
Setelah beberapa hari Sheila tidak masuk kuliah hari ini Sheila kembali masuk kuliah dan diantar oleh suaminya "Yakin mau berangkat?" tanya Alfin saat masuk kedalam mobil.
"Yakin Mas..." jawab Sheila yakin.
Alfin langsung menjalankan mobilnya menuju kampus Sheila "Nanti pulang, Mas jemput ya?" ucap Alfin.
Sheila menoleh kearah Alfin "Mas gak sibuk?" tanya Sheila yang tidak seperti biasanya mau menjemputnya.
"Mas usahain untuk mengantar jemputmu." ucap Alfin sambil menyentuh pipi Sheila.
Sheila merasa senang dengan perlakuan Alfin "Dengan senang hati." ucap Sheila dengan suara manjanya.
Alfin mengacak-acak rambut Sheila karena merasa gemas, Alfin meminggirkan mobilnya saat sudah sampai didepan kampus Sheila "Cium suami dulu sini." Alfin menunjuk pipinya sendiri dengan jari telunjuknya.
Sheila tersenyum dan langsung menuruti permintaan suaminya, Sheila keluar dari mobil dan melambaikan tangannya kepada suaminya, Alfin pun membalas lambaian tangan Sheila sebelum pergi meninggalkan istrinya.
Sheila berjalan masuk kampus, belum sampai pintu gerbang Sheila dikejutkan dengan suara teriakan "Sheila!" teriak Yeni dan Santi.
Sheila memegang dadanya karena merasa kaget "Bisa kan gak teriak-teriak?" ucap Sheila membuat Santi dan Yeni terkekeh.
"Kamu harus lihat mading Sheil!" seru Yeni bersemangat.
"Memang ada apa?" tanya Sheila tidak tidak mengerti maksud Yeni.
"Lihat saja ayo!" Santi menarik tangan Sheila untuk melihat berita di mading.
Sampai didepan mading Yeni menunjukkan pengumuman yang ditempel dimading "Baca ini!" seru Yeni.
Sheila pun membaca "Acara Ulang Tahun Kampus?" ucap Sheila yang baru membaca awalnya.
"Baca lagi!" seru Santi menunjukkan sebuah tulisan yang ada nama Sheila.
Sheila terkejut "Duet?" Yeni dan Santi semangat menganggukan kepalanya.
"Kenapa aku harus ikut dalam pengisian acara itu? kan mereka bisa mengambil Mahasiswa yang berada dijurusan seni untuk bernyanyi?" tanya Sheila, Santi dan Yeni kompak mengangkat bahunya.
"Ibu yang mengusulkan!" Sheila dan teman-temannya menoleh kearah dosen yang bernama Rina.
Sheila maju selangkah untuk mendekat kearah dosen Rina "Kenapa Bu? kan bukan jurasanku?" tanya Sheila.
__ADS_1
Rina tersenyum menanggapi pertanyaan Sheila "Tapi kamu bisa kan?" tanya Rina balik.
Sheila terdiam mendengar pertanyaan dosen Rina "Ibu pernah melihat kamu les bernyanyi distudio waktu Ibu akan menemui teman Ibu yang ternyata guru kamu. Dan katanya suara kamu bagus sekali jadi Ibu pingin kamu bernyanyi untuk acara ulang tahun kampus ini," tutur Rina membuat Sheila menarik nafasnya.
"Itu berlebihan Bu, aku masih harus banyak belajar yang lain saja ya Bu." pinta Sheila.
"Ibu ingin kamu Sheil!" seru dosen Rina.
"Tapi kenapa aku harus berduet? aku juga tidak mengenal lawan duetku itu Bu." ucap Sheila menjadikan itu alasan.
Yeni yang mendengar Sheila tidak mengenal lawan duetnya geregetan "Masa kamu gak tahu lawan duet kamu itu siapa?" bisik Yeni namun masih terdengar ditelinga dosen Rina.
"Memang aku tidak tahu Yen!" Sheila memelototkan matanya kepada Yeni.
"Oh ya ampun..." Yeni menepuk jidatnya sendiri.
"Dia idola kampus disini Sheila..." ucap Yeni geregetan.
"Ha! memang ada?" tanya Sheila lagi membuat Yeni ingin mencabik-cabik Sheila.
"Ih...Makanya kalau dikampus jangan cuman baca buku doang jadi gak bisa lihat pria-pria tampan dikampus ini kan?" ucap Yeni membuat Santi ingin sekali menyumpal mulutnya.
