
Selesai makan, Ansel mengajak Alina untuk duduk bersama di taman samping. Sebuah taman luas yang di penuhi dengan beraneka ragam bunga.
"Kau menyukai desain mansion ini?" tanya Ansel
"Aku menyukainya"
"Terlihat elegan dan mewah" ucap Alina
"Apa ini mansion yang kau tempati dulu?" tanya Alina
"Tidak" ucap Ansel
"Aku membuatnya baru"
"Kenapa?"
"Aku hanya ingin menempati mansion ini bersama istriku. Dan ternyata kau yang menjadi istriku" ucap Ansel
"Dengan cara sedikit memaksa" ucap Alina dengan bersedekap dada
Menatap ke arah kolam ikan yang sangat indah yang ada di bawah kakinya. Lantai yang terbuat dari kaca menampakkan ikan ikan yang berenang kesana kemari terhubung dengan kolam yang berjarak beberapa meter.
"Ansel" panggil Alina
"Ya?"
"Aku ingin makan sesuatu" ucap Alina dengan menatap ikan ikan itu dengan berbinar
"Katakan saja aku akan membelikannya untukmu" ucap Ansel
Alina menggelengkan kepala kemudian mengalihkan pandangannya dari ikan ikan itu ke wajah Ansel
"Tapi kau baru saja makan apa gak kenyang" tanya Ansel dan Alina menggelengkan kepala
"Yaudah mau makan apa" tanya Ansel dengan mengusap rambut Alina yang terurai
"Aku mau makan.... ikan goreng" ucap Alina
"Baiklah pelayan" teriak Ansel
"Gausah" cegah Alina
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku mau kau yang masak" ucap Alina
"What? Aku? Aku gak bisa masak dan kamu menyuruhku masak?" ucap Ansel dan Alina mengangguk
"Kau tidak akan menyukai masakanku" ucap Ansel
"Aku akan menyukainya" ucap Alina
"Gamau"
"Yaudah berarti kamu gak sayang sama aku sama anak kita juga dasar jahat" ucap Alina dengan wajah cemberut
Ansel melongo menatap wajah Alina. Wanita itu berubah sekali semenjak hamil. Wanita yang dulunya sangat galak itu sekarang bisa bersikap manja juga.
"Ah iya iya" ucap Ansel
"Bener?" tanya Alina memastikan
"Ya" jawab Ansel dengan terpaksa
"What?" pekik Ansel
"Iya aku mau kamu nyemplung terus ambil ikan itu. Aku mau ikan itu di goreng" ucap Alina
"Sayang banyak ikan di supermarket ini ikan hias aku membelinya cukup ma...hal" ucap Ansel yang langsung terdiam saat melihat wajah garang Alina yang bersedekap dada
"Oh jadi lebih berharga ikan ikan kamu ini dari pada aku?" tanya Alina
"Gak gitu"
"Terus gimana"
"Ya deh ya ini nyemplung nih?" tanya Ansel
"Iyalah" Ansel menatap kolamnya kemudian menarik nafas panjang
Ansel memggulung lengan kemejanya kemudian dengan perlahan turun ke kolam. Mengambil beberapa ikan dan ia masukkan ke sebuah wadah yang di ambil oleh Alina
"Yang itu tuh" ucap Alina dengan menunjuk satu ikan yang bergerak dengan sangat gesit
__ADS_1
"Sama aja ini warnanya juga sama kaya yang ini" ucap Ansel
"Tapi aku maunya itu"
"Ya deh ya" Dengan terpaksa Ansel menangkap ikan itu namun cukup sulit karena pergerakan ikan itu yang cukup cepat
"Susah sayang" ucap Ansel
"Aku gamau tau aku maunya itu" ucap Alina
Ansel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Menatap ke arah ikan yang di maksud istrinya dengan wajah mengkerut.
Susah banget nangkap tuh ikan batin Ansel
Menatap ke arah Alina yang sedang menatap ke arah lain. Tanpa banyak bicara Ansel memasukkan ikan yang berwarna sama ke dalam wadah
"Kau berhasil" tanya Alina
"Iya aku berhasil" ucap Ansel dengan bangga
"Masa seh"
"Iya"
"Ya deh ya sekarang kamu masak" ucap Alina dengan berbinar
Astaga apa ini namanya batin Ansel dan dengan terpaksa keluar dari kolam dan menuju dapur
"Eh tunggu tunggu" cegah Alina
"Kenapa" tanya Ansel
"Ganti pakaian dulu itu basah" ucap Alina
Tentu saja ini juga karena ulahmu batin Ansel kesal
Gapapa sabar demi anak batin Ansel dan berjalan masuk ke dalam kamar yang ada di lantai atas
.
*Like dan Komen*
__ADS_1