Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
71.


__ADS_3

"Alina" panggil Chen saat melihat Alina mulai sadar


Mengerjapkan matanya perlahan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam netranya. Menoleh dan menatap ke arah Chen.


"Bagaimana kondisiku" tanya Alina


"Kau baik baik saja" ucap Chen dengan tersenyum


"Lalu anakku?" tanya Alina lagi dengan cemas


"Dia juga baik. Tapi untuk ke depannya kau harus lebih hati hati lagi" ucap Chen


Alina menghembuskan nafas lega mendengar ucapan Chen. Kembali bersandar pada ranjang.


"Apa kau mau makan" tanya Chen menawari


"Tidak. Aku tidak lapar" ucap Alina


"Baru saja aku mengatakan untuk lebih menjaga kandunganmu" ucap Chen


Alina menunduk menatap perutnya kemudian mengusapnya dengan lembut. Kembali menatap ke arah Chen dan ternyata satu sendok makanan sudah berada di depan mulutnya.


"Buka mulutmu" ucap Chen


Alina membuka mulutnya dan menerima satu suapan dari Chen. Mengunyahnya perlahan kemudian menelannya.


"Aku bisa sendiri" Alina mengambil alih piring yang ada di tangan Chen dan melanjutkan makannya.


Chen hanya sibuk mengamati Alina yang sedang menikmati makan itu sambil bersedekap dada.

__ADS_1


"Sudah" Alina meletakkan piring kosong di atas nakas.


"Sekarang minum obatmu" Chen memberikan beberapa butir pil obat ke Alina. Alina menerima obat itu dan juga segelas air di tangannya.


"Apa kau menghubungi Ansel" tanya Alina kemudian menegak obat yang ada di tangannya sampai masuk ke dalam kerongkongannya kemudian meminum air yang ada di dalam gelas hingga habis.


"Iya"


"Lalu apa jawabannya" tanya Alina


"Dia tidak menjawab panggilanku" ucap Chen


Alina meletakkan gelas kosong itu dan menatap Chen.


"Kau berkata jujur?" tanya Alina


"Aku berkata jujur puluhan panggilanku tidak di jawab oleh Ansel" ucap Chen


"Apa?"


"Kau asisten Ansel bukan" ucap Alina


"Tentu kau tau sendiri itu. Aku bersahabat dengan Ansel sejak SMA kemudian aku bekerja dengannya sebagai asisten Ansel" ucap Chen


"Lalu sekarang apa kau tau apa yang di lakukan oleh Ansel di Sydney. Sampai saat ini aku masih penasaran apa yang di kerjakan suamiku sampai dia berada di Sydney selama itu" ucap Alina bertanda tanya


"Untuk hal ini aku tidak di beri tahu apapun oleh Ansel. Jika kau bertanya padaku, ya tentu aku tidak bisa memberi jawaban apapaun" ucap Chen


"Huftt baiklah"

__ADS_1


Suasana hening sejenak. Alina dan Chen sama sama diam dan berada di pikiran masing masing.


"Apa kau tau semua tentang Ansel" tanya Alina


Chen mendongak menatap kedua netra Alina yang sangat cantik.


"Iya"


"Apa ada rahasia tentang Ansel yang kau ketahui" tanya Alina


Wajah Chen berubah menjadi pucat pasi seketika. Mengalihkan pandangannya entah menatap apapun itu asalkan tidak menatap wajah Alina.


"Chen jawab pertanyaanku" ucap Alina memaksa


"Mmm aku ada urusan sebentar aku tinggal dulu aku akan kembali nanti" ucap Chen dan berdiri


Dengan sigap Alina menahan lengan Chen hingga pria itu berhenti.


"Kau boleh pergi setelah menjawab pertanyaanku" ucap Alina


"Alina tidak ada pertanyaan yang bisa ku jawab" ucap Chen


"Apa Ansel menyembunyikan sesuatu" tanya Alina lagi


"Kau bisa tanyakan itu pada Ansel. Dia suamimu bukan aku" ucap Chen kemudian melepaskan pegangan Alina di lengannya dan pergi.


Hanya duduk di ruang tunggu. Tetap memastikan Alina aman. Apapun yang terjadi dirinya tidak akan meninggalkan Alina sebelum Ansel kembali.


.

__ADS_1


*Like dan Komen*


__ADS_2