
"Ya?"
"Aku ada di bandara" ucap Ansel
Chen terduduk langsung seketika. Menatap ke arah depan dengan tajam
"Kau kembali?" tanya Chen
"Untuk Alina" jawab Ansel
"Aku jemput" ucap Chen dan meraih kunci mobilnya kemudian berlari keluar
"Tuan Chen akan kemana" tanya Butler Frans
"Menjemput Ansel. Dia sudah pulang" jawab Chen kemudian masuk ke dalam mobilnya. Mengendarai dengan kecepatan tinggi menuju bandara.
***
"Turunlah. Apa kau bisa" tanya Arkhem
"Hm" Alina turun dari helikopter dan menatap ke arah sekeliling.
Sangat indah. Sebuah bangunan seperti kastil berdiri kokoh di tepi pantai dan di sisi lain ada gunung yang sangat indah.
"Masuklah" ucap Arkhem dingin dan masuk ke dalam kastil meninggalkan Alina.
"Dan jangan berusaha kabur" lanjut Arkhem sebelum benar benar menghilang
"Kau hanya melepaskan ikatan di kakiku" dengus Alina kesal
Berjalan masuk ke dalam dengan tangan terikat. Menuruni anak tangga yang melingkar dengan di lapisi karpet merah.
__ADS_1
"Silahkan ikut saya" ucap seseorang dari arah belakang membuat Alina sedikit terkejut
"Kau siapa" tanya Alina
"Kepala pelayan disini" ucap pria itu dengan datar.
"Hm baiklah" Alina berjalan mengekor di belakang kepala pelayan itu yang entah membawanya kemana
"Masuk!!" ucapnya dingin
Alina berjalan masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh kepala pelayan itu. Duduk di tepi ranjang berwarna merah yang di letakkan di tengah.
Alina menatap ke arah sekeliling mencari cara agar dirinya bisa lolos dari tangan Arkhem. Berdiri kemudian berjalan mengitari kamar tersebut dan menatap dengan intens.
"Jangan mencari cara untuk kabur" Alina menoleh ternyata itu suara Arkhem yang tiba tiba masuk tanpa permisi
"Apa kau tidak punya sopan santun" ketus Alina
"Duduklah" perintah Arkhem
"Gak!!"
"Yaudah berdiri saja disana sampai kakimu kebas" ucap Arkhem
Alina memutar bola matanya malas kemudian duduk di sofa yang berjarak tidak cukup jauh dari ranjang.
"Aku ingin tau apa alasanmu membunuh Maria" ucap Arkhem dengan meremas sprei. Mengingat kematian kekasihnya itu seketika amarah yang ingin ia redam kembali bergejolak.
"Dia Jessica" ucap Alina
"Terserah apa kau menyebutnya"
__ADS_1
"Aku tidak membunuhnya" ucap Alina enteng. Dengan santai menjawab seperti itu sambil menyilangkan kakinya di hadapan seseorang yang menculik dirinya.
"Kau sedang di culik bukan sedang berlibur" ucap Arkhem
"Sekalian kan ya aku anggap aja begitu" jawab Alina santai
"Lalu siapa yang membunuhnya jika bukan kau" ucap Arkhem
"Entah aku juga tidak tau soal hal itu" ucap Alina santai
"Jangan becanda Alina" ucap Arkhem setengah berteriak karena kesal
"Aku serius" ucap Alina
"Kabar kematian Jessica aku dengar setelah kau keluar dari ruangan itu" ucap Arkhem
"Memang sebelumnya aku ingin membunuh kekasihmu itu" ucap Alina dengan menatap Arkhem yang masih diam menanti kelanjutan ceritanya
"Lalu aku terkejut jika dia sudah mati duluan sebelum ku bunuh" lanjut Alina
"Heh mana ada orang mati jika tidak di bunuh. Aku sudah menyelidiki jika Jessica mati karena di bunuh oleh seseorang" ucap Arkhem
"Kau menyelidiki soal hal itu tapi tidak tau pelakunya itu sama saja kau bodoh Arkhem" ucap Alina
Arkhem sontak langsung berdiri kemudian berjalan mendekati Alina.
"Kau berani mengatakan aku bodoh hah!!"
"Iya" jawab Alina santai
.
__ADS_1
*Like dan Komen*