab dengan senyuman dan angggukan.
sebelum Novi meninggalkan Sheila Novi tersenyum kearah Sheila dan membelai kepala Sheila dengan lembut.
Sheila kaget dengan sentuhan Novi tapi ia hanya tersenyum kaku.
"*J*adi merindukan Mamah dirumah, apa kabar ya mamah sama adek?" batin Sheila sedih karna sentuhan yang diberikan Novi mengingatkan sentuhan mamanya yang sudah sangat lama tak ia dapatkan.
Novi mengahampiri Alfin yang duduk disebelah Fino adiknya.
"Kapan kamu akan menikah lagi Fin, apa kamu tak kasihan dengan Inez kelak kalau dia nanti tanya ibunya!" ucap Novi menghentikan kakak beradik yang sedang bercanda.
seketika Alfin membenarkan duduknya dan menatap malas mamahnya.
"Mah...Alfin tak mau menikah lagi Mah," ucap Alfin menatap Novi memohon.
"Kenapa?" tanya Novi.
Alfin hanya diam dan menunduk seketika terbayang wajah istrinya dalam benaknya.
"Karna Angel? Angel sudah bahagia diatas Nak, Angel juga pasti pingin kamu bahagia dan melanjutkan hidupnya dengan baik dan bahagia," tutur Novi menatap sang putra sulungnya.
"Alfin gak bisa Mah," ucap Alfin lirih dan masih menunduk menatap lantai tangannya memegang tengkuk kepalanya.
"Sampai kapan Fin? Mamah hanya kasihan melihat cucu Mamah nanti kalau dia sudah bisa bertanya dimana ibunya, Mamah juga kasihan denganmu, Mamah ingin kamu ada yang mengurusi!" kata Novi dengan suara serak ingin menangis.
sebagai orangtua Novi tidak ingin melihat anaknya terpuruk setiap hari, walaupun Novi tidak tinggal bersama,tapi Novi tahu bahwa anak sulungnya pasti masih merasa kehilangan Angel.
Novi tahu jika anaknya masih menyembunyikan kesedihan akan kepergian istrinya.
"Mamah mengerti Fin, tapi cobala kamu fikirkan anakmu nanti, dia pasti sedih tak merasakan kasih sayang dari seorang ibu," ucap Novi dengan sungguh-sungguh.
"Alfin akan berusaha dengan baik untuk mengurus Inez Mah walau tanpa seorang istri!" ucap Alfin dengan yakin
"Kamu jangan menggampangkan masalah ini Fin, kelak kamu pasti akan bingung dengan pertanyaan Inez nanti!" timpal Novi.
Alfin menghembuskan nafasnya dengan berat. mencoba mencerna perkataan dari mamahnya. Alfin menyenderkan kepalanya kesofa dan memejamkan matanya.
"Angel aku merindukanmu". batin Alfin.
tak lama setelah mendengar pembicaraan antara Novi dan Alfin, Purnomo datang dan duduk disebelah istrinya, Purnomo memegang tangan istrinya untuk memberikan ketenangan.
"Biarkan Alfin berfikir Mah, ini pasti berat buat Alfin, kita doakan yang terbaik saja Mah," tutur Purnomo dengan lembut kepada istrinya.
"Mamah hanya ingin yang terbaik buat anak kita Pah." jawab Novi dengan lirih
"Papah tahu Mah tapi kita harus menghargai keputusan anak kita, kita doakan yang terbaik aja ya," ucap Purnomo memeluk istrinya.
tiba-tiba suara Fino membuyarkan keheningan yang terjadi beberapa saat.
__ADS_1
"Ka pengasuh Inez cantik juga ya," ucap Fino menyenggol lengan kakaknya.
"His! sekolah aja dulu baru kenal cewe kamu!" ucap Alfin menendang kaki Fino.
"Auh sakit Kak, kan Fino bentar lagi juga wisuda ya gak Mah, Pah". ucap Fino melirik Novi dan Purnomo.
Novi dan Purnomo seketika saling pandang akan pertanyaan Fino mereka tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
anak bungsunya ini selalu saja membuat mereka tersenyum akan ulahnya. dia selalu bisa menghibur tatkala masalah ada dalam keluarganya. yang selalu menguatkan padahal dia belum berpengalaman. seketika suasana menjadi ceria lagi karna banyolan-banyolan Fino yang membuat keluarga ini tertawa riang.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
#doaku semoga kalian selalu bahagia selalu 😊😊😊😊😊