Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
15.


__ADS_3

"Kemana kau selama sebulan ini" tanya Alina


Rasa penasarannya selama ini akhirnya ia ungkapkan juga. Ansel menghilang selama sebulan setelah dirinya mengusir pria itu.


"Aku..."


"Kau tidak perlu menjawab" ucap Alina


Ansel diam. Apa maunya wanita itu. Dia yang bertanya tapi tidak perlu di jawab?. Kepala Ansel serasa mau pecah menghadapi wanita satu ini.


Alin membalikkan badannya memunggungi Ansel. Wanita itu sibuk bermain ponselnya yang ia ambil dari atas nakas.


"Apa kau lapar" tanya Ansel datar


"Gak"


"Ok"


"Istirahatlah"


"Hm"


Hanya ada percakapan singkat yang sangat dingin di antara dua manusia itu. Perlahan mata Alina kembali terpejam. Wanita itu merasa ngantuk.


Ansel hanya bersedekap dada sambil menatap punggung ramping Alina. Pandangannya kosong memikirkan sesuatu.


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Ansel menyadarkan pria itu dari lamunannya. Pria itu berdiri dan beralih ke arah sisi lain ranjang.


Ternyata wanita itu sudah terlelap. Ansel menaikkan selimut sampai batas dada Alina. Tangan Ansel terulur untuk mengusap rambut panjang Alina.


"Aku pergi dulu" ucap Ansel dan bergerak pergi. Setelah pintu tertutup mata Alina terbuka lebar.


"Aku harus memastikan siapa kau sebenarnya" ucap Alina.

__ADS_1


Alina mencabut infus yang melekat di tangannya. Kakinya turun dari atas ranjang. Wanita itu keluar menyusul Ansel yang belum lama pergi.


Tap...tap...tap...


Langkah tegas Ansel berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Sedangkan berjarak tak cukup jauh ada Alina yang sedang mengikuti Ansel.


Hingga di sebuah taman rumah sakit Ansel bertemu dengan pria lain. Mata Alina menyipit untuk melihat dengan jelas pria itu.


"Dia yang membawaku ke rumah sakit" ucap Alina


Alina mengeluarkan ponselnya dan merekam pembicaraan mereka.


"Siapa pelakunya" tanya Ansel dingin


"Jack"


Siapa Jack? batin Alina


"Dia yang sudah mencelakai Alina. Memerintah salah satu anak buahnya untuk menembak Alina" ucap Chen


"Kemungkinan iya"


"Aku menembaknya tepat di bagian jantung"


"Bagus"


"Kenapa kau segitu perhatiannya dengan wanita itu" tanya Chen


"Kau tidak perlu tau alasannya"


"Dia bisa berbahaya untuk kamu"


"Chen!!"

__ADS_1


"Ansel apa kau lupa ini dunia bebas tidak ada yang bisa di percaya" ucap Chen


"Bahkan kau juga termasuk" tantang Ansel balik. Chen terdiam.


"Jangan katakan dia wanita asing bagiku" ucap Ansel datar


"Kenapa kau selalu membelanya" tanya Chen setengah berteriak


"Apa itu salah?"


"Salah. Kau bukan Ansel yang dulu. Ini salah. Kau tau apa posisimu sekarang" ucap Chen


"Hm" Ansel berlalu pergi. Namun langkahnya kembali terhenti. Matanya melirik ke arah samping dimana Alina tengah bersembunyi.


Alina bersandar pada dinding tempat ia bersembunyi. Ternyata Ansel membelanya. Ia kira Ansel lah yang mencelakai dirinya.


"Mpphhhh" Seorang pria misterius membekap mulut Alina. Ansel langsung berlari mendekati dinding itu. Dan benar. Alina kini berada di tangan anak buah Jack.


Dirinya sudah curiga saat melihat bayangan seorang wanita dan ada bayangan orang lain di belakangnya.


"Jangan lukai dia" teriak Ansel dan langsung menodongkan senjatanya.


Alina sempat terkejut dengan kehadiran pria misterius itu yang tiba tiba membekap mulutnya.


Bug


Dari belakang pria yang menahan Alina, Chen memukul tengkuk pria itu dengan sebuah balok kayu hingga terjatuh pingsan.


Alina terlepas dan langsung di tarik oleh Ansel. Pria itu langsung memeluk tubuh Alina erat.


"Ini belum aman" gumam Ansel dengan mengamati keadaaan sekitar.


"Di belakangmu" teriak Alina yang matanya sangat tajam dalam segala sesuatu.

__ADS_1


.


*Like dan Komen*


__ADS_2