
Alina yang sedang berjalan jalan mengitari rumah itu seorang diri. Menatap gelapnya malam yang indah dengan di iringi oleh bintang dan rembulan.
Alina menoleh. Seseorang berdiri di pinggir kolam. Alina berjalan mendekat ke arah orang tersebut. Langkahnya yang sangat lembut membuat orang itu tidak menyadari adanya kehadiran Alina.
"Hoi" panggil Alina
Byur
Karena terkejut dengan panggilan Alina yang tiba tiba sudah ada di belakangnya membuat pria itu terpeleset dan jatuh ke dalam kolam.
"Alina" pekik Ansel geram
"Hm kau kenapa?" tanya Alina santai
"Kau membuatku mandi tengah malam" ucap Ansel kesal
"Oh" Alina duduk di sebuah kursi yang ada di dekat kolam dengan santai sambil menatap Ansel yang basah kuyup.
Pria itu mengusap wajahnya yang basah. Menyugar rambutnya ke atas. Ansel naik ke atas dan mendekati Alina.
"Kau mau apa"
Ansel langsung mengangkat tubuh Alina dan menceburkan ke dalam kolam.
"Ansel" pekik Alina
"Kau mandi tengah malam?"
"Huh!! Kau balas dendam?"
"Tentu saja"
__ADS_1
Alina menenggelamkan dirinya ke dasar kolam. Menahan nafas beberapa menit dan tidak muncul ke permukaan. Ansel yang sudah berjalan meninggalkan kolam langsung membalikkan badannya.
"Kemana lagi wanita itu? Menghilang lagi? Astaga" ucap Ansel
Ansel menatap ke arah kolam. Masih ada bayangan tubuh Alina.
"Hei! Gertakanmu tidak mempan aku tidak yakin kau tenggelam" ucap Ansel dengan bersedekap dada.
Satu detik...
Gak muncul
Dua detik...
Tidak juga
Tiga detik...
Ok baiklah Ansel tidak akan tertipu dengan akal muslihat Alina.
Ansel mengehela nafas berat
**Lima detik...
Byur**
Pada akhirnya dia kalah juga. Ansel menceburkan dirinya ke dalam kolam. Pria itu menarik tubuh Alina keluar dari air.
"Kenapa kau menarikku" tanya Alina
"Kau tenggelam" ucap Ansel
__ADS_1
"Oh ya? Kata siapa" tanya Alina
Ansel terdiam. Iya juga ya. Tidak ada yang mengatakan jika Alina tenggelam. Namun karena kepanikannya sendiri yang melihat Alina tak kunjung keluar ke permukaan membuat dirinya mengambil spekulasi sendiri jika wanita itu tenggelam.
"Kau benar benar ya" ucap Ansel geram dan langsung masuk ke dalam rumah
Namun Ansel langsung berhenti. Pria itu membalikkan badannya dan mendekati Alina.
"Kenapa"
Ansel menarik tangan Alina masuk. Jika tidak wanita itu akan menghilang lagi. Seperti seekor hewan yang mudah sekali loncat kesana kemari.
"Ansel lepaskan" Alina meronta namun di hiraukan oleh Ansel
"Ansel!" teriak Alina
"Ini rumah bukan hutan. Jangan berteriak sembarangan" ucap Ansel datar
"Lepaskan" Alina menghempaskan tangan Ansel dengan kasar.
"Jika kau tidak di seret maka kau akan menghilang lagi. Menyusahkan orang saja" ucap Ansel
"Ya jangan di cari" ucap Alina santai membuat Ansel semakin menggeram kesal.
Alina langsung berjalan santai masuk ke salah satu kamar tanpa tau kamat siapa itu. Wanita itu masuk ke dalam kamar mandi. Mandi menggunakan air hangat sangat memanjakan tubuhnya. Setelah selesai mandi, Alina keluar menggunakan bathrob.
Dia tidak membawa pakaian apapun. Hanya baju rumah sakit yang ia pakai tadi. Akhirnya Alina memutuskan tidur menggunakan bathrob saja. Dia sangat lelah. Setelah berlari dari kejaran gerombolan orang itu
Alina menaikkan selimutnya dan mulai memejamkan matanya. Alina mematikan lampu dan hanya menyisakan lampu tidur saja. Sebelum terlelap wanita itu memeriksa ponselnya. Untung saja tidak ada pesan masuk apapun.
Alina memejamkan matanya dan berpindah ke dunia mimpi yang sangat indah.
__ADS_1
.
*Like dan Komen*