Istri Pertama Atau Kedua (?)

Istri Pertama Atau Kedua (?)
34.


__ADS_3

"Awsshhh" ringis Alina merasa kepalanya pusing sekali


"Hoekk" Di pagi buta Alina sudah bangun karena perutnya yang bergejolak. Tiap pagi dirinya harus di susahkan dengan rasa mualnya itu.


"Hoekkk" Alina memuntahkan semua isi perutnya padahal dia belum makan sama sekali pagi ini hingga hanya mengeluarkan cairan bening saja.


Setelah merasa cukup baikan Alina membasuh mulutnya dengan air kemudian mengelapnya menggunakan tisu. Dengan langkah pelan Alina kembali ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang.


Meminum obat pereda mual. Alina bersandar pada headboard ranjang sambil memejamkan matanya. Tangannya mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas.


Melihat jam ternyata sudah pukul enam pagi. Alina beranjak berniat untuk mandi karena setelah ini dirinya harus mengurus beberapa masalah yang terjadi pada perusahaannya.


Namun kepalanya yang terasa pusing membuat langkah Alina sempoyongan. Perlahan pandangannya memudar dan tubuhnya luruh ke lantai.


Bug


.


Ansel di landa cemas karena pagi ini dia menghubungi Alina namun tidak di jawab oleh wanita itu

__ADS_1


"Dimana Alina" gumam Ansel sambil menuruni anak tangga


Pria itu tampak sudah rapi dengan setelan jas nya yang melekat di tubuhnya. Jam tangan indah yang melingkar di pergelangan tangannya menambah kesan wibawa.


"Ansel" panggil Chen dari arah meja makan


Ansel berhenti sejenak dan menoleh. Makanan sudah tertata rapi di atas meja makan. Ternyata Chen sudah memesan makanan untuk mereka.


"Gue udah siapin makanan. Lo mau kemana" tanya Chen


"Sebentar" Ansel keluar dari apartemennya dan beralih pada apartemen Alina


Ansel berlari menyusuri seluruh ruangan yang ada di apartemen Alina mencari keberadaan wanita itu. Namun tidak ada. Ansel menaiki satu per satu anak tangga dan mencari Alina di dalam kamarnya.


Brak


Benar dugaan Ansel. Terjadi sesuatu pada Alina pantas saja perasaannya sedari tadi tidak enak. Alina terkapar di lantai. Wanita itu pingsan.


"Alina" panggil Ansel sambil menggoyangkan wajah Alina berharap wanita itu sadar.

__ADS_1


Ansel mengangkat tubuh Alina dan membawanya keluar dari apartemen. Berpapasan dengan Chen yang ternyata mencari dirinya


"Ada apa dengan Alina" tanya Chen ikut cemas saat melihat Alina terkulai lemas


"Dia pingsan di kamarnya" Ansel membawa Alina masuk ke dalam lift. Dalam hitungan menit lift tersebut terbuka. Chen langsung berlari untuk menyiapkan mobil sedangkan Ansel menunggu di depan pintu loby.


Dengan kecepatan penuh Chen mengendarai mobil memecah jalanan kota yang mulai ramai karena beberapa orang sudah berangkat bekerja. Beberapa saat kemudian mereka sampai di salah satu rumah sakit yang letaknya tak jauh dari area apartemen.


Tubuh Alina terbaring di atas brankar dan di bawa masuk ke dalam IGD. Para tim media mulai memeriksa Alina. Sedangkan di luar ruangan Ansel berjalan mondar mandir di depan pintu dengan perasaan cemas


"Duduk napa Sel" ucap Chen


"Lo pikir gue bisa santai apa. Alina ada di dalam dan gue gatau apa yang terjadi sama dia" ucap Ansel


Chen hanya diam tidak biacara apapun lagi. Baru kali ini dia melihat Ansel tengah mengkhawatirkan seseorang. Ansel yang dingin, Ansel yang cuek, dan Ansel yang tidak pernah peduli pada orang lain kini tengah mengkhawatirkan kondisi seorang wanita.


.


*Like dan Komen*

__ADS_1


__ADS_2