Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
85.


__ADS_3

"Arkhem" panggil Alina


"Hm ya?" tanya Arkhem sambil membalikkan badannya.


"Apa kau masih berada di pihak Jack?" tanya Alina


"Tidak lagi. Aku tidak lagi menaruh dendam padamu" ucap Arkhem


"Baiklah itu kabar yang sangat bagus" ucap Alina dengan mengulurkan tangannya


"Untuk apa" tanya Arkhem pelan


"Mari kita bersahabat" ajak Alina


Arkhem diam sejenak. Bersahabat dengan Alina? Tidak buruk. Arkhem meletakkan tangannya di atas telapak tangan Alina.


"Sekarang lepaskan aku" ucap Alina


"Oh jadi rupanya kau mengajakku bersahabat agar aku mengembalikanmu" ucap Arkhem dengan terkekeh


"Tentu. Jika tidak begitu aku tidak akan pulang" ucap Alina


"Baiklah bersiaplah nanti siang aku akan membawamu kembali" ucap Arkhem


"Thanks" Dengan gerakan reflek Alina langsung memeluk tubuh Arkhem. Dengan sedikit ragu Arkhem membalas pelukan wanita itu.


"Aku akan bersiap" Alina masuk ke dalam kamar yang ia gunakan untuk tidur selama beberapa hari ini.


**


"Ansel apa kau yakin?" tanya Chen


"Aku yakin" jawab Ansel dengan bersiap

__ADS_1


Siang ini dirinya akan bertarung menghadapi ratusan anak buah Jack. Dia harus menang untuk mendapatkan Alina kembali.


"Ansel ini berbahaya untukmu" ucap Chen


"Tidak akan" jawab Ansel


"Ansel dengarkan aku ku mohon jangan. Kau bisa mati di tangan mereka. Kau hanya seorang diri" ucap Chen


"Aku bisa tiada jika Alina tidak ada" ucap Ansel dengan menatap lurus ke depan


"Ya aku tau tapi jangan dengan cara konyol ini. Jack menjebakmu" ucap Chen


"Aku tidak peduli" Ansel melangkah keluar dari ruangan dan menuju tempat ia bertanding nantinya


"Ansel!! Ansel!!" teriak Chen dengan mengejar langkah Ansel


"Biarin gue ikut kalau gitu" ucap Chen


"Jika lo mati maka gue juga" ucap Chen


"Chen!!" bentak Ansel


"Gak" cegah Chen menahan tangan Ansel


Ansel menarik tangan Chen masuk ke dalam ruangannya tadi kemudian menguncinya.


"Lo tetep disana sampai gue kembali" ucap Ansel kemudian pergi meninggalkan Chen yang ada di ruangan itu


"Ansel!! Dengerin gue dia hanya jebak lo Ansel!! Gue gamau lo kenapa napa" teriak Chen kemudian menggebrak pintu dengan kesal saat tak ada sahutan


Sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel milik Chen. Dahi Chen mengernyit saat melihat nomor asing menghubunginya.


"Ya? Siapa ini?" tanya Chen

__ADS_1


"Aku Alina" ucap Alina


"Alina. Astaga kau ada dimana" tanya Chen


"Aku baik baik aja dimana Ansel? Dia sudah kembali bukan?" tanya Alina


"Cepatlah kembali. Ansel akan bertarung melawan ratusan anak buah Jack agar kau kembali. Dia melakukan hal konyol itu demi kamu Alina" ucap Chen


"Ha? Cegah dia Chen" ucap Alina


"Kau tau suamimu itu sangat keras kepala" ucap Chen


"Arkhem kita kembali sekarang" pinta Alina


"Ada apa" tanya Arkhem


"Kau berbicara dengan siapa Alina" tanya Chen namun kemudian panggilan terputus


**


"Hai Ansel" teriak Jack dari arah atas tribun dengan menggunakan pengeras suara


"Rencanaku berhasil Ansel hahahaha kau terjebak dalam jeratan cinta yang ku buat" teriak Jack


"Mencintai Alina adalah hal konyol yang kau lakukan" ucap Jack langsung memancing emosi Ansel


Sebuah pintu terbuka dan ratusan orang bertubuh kekar keluar. Mengelilingi Ansel yang hanya seorang diri.


Takut? Oh tidak. Itu tidak ada dalam kamus Ansel sama sekali. Dia akan memperjuangkan apa yang menjadi miliknya dan akan bertanggung jawab dengan apa yang dia perbuat.


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2