"Berisik! nanti aku aduin loh sama Fino kalau kamu sering lihat pria-pria tampan dikampus!" gertak Santi, Yeni langsung diam dan memonyongkan bibirnya kesal dengan Santi.
Sheila menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan masuk kedalam ruangannya dengan hati yang masih kesal dengan permintaan dosen Rina tersebut "Pasti wanita-wanita dikampus bakal ngiri Sheil sama kamu soalnya kamu bakal berduet dengan pria idola dikampus ini!" seru Yeni yang bersemangat membayangkan reaksi wanita-wanita dikampus yang ngiri nanti.
Santi memelototkan matanya kepada Yeni "Bisa diam!" ancam Santi.
Sheila tidak menghiraukan kicauan Yeni yang ada dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya memberitahu suaminya karena Sheila takut bila menjadi kesalah pahaman nanti.
"Nanti temani aku ya? jangan pulang dulu!" perintah Sheila kepada kedua temannya.
"Siap Sheil!" kompak Yeni dan Santi.
Setelah selesai kuliah sesuai perintah dosen Rina, Sheila dan teman-temannya pergi ke studio kampus "Permisi..." salam Sheila ketika sampai didepan pintu.
Rina menoleh dan tersenyum kearah Sheila "Masuk!" perintah Rina.
Sheila dan kedua temannya masuk ke dalam sdtudio dan berdiri disebelah dosen Rina "Bu.. serius yang lain saja." bisik Sheila ditelinga dosen Rina.
__ADS_1
"Untuk kampus. jadi bekerjasama lah!" tegas dosen Rina.
Sheila menghembuskan nafasnya pasrah "Kita tunggu dia sebentar, tadi katanya dia mau ketoliet." ucap dosen Rina.
Setelah menunggu beberapa menit pintu terbuka dan nampaklah seorang laki-laki yang tinggi dan tampan "Maaf Bu lama." ucap laki-laki tersebut.
"Oh tidak apa-apa, Adit kenalin ini Sheila yang akan menjadi teman duet kamu diacara ulang tahun kampus nanti." dosen Rina menunjuk dan memperkenalkan Sheila.
Sheila tersenyum kaku, Adit melihat penampilan Sheila dari atas sampai bawah "Aku Adit." Adit menjulurkan tangannya.
Dengan berat hati Sheila membalas uluran tangan Adit "Sheila." Sheila langsung melepaskan jabatan tangannya ketika selesai mengucapkan namanya.
"Oke! sekarang kita latihan sebentar." kata dosen Rina membuyarkan lamunan dari menatap Sheila.
"Maaf Bu...kalau hari ini aku tidak bisa." ujar Shiela.
"Kenapa?" tanya dosen Rina.
"Belum ijin sama suami." batin Sheila dalan hati.
"Mau menghadiri pernikahan Kakak saya Bu." ujar Sheila yang malam ini harus keacara pernikahan kakaknya.
"Aku juga tidak bisa Bu..sama seperti Sheila aku harus menghadiri pernikahan Kakakku nanti malam." saut lelaki yang bernama Adit itu.
"Ah iya ya Sheil...kita kan nanti keacara Kakakmu, aku hampir lupa." timpal Santi yang lupa akan acara nanti malam.
"Oke baiklah...yang terpenting kalian sudah saling kenal, besok kita mulai latihannya." tutur dosen Rina memahami.
Sheila mengangguk "Kalau begitu sata permisi dulu Bu, Assalamualaikum." salam Sheila sebelum pergi.
"Wa'alaikumsalam." jawab Adit sambil tersenyum membuat Sheila jadi risih.
Sheila dan teman-temannya keluar meninggalkan studio, Sheila melihat keluar kampus dan terdapat mobil suaminya yang sudah terparkir dipinggir jalan. Sheila berpamitan kepada teman-temannya dan segera melangkah menuju suaminya.
"Memang dia bisa bernyanyi Bu?" tanya Adit yang masih didalam ruangan.
Dosen Rina menganggukan kepalanya yakin "Tapi kenapa dia tidak mengambil jurusan Seni?" tanya lagi Adit karena dirinya mengambil jurusan Seni.
Dosen Rina mengangkat bahunya tidak mengerti, akhirnya Adit berpamitan kepada dosen Rina dan keluar dari studio, Adit melihat Sheila yang masuk kedalam mobil "Menganggumkan." gumam Adit tersenyum.
__ADS_1
(besok lagi 😂😂😂)
jangan lupa bahagia kakak-kakak 😄😄😄