
Alina berkacak pinggang sambil menatap Ansel dari lantai dua. Wah wah ternyata pria itu sedang memainkan dirinya. Mengacak acak perasaannya benar benar tidak bisa di biarkan.
Pertama pria itu membatalkan pernikahannya kemudian menculik dirinya dan terakhir menikahinya tanpa sepengetahuannya.
"Nyonya muda" panggil seorang pelayan
Alina menoleh dan menatap pelayan tersebut. Salah satu alisnya naik seolah bertanya ada apa.
"Mari kita turun. Tuan muda sudah menunggu anda" ucap pelayan itu
"Ok" Alina melangkah turun ke tempat acara yang di langsungkan di taman mansion itu yang berukuran sangat luas. Bahkan seperti lapangan golf.
Alina memasang wajah anggunnya dan berjalan perlahan mendekati Ansel yang masih duduk berhadapan dengan papanya dan juga penghulu.
Alina melirik dan ternyata mama, kakak dan kakak iparnya tengah memperhatikan dirinya. Alina melanjutkan langkahnya dan duduk di samping Ansel.
Ansel menatap Alina dari atas sampai bawah. Pandangannya tepaku detik itu juga. Terpanah dengan penampilan Alina yang sangat cantik.
"Kau Alina?" Pertanyaan macam apa itu. Alina mendelik sebal dan membuang muka dengan kesal. Melihat sikap Alina seperti itu Ansel yakin jika itu Alinanya.
Ansel menarik jari jemari Alina dan menyematkan sebuah cincim berlian di jari manis Alina. Kemudian Alina melakukan hal yang sama. Ansel menarik kepala Alina dan mencium kening wanitanya itu dengan lembit dan cukup lama.
Suara sorak tepuk tangan dari para tamu semakin menambah kesan haru. Alina yang semula kesal pada cara Ansel menikahinya seketika luntur dengan sikap manis Ansel. Tanpa sadar bulir air matanya lolos dari kedua mata indah itu.
__ADS_1
Ansel melepaskan ciumannya dan menatap Alina. Netra indah itu sangat indah dan tampak menenangkan saat menatapnya. Tatapan teduh yang hanya di tunjukkan pada orang orang tertentu saja.
"I Love You" ucap Ansel
Perkataan yang lolos dari bibir Ansel mampu membuat senyum manis terbit di bibir cantik Alina.
"Too" ucap Alina
Keduanya saling berpelukan erat melupakan jika mereka berada tengah tengah dari ratusan tamu yang hadir.
"Ekhem" seseorang berdehem membuat mereka sadar. Keduanya saling melepaskan pelukan dan duduk dengan tegak
"Bukankah masih lusa seharusnya" tanya Alina sedikit berbisik
Alina dan Ansel menandatangani sebuah kertas yang ada di atas meja.
Setelah acara akad selesai kemudian berganti dengan acara resepsi yang akan di adakan sampai tengah malam nanti.
"Selamat ya" ucap seorang wanita yang cantik sambil mencium kedua pipi Alina bergantian
"Makasih ma" ucap Alina dan memeluk mamanya dengan sangat erat. Melepaskan kerinduannya setelah beberapa tahun tidak bertemu karena dirinya selalu di sibukkan oleh pekerjaan.
"Lo bisa nikah juga" cibir seorang pria dan memeluk adik kecilnya itu
__ADS_1
"Kak!!" pekik Alina tertahan
"Kirain gak soalnya secara lo kan galak" ucap pria itu sambil tertawa pelan
"Galak galak gini banyak yang ngejar tau" ucap Alina tak terima
"Jaga baik baik putri saya" ucap seorang pria yang berstatus sebagai papa dari Alina itu menepuk bahu Ansel beberapa kali
"Tentu"
Keluarga Alina pergi meninggalkan sepasang suami istri baru itu. Dan dari kejauhan seorang pria dengan setelan jas yang terlihat cukup tampan namun tak bisa mengalahkan ketampanan Ansel mendekat ke arah mereka.
"Selamat buat kalian" ucap Chen
"Lo jadi tamu?" tanya Alina
"Tanya aja sama suami lo. Gue di undang juga dadakan makanya gue kaget" ucap Chen
"Penting gak serangan jantung" ucap Ansel mencibir
"Hampir sih tadi"
.
__ADS_1
*Like dan Komen